Mengaku Ateis, Lelaki Nigeria Dimasukkan ke RS Jiwa

Liberty Jemadu

Jum'at, 04 Juli 2014 | 19:28 WIB
Mengaku Ateis, Lelaki Nigeria Dimasukkan ke RS Jiwa
Ilustrasi ateis (Shutterstock).

Suara.com - Seorang lelaki Nigeria ditahan di Rumah Sakit jiwa karena tidak percaya akan adanya Tuhan atau ateis, demikian diberitakan BBC, Jumat (4/7/2014). Dia juga diancam dibunuh karena dinilai sudah menghina Islam.

Mubarak Bala, insinyur kimia berusia 29 tahun, ditahan dengan paksaan selama 18 hari karena keluarganya yang beragama Islam, memasukkan dia ke Rumah Sakit Jiwa Aminu Kano, Nigeria Utara.

Nigeria Utara adalah negara bagian yang sudah mengadopsi hukum Islam sejak tahun 2000 dan sejumlah orang di wilayah itu menilai keputusannya yang meninggalkan Islam untuk menjadi ateis adalah bentuk pencemaran agama.

"Saya diancam, maksud saya, ancaman akan dibunuh," kata Bala, Kamis (3/7/2014).

Bala mengaku, saat dia menyatakan dirinya ateis keluarganya kehilangan kepercayaan dari keluarganya. Ia bahkan dipukul dan dicekoki obat oleh kedua abangnya, yang kemudian memasukkan dia ke rumah sakit jiwa.

"Sebagian besar sahabat saya mengecam, mengatakan saya akan dibakar di neraka, dan bahwa dalam sebuah negara Islam saya akan dibunuh. Pencemaran agama adalah kejahatan serius di sini," ujar Bala.

Bala akhirnya berhasil dibebaskan setelah bantuan datang dari Bamidele Adeneye, seorang pengusaha yang sempat berdiskusi soal kemanusiaan dengan Bala sebelum dia dijebloskan ke dalam rumah sakit jiwa.

Ia mengetahui keadaan Bala setelah menerima pesan pendek Bala, yang mengirim SMS mengguakan telepon seluler yang diselundupkan melalui toilet rumah sakit.

Sejak itu dia menggelar kampanye di media sosial, terutama Twitter denga tagar #FreeMubarak dan menginformasikan keadaan Bala pada International Humanist and Ethical Union (IHEU), organisasi berbasis di London, Inggris, yang memayungi komunitas ateis dunia.

Adeyene, yang belakangan juga menerima ancaman pembunuhan, juga meminta pengacara lokal, Muhammad Bello Shenu, untuk mengajukan gugatan membebaskan Bala. Tetapi sebelum dia mengajukan gugatan, Bala dibebaskan bersama semua pasien lainnya karena pada dokter melakukan aksi mogok.

"Bala sangat cerdas, satu-satunya dosa dia adalah karena dia jujur mengungkap keyakinannya," Adeyene menjelaskan alasannya membantu Bala.

Kini Bala mengaku dia ingin berdamai dengan keluarganya sebelum meninggalkan Nigeria Utara. Dia juga tengah diperiksa oleh psikiater independen untuk membantah klaim dokter rumah sakit jiwa yang memvonis dia mengalami masalah kejiwaan karena "perubahan kepribadian". (The Guardian/BBC)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Artis Nigeria Tawarkan Keperawanannya ke Boko Haram

Artis Nigeria Tawarkan Keperawanannya ke Boko Haram

News | Kamis, 26 Juni 2014 | 18:15 WIB

Ledakan Guncang Lokasi Nonton Bareng Piala Dunia di Nigeria

Ledakan Guncang Lokasi Nonton Bareng Piala Dunia di Nigeria

News | Rabu, 18 Juni 2014 | 05:04 WIB

Pembunuhan dan Pembakaran Rumah Ibadah Terjadi di Nigeria

Pembunuhan dan Pembakaran Rumah Ibadah Terjadi di Nigeria

News | Kamis, 12 Juni 2014 | 00:16 WIB

Terkini

Sekolah Sepi Murid Makin Marak, Pemerintah Didesak Petakan Ulang Kebutuhan Sekolah

Sekolah Sepi Murid Makin Marak, Pemerintah Didesak Petakan Ulang Kebutuhan Sekolah

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 13:34 WIB

Amerika Serikat Incar Pusat Nuklir Iran di Gunung Pickaxe, Mau Dihancurkan

Amerika Serikat Incar Pusat Nuklir Iran di Gunung Pickaxe, Mau Dihancurkan

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 13:27 WIB

Sistem Pendidikan 'Tuli dan Buta', Sosiolog Sebut Aksi Bom Siswa Padang Sebagia Perlawanan Ekstrem

Sistem Pendidikan 'Tuli dan Buta', Sosiolog Sebut Aksi Bom Siswa Padang Sebagia Perlawanan Ekstrem

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 13:16 WIB

Prabowo Sempat Panggil Jaksa Agung Bahas Kasus Febrie Adriansyah, Begini Penjelasan Istana

Prabowo Sempat Panggil Jaksa Agung Bahas Kasus Febrie Adriansyah, Begini Penjelasan Istana

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 13:05 WIB

Jet Tempur Amerika Serikat Hancurkan Pos Rudal Iran

Jet Tempur Amerika Serikat Hancurkan Pos Rudal Iran

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 13:01 WIB

Kuntadi Selangkah Lagi Jadi Jampidsus, Keppres Ditargetkan Terbit Pekan Depan

Kuntadi Selangkah Lagi Jadi Jampidsus, Keppres Ditargetkan Terbit Pekan Depan

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:57 WIB

Jangan Asal Atur, Pengusaha Dapur MBG Minta BGN Libatkan Mitra Soal Kebijakan

Jangan Asal Atur, Pengusaha Dapur MBG Minta BGN Libatkan Mitra Soal Kebijakan

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:57 WIB

Misteri Pengganti Febrie Adriansyah Terjawab, Mensesneg Sebut Nama Kuntadi

Misteri Pengganti Febrie Adriansyah Terjawab, Mensesneg Sebut Nama Kuntadi

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:50 WIB

Jejak Elektronik Disita, KPK Bidik Peran Bobby Rizaldi dalam Skandal WTP Muara Enim

Jejak Elektronik Disita, KPK Bidik Peran Bobby Rizaldi dalam Skandal WTP Muara Enim

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:50 WIB

Detik-detik Bupati Gowa Pergi Saat Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi dan Selingkuh

Detik-detik Bupati Gowa Pergi Saat Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi dan Selingkuh

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:50 WIB

×