Prabowo Menekan, Tapi Jokowi Jawab dengan Enteng

Siswanto

Sabtu, 05 Juli 2014 | 23:29 WIB
Prabowo Menekan, Tapi Jokowi Jawab dengan Enteng
Joko Widodo dan Jusuf Kalla saat masih debat capres-cawapres [suara.com/Adrian Mahakam]

Suara.com - Dalam sesi tanya jawab di acara debat capres-cawapres final yang berlangsung malam ini di Gedung Bidakara, Jakarta, Prabowo Subianto minta tanggapan Joko Widodo tentang program penambahan dua juta hektar lahan pertanian terkait peningkatan pangan dalam negeri.

“Apakah Pak Jokowi sependapat, ekstensifikasi lahan harus secara besar-besaran dan harus berani tambah dalam waktu dekat di atas satu juta hektar mengarah ke dua juta hektar,” kata Prabowo.

Jokowi tidak menjawab iya maupun tidak. Ia justru membuat paparan. Tambahan lahan pertanian memang sangat diperlukan masyarakat, tapi, katanya, harus mempertimbangkan darimana sumber airnya.

“Jangan seperti yang saya lihat di Papua, sudah dibuka tapi dibiarkan begitu saja karena tidak pernah dipikirkan airnya darimana, bendungannya darimana,” kata Jokowi.

Menurut Jokowi, dalam program perluasan lahan hutan, yang harus disiapkan terlebih dahulu adalah sumber air, bendungan, dan irigasi, baru kemudian lahan sawahnya.

“Jangan buat sawah dulu, baru sebaliknya,” kata Jokowi.

Lalu, Prabowo menanggapi. Ia mengaku sudah tahu sebuah program harus didahului perencanaan matang. Prabowo tidak puas dengan jawaban Jokowi karena pertanyaannya belum dijawab.

“Bapak belum jawab, setuju atau tidak,” kata Prabowo.

Jokowi mendapat kesempatan menanggapi lagi. Katanya, jawaban atas pertanyaan Prabowo sesungguhnya sudah jelas di dalam visi misi Jokowi – JK.

“Saya kira tidak perlu jawab tadi. Karena di visi misi kita jelas sehingga saya tadi tidak jawab. Yang ingin kita sampaikan adalah bagaimana kita implementasikan visi misi itu karena sekarang ini banyak orang bikin visi misi, perencanaan, tapi tidak bisa dilaksanakan,” kata Jokowi.

“Itu problemnya. Kalau hanya ingin, ingin, akan, akan banyak sekali. Yang penting bagaimana kita bisa buat manajemen perencanaan dan melaksanakannya secara betul dan konkrit," Jokowi menambahkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Gagasan Konkrit Jokowi Atasi Kenaikan Harga Daging Sapi

Ini Gagasan Konkrit Jokowi Atasi Kenaikan Harga Daging Sapi

News | Sabtu, 05 Juli 2014 | 23:07 WIB

Hatta Ingin Jatuhkan Jokowi, Tapi Malah Disentil Balik JK

Hatta Ingin Jatuhkan Jokowi, Tapi Malah Disentil Balik JK

News | Sabtu, 05 Juli 2014 | 23:03 WIB

Prabowo Ingin "Menjatuhkan", Begini Jawaban Jokowi

Prabowo Ingin "Menjatuhkan", Begini Jawaban Jokowi

News | Sabtu, 05 Juli 2014 | 22:28 WIB

Soal Impor Beras, Prabowo Sindir Keras JK

Soal Impor Beras, Prabowo Sindir Keras JK

News | Sabtu, 05 Juli 2014 | 22:25 WIB

Terkini

Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan

Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:57 WIB

Rumor 'Orang Dalam' Bocorkan OTT Kuansing Mencuat, KPK: Itu Cuma Spekulasi!

Rumor 'Orang Dalam' Bocorkan OTT Kuansing Mencuat, KPK: Itu Cuma Spekulasi!

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:55 WIB

Soroti Fenomena 'Rule by Law', Eks Ketua KY Sebut Hukum Dibajak Oligarki Demi Proyek Elite

Soroti Fenomena 'Rule by Law', Eks Ketua KY Sebut Hukum Dibajak Oligarki Demi Proyek Elite

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:48 WIB

Kemendagri Koordinasikan Usulan BSPS dari Daerah untuk Perkuat Program Perumahan

Kemendagri Koordinasikan Usulan BSPS dari Daerah untuk Perkuat Program Perumahan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:42 WIB

Bukan Cuma Jakarta, PM Narendra Modi ke Yogyakarta Demi Restorasi Candi Prambanan

Bukan Cuma Jakarta, PM Narendra Modi ke Yogyakarta Demi Restorasi Candi Prambanan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 19:58 WIB

Online Scam hingga Ancaman Privasi: Era AI Butuh Tata Kelola Ruang Digital Berbasis HAM

Online Scam hingga Ancaman Privasi: Era AI Butuh Tata Kelola Ruang Digital Berbasis HAM

News | Senin, 06 Juli 2026 | 19:42 WIB

Jelang Muktamar NU Ke-35, Menimbang Sosok Rais Aam Ideal di Tengah Tantangan Abad Kedua

Jelang Muktamar NU Ke-35, Menimbang Sosok Rais Aam Ideal di Tengah Tantangan Abad Kedua

News | Senin, 06 Juli 2026 | 19:41 WIB

Sentil Kesenjangan Pendidikan, Hafid Abbas: 99,5 Persen Kampus Berkualitas Menumpuk di Jawa

Sentil Kesenjangan Pendidikan, Hafid Abbas: 99,5 Persen Kampus Berkualitas Menumpuk di Jawa

News | Senin, 06 Juli 2026 | 19:20 WIB

Di Balik Gempuran 187 Serangan Siber Per Detik, RUU KKS Dicurigai Bakal Represif

Di Balik Gempuran 187 Serangan Siber Per Detik, RUU KKS Dicurigai Bakal Represif

News | Senin, 06 Juli 2026 | 19:17 WIB

Hakim yang Vonis Nadiem Makarim Dilaporkan ke KY, Ada Bukti Rekaman Ketiduran Saat Sidang

Hakim yang Vonis Nadiem Makarim Dilaporkan ke KY, Ada Bukti Rekaman Ketiduran Saat Sidang

News | Senin, 06 Juli 2026 | 19:09 WIB

×