KPU Menyesal Tak Bisa Fasilitasi Semua Calon Pemilih di Hongkong

Siswanto

Senin, 07 Juli 2014 | 13:26 WIB
KPU Menyesal Tak Bisa Fasilitasi Semua Calon Pemilih di Hongkong
Ilustrasi. [suara.com/Adrian Mahakam]

Suara.com - Buntut kericuhan saat pemungutan suara di Victoria Park, Hongkong, Ketua Pokja Panitia Pemilihan Luar Negeri Wahid Supriyadi memberikan penjelasan kepada masyarakat Indonesia, siang ini, Senin (7/7/2014).

Ia menceritakan bahwa jumlah pemilih di Pemilu Presiden RI 2014 di Hongkong melonjak sampai sekitar 400 persen dibandingkan pada Pemilu Legislatif 9 April yang lalu.

"Meningkat tajam dari pada pemilu legislatif, bahkan Hongkong mencatat ada 400 persen atau kenaikan empat kali terhadap pileg yang lalu," kata Wahid Supriyadi di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol 29, Jakarta Pusat.

Itu sebabnya, antrean calon pemilih di Victoria Park pada Minggu (6/7/2014) kemarin sore, sangat banyak, apalagi  ketika itu PPLN hanya diberi waktu lima jam atau sampai jam 17.00 WIB oleh Kementerian Hongkong untuk menggunakan fasilitas publik tersebut.

Satu jam sebelum penutupan, kata Wahid, PPLN sudah memberikan informasi kepada calon pemilih. Tapi, gelombang calon pemilih datang lagi pada pukul 17.00 waktu Hongkong.

"Memang, jam 17.00 antreannya sedikit dan yang datang 100 orang. Mereka menuntut untuk memberikan hak pilihnya," kata Wahid.

Dengan alasan jam penggunaan Victoria Park sudah habis, PPLN memutuskan untuk menutup pemungutan suara.

"Karena memang sudah tidak memungkinkan lagi dengan sangat menyesal PPLN tidak bisa memfasilitasi jadi itu yang terjadi," katanya.

Kementerian Luar Negeri RI, katanya, juga tidak bisa memindahkan lokasi pemungutan suara secara mendadak dengan alasan waktunya sudah malam.

PPLN, kata Wahid, menyesalkan kejadian tersebut.

Seperti diketahui, pencoblosan yang berlangsung di Victoria Park, Hong Kong, berlangsung ricuh. Sebagian buruh migran Asal Indonesia merubuhkan pagar lantaran kesal dengan tindakan Panitia Pemilihan Luar Negeri yang sudah menutup tempat pemungutan suara dengan alasan waktu sudah habis, padahal mereka belum memberikan hak suara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Buntut Ricuh di Hongkong, Pendukung Jokowi akan Lapor PBB

Buntut Ricuh di Hongkong, Pendukung Jokowi akan Lapor PBB

News | Senin, 07 Juli 2014 | 12:45 WIB

Kubu Jokowi Tuntut Pemungutan Suara Lanjutan di Hongkong

Kubu Jokowi Tuntut Pemungutan Suara Lanjutan di Hongkong

News | Senin, 07 Juli 2014 | 10:47 WIB

Ricuh di Hongkong, Timses Jokowi Minta Panwas Pecat Panitia Provokatif

Ricuh di Hongkong, Timses Jokowi Minta Panwas Pecat Panitia Provokatif

News | Senin, 07 Juli 2014 | 09:39 WIB

Kubu Jokowi Sesalkan Bawaslu dan KPU Tak Bisa Apa-apa di Hongkong

Kubu Jokowi Sesalkan Bawaslu dan KPU Tak Bisa Apa-apa di Hongkong

News | Senin, 07 Juli 2014 | 09:18 WIB

Kubu Prabowo Cek Isu Pengarahan Dukungan di Hongkong

Kubu Prabowo Cek Isu Pengarahan Dukungan di Hongkong

News | Senin, 07 Juli 2014 | 08:36 WIB

Terkini

Modus Baru Judi Online, Pakai Merchant UMKM hingga Payment Gateway

Modus Baru Judi Online, Pakai Merchant UMKM hingga Payment Gateway

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 18:12 WIB

Purbaya Ungkap 4 Negara Bebas Aturan DHE SDA, Ada AS hingga China

Purbaya Ungkap 4 Negara Bebas Aturan DHE SDA, Ada AS hingga China

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 18:12 WIB

3 Rekomendasi Parfum Aroma Susu dengan Wangi Creamy, Beri Kesan Manis yang Menenangkan

3 Rekomendasi Parfum Aroma Susu dengan Wangi Creamy, Beri Kesan Manis yang Menenangkan

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 18:12 WIB

BUMN Punya Hotel dan Apartemen Disorot, Masih Relevankah untuk Negara?

BUMN Punya Hotel dan Apartemen Disorot, Masih Relevankah untuk Negara?

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 18:10 WIB

Eks Menag Lukman Hakim: Publik Makin Tak Percaya Negara karena Penegakkan Hukum Lemah

Eks Menag Lukman Hakim: Publik Makin Tak Percaya Negara karena Penegakkan Hukum Lemah

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 18:08 WIB

Sekjen Kementerian ATR/BPN Diperiksa KPK Terkait Kasus Suhardiman Amby

Sekjen Kementerian ATR/BPN Diperiksa KPK Terkait Kasus Suhardiman Amby

Riau | Kamis, 23 Juli 2026 | 18:06 WIB

11 Rekomendasi Ombre Lip Cream OMG Mattelast untuk Bibir Gelap, Cuma Rp55 Ribuan Sepaket

11 Rekomendasi Ombre Lip Cream OMG Mattelast untuk Bibir Gelap, Cuma Rp55 Ribuan Sepaket

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 18:05 WIB

Siasat Produsen Ban Gajah Tunggal Bertahan dari Lonjakan Biaya Produksi

Siasat Produsen Ban Gajah Tunggal Bertahan dari Lonjakan Biaya Produksi

Otomotif | Kamis, 23 Juli 2026 | 18:05 WIB

Berawal dari Hobi Main Game, Konten Kreator Sahrul Agusti Kini Jadi Pengusaha Digital

Berawal dari Hobi Main Game, Konten Kreator Sahrul Agusti Kini Jadi Pengusaha Digital

Entertainment | Kamis, 23 Juli 2026 | 18:04 WIB

Mafia Internasional Diburu, Penyelundupan 3 Ton Sisik Trenggiling ke Kamboja Dibongkar

Mafia Internasional Diburu, Penyelundupan 3 Ton Sisik Trenggiling ke Kamboja Dibongkar

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 18:02 WIB

×