Pengamat: Lembaga Survei Harus Pertanggungjawabkan Metodologi

Achmad Sakirin | Suara.com

Kamis, 10 Juli 2014 | 19:11 WIB
Pengamat: Lembaga Survei Harus Pertanggungjawabkan Metodologi
Surat suara pemilu presiden 9 Juli 2014. [suara.com/Adrian Mahakam]

Suara.com - Seluruh lembaga survei harus mempertanggungjawabkan metodologi yang dipakai dalam melakukan survei hasil perolehan suara capres-cawapres. Hal itu dikatakan pengamat politik Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta, Nikolaus Loy.

"Lembaga survei harus berani membuka diri kepada masyarakat mengenai metodologi yang dipakai, serta keabsahan informasi atau sumber data yang digunakan," kata Nikolaus di Yogyakarta, Kamis (10/6/2014).

Menurut dia, mengenai keabsahan hasil survei, masyarakat perlu mengetahui rekam jejak masing-masing lembaga survei yang hingga saat ini masih dipertahankan masing-masing tim pemenangan capres-cawapres.

"Harus dikritisi dan ditelusuri rekam jejaknya dalam penyajian survei di Indonesia, misalnya sudah berapa kali berturut-turut terbukti akurat menyajikan data," kata dia.

"website"-nya juga harus dilihat masih "update" atau tidak, atau bahkan ada atau tidak," katanya menambahkan.

Lembaga survei, menurut dia, sebaiknya harus menggunakan metodologi yang logis dalam pengolahan data. Selain itu juga tetap menggunakan kedewasaan dan kehati-hatian dalam mengambil sampel sumber informasi atau data di lapangan.

"Lembaga survei yang benar seharusnya dapat menggunakan metodologi, di mana metodologinya dapat diulangi untuk membuktikan akurasi data yang telah disajikan," kata dia.

Sementara itu, ia mengatakan, untuk masing-masing pasangan capres-cawapres sebaiknya dapat menahan diri untuk sementara dalam mengumumkan kemenangan masing-masing.

"Hasil survei merupakan informasi pembanding data hasil penghitungan KPU, sehingga harus tetap arif dan menahan diri sementara dalam mengklaim kemenangan masing-masing," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Minta Bantuan Anak Yatim, Aher Doakan Prabowo-Hatta Menang

Minta Bantuan Anak Yatim, Aher Doakan Prabowo-Hatta Menang

News | Kamis, 10 Juli 2014 | 18:26 WIB

Disebut Menang Pilpres, Jokowi: Kemenangan Aspirasi Rakyat

Disebut Menang Pilpres, Jokowi: Kemenangan Aspirasi Rakyat

News | Kamis, 10 Juli 2014 | 17:57 WIB

Jaga Stabilitas Rupiah, BI Koordinasi dengan Pemerintah

Jaga Stabilitas Rupiah, BI Koordinasi dengan Pemerintah

Bisnis | Kamis, 10 Juli 2014 | 17:30 WIB

Hitung Perolehan Suara, Tim Jokowi-JK Pakai Foto Formulir C-1 Plano

Hitung Perolehan Suara, Tim Jokowi-JK Pakai Foto Formulir C-1 Plano

News | Kamis, 10 Juli 2014 | 17:21 WIB

Pemenang Pilpres Baru Diketahui Akhir Agustus

Pemenang Pilpres Baru Diketahui Akhir Agustus

News | Kamis, 10 Juli 2014 | 17:00 WIB

Ketua PB NU Minta KPU Jujur Ungkap Data Penghitungan Suara Pilpres

Ketua PB NU Minta KPU Jujur Ungkap Data Penghitungan Suara Pilpres

News | Kamis, 10 Juli 2014 | 16:54 WIB

Terkini

Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!

Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:27 WIB

Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah

Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:15 WIB

Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan

Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:14 WIB

Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi

Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi

News | Jum'at, 10 April 2026 | 19:29 WIB

Tentara Israel Klaim Temukan Buku Mein Kampf Saat Cari Prajurit yang Tewas di Lebanon

Tentara Israel Klaim Temukan Buku Mein Kampf Saat Cari Prajurit yang Tewas di Lebanon

News | Jum'at, 10 April 2026 | 19:28 WIB

Awal Mula Sahroni Sadar Diperas KPK Gadungan Rp300 Juta, Berawal dari Tamu Perempuan di DPR

Awal Mula Sahroni Sadar Diperas KPK Gadungan Rp300 Juta, Berawal dari Tamu Perempuan di DPR

News | Jum'at, 10 April 2026 | 19:25 WIB

KPK Bongkar Modus 4 Pegawai Gadungan yang Peras Ahmad Sahroni, Ternyata Bukan yang Pertama Kali!

KPK Bongkar Modus 4 Pegawai Gadungan yang Peras Ahmad Sahroni, Ternyata Bukan yang Pertama Kali!

News | Jum'at, 10 April 2026 | 19:18 WIB

Kasus Andrie Yunus Tetap di Militer, Menko Yusril Respons Usul Gibran Soal Hakim Ad Hoc

Kasus Andrie Yunus Tetap di Militer, Menko Yusril Respons Usul Gibran Soal Hakim Ad Hoc

News | Jum'at, 10 April 2026 | 19:16 WIB

Suap Ijon Proyek Bekasi: KPK Sita Duit Kadis Henri Lincoln, Diduga 'Uang Panas' dari Sarjan

Suap Ijon Proyek Bekasi: KPK Sita Duit Kadis Henri Lincoln, Diduga 'Uang Panas' dari Sarjan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 19:14 WIB

Riset Global Soroti Inovasi Pertanian AI dari Indonesia, Disebut Bisa Pulihkan Tanah Rusak

Riset Global Soroti Inovasi Pertanian AI dari Indonesia, Disebut Bisa Pulihkan Tanah Rusak

News | Jum'at, 10 April 2026 | 19:11 WIB