Suara.com - Pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan tidak akan lagi menggunakan fasilitas pengawalan di jalan raya yang selama ini diberikan oleh petugas Dinas Perhubungan.
"Saya gak mau lagi (petugas) dishub (Dinas Perhubungan) itu motornya ngawal Gubernur, ngawal wali kota. Sementara jalan gak diurus," kata Basuki yang akrab disapa Ahok di Balai Kota Jakarta, Selasa (11/11/2;14).
Ahok mengatakan petugas Dinas Perhubungan seharusnya memprioritaskan pengaturan arus lalu lintas di titik-titik kemacetan ketika pejabat Jakarta lewat, bukan malah sibuk mengikuti mobil gubernur dan wali kota.
"Harusnya petugas itu kalo kita mau lewat, dia mesti ngamanin titik-titik mana macet, bukan ngawal kita. Nyetop-nyetopin mobil orang, lalu udah kita pergi dicuekin. Tambah macet, karena kita abis lewat, tambah konyol kan," kata Ahok.
Ahok akan menjadi pejabat pertama yang tidak menggunakan pengawalan petugas Dinas Perhubungan di jalan raya.
"Nah makanya ini yang saya bilang mulai dari kita aja. Enggak ada lagi pengawalan. (Motornya) buat kawal kalau terjadi ada kebakaran, kawal ambulans, kawal bus tingkat. Itu lebih bener," kata Ahok.
Ahok menambahkan pengawalan melekat dari petugas keamanan idealnya hanya untuk presiden dan wakil presiden.