Ketua DPD Yakin Kasus Penganiayaan PRT Masih Banyak

Arsito Hidayatullah | Suara.com

Minggu, 07 Desember 2014 | 05:34 WIB
Ketua DPD Yakin Kasus Penganiayaan PRT Masih Banyak

Suara.com - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman mengatakan, kasus penganiayaan pembantu rumah tangga (PRT) yang terjadi di dalam negeri diperkirakan masih sangat banyak.

"Namun, yang baru berhasil terungkap atau terekspose ke permukaan, baru sebagian kecil saja," ungkap Irman, usai menjenguk PRT Sri Dewi (15), warga Tanjung Tiram di Kabupaten Batubara, yang melompat dari lantai dua rumah majikannya, di RSUD dr Pirngadi Medan, Sabtu (6/12/2014).

Kasus kekerasan yang terjadi pada PRT Dewi, menurut Irman lagi, jelas sangat tidak manusiawi. Hal ini menurutnya tidak boleh dibiarkan, serta harus diproses secara hukum.

"Kasus penyiksaan PRT yang masih di bawah umur itu seharusnya tidak perlu terjadi, karena perbuatan ini juga mencederai rakyat Indonesia," ujarnya.

Irman menyebutkan, mempekerjakan PRT yang masih di bawah umur, tidak hanya melanggar undang-undang (UU), tetapi juga adalah suatu hal yang tidak wajar. Dia pun sangat berharap ke depan kasus seperti ini tidak terulang lagi.

Oleh karena itu, menurut Irman, para penyalur maupun agen PRT harus merekrut tenaga kerja yang benar-benar memenuhi persyaratan, sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, para penyalur PRT sendiri juga harus mempunyai persyaratan, yakni dengan cara memberikan berbagai keterampilan dan legalitas.

"Warga Indonesia banyak yang bekerja di sektor informal, dan mereka itu memerlukan perlindungan," tambah Irman.

Sementara itu, Direktur RSUD Pirngadi, dr Edwin Effendi mengatakan, pasien Sri Dewi sendiri diketahui sudah mendapat perawatan awal dari RS Muhammadiyah. Namun, karena pasien tersebut perlu penanganan lanjutan, maka dia dirujuk ke RSUD Pirngadi.

"Kita telah melaksanakan pemeriksaan pendukung, dan hasil yang diperoleh adalah tungkai pergelangan kaki kiri dan kanan mengalami fraktur atau patah," ujarnya.

Edwin lantas menambahkan, pihaknya siap membantu pasien PRT tersebut, melalui perawatan dan pelayanan.

"Pasien tersebut tidak dikenakan biaya, dan akan kami rawat sampai sembuh serta diperbolehkan pulang oleh tim dokter yang menangani," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Sri Dewi sempat disekap di rumah majikannya, SHR (40), seorang warga keturunan Pakistan. Sri lalu nekad melompat dari lantai dua ruko di Jalan Denai Medan, pada Jumat (5/12) pagi.

Korban menyatakan ingin pulang ke kampung halamannya, karena tidak tahan dengan pekerjaan yang diberikan sang majikan. Masalahnya, sebelum melakukan aksi nekadnya itu, Dewi juga sudah dianiaya oleh majikannya. Akibat kejadian itu, Dewi mengalami sakit di bagian pinggang, kaki kanan memar, serta mengalami pendarahan. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kejar Setoran di Balik Siksaan, Satu Pengasuh Daycare Little Aresha Bisa Handle Lebih dari 8 Anak

Kejar Setoran di Balik Siksaan, Satu Pengasuh Daycare Little Aresha Bisa Handle Lebih dari 8 Anak

News | Senin, 27 April 2026 | 18:29 WIB

Buntut Kasus Little Aresha, Menko PMK Instruksikan Evaluasi Total Daycare se-Indonesia

Buntut Kasus Little Aresha, Menko PMK Instruksikan Evaluasi Total Daycare se-Indonesia

News | Senin, 27 April 2026 | 11:39 WIB

Hadapi Dinamika Global, Komisi IV DPR Tekankan Strategi Ketahanan Pangan Nasional

Hadapi Dinamika Global, Komisi IV DPR Tekankan Strategi Ketahanan Pangan Nasional

DPR | Rabu, 08 April 2026 | 14:33 WIB

DPD Dorong Revisi RUU Kesejahteraan Sosial, Pengelolaan Taman Makam Pahlawan Akan Diatur Khusus

DPD Dorong Revisi RUU Kesejahteraan Sosial, Pengelolaan Taman Makam Pahlawan Akan Diatur Khusus

News | Rabu, 08 April 2026 | 12:08 WIB

DPD RI Konsultasi dengan Menko Polkam, Dorong Kebijakan Nasional Berbasis Aspirasi Daerah

DPD RI Konsultasi dengan Menko Polkam, Dorong Kebijakan Nasional Berbasis Aspirasi Daerah

News | Selasa, 10 Februari 2026 | 19:09 WIB

Pimpinan DPD RI soal Laporan Tragedi Gearek: Kekerasan di Papua Bukan Lagi Rahasia Umum!

Pimpinan DPD RI soal Laporan Tragedi Gearek: Kekerasan di Papua Bukan Lagi Rahasia Umum!

News | Senin, 09 Februari 2026 | 17:01 WIB

Pelaku Penganiayaan Kucing sampai Mati di Blora Diperiksa, Terancam 1,5 Tahun Bui

Pelaku Penganiayaan Kucing sampai Mati di Blora Diperiksa, Terancam 1,5 Tahun Bui

Entertainment | Senin, 02 Februari 2026 | 20:24 WIB

Pidato Prabowo di Swiss Dipuji Ketua DPD RI: Indonesia Kuat, Strategis, dan Pilih Jalan Tengah

Pidato Prabowo di Swiss Dipuji Ketua DPD RI: Indonesia Kuat, Strategis, dan Pilih Jalan Tengah

News | Jum'at, 23 Januari 2026 | 13:42 WIB

Bacakan Nota Pembelaan, Terdakwa Demonstrasi Agustus Dapat Siksaan saat Ditangkap

Bacakan Nota Pembelaan, Terdakwa Demonstrasi Agustus Dapat Siksaan saat Ditangkap

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 17:05 WIB

Interupsi di Sidang Paripurna DPD RI, Senator Paul Finsen: Orang Papua Butuh Sekolah dan RS

Interupsi di Sidang Paripurna DPD RI, Senator Paul Finsen: Orang Papua Butuh Sekolah dan RS

News | Rabu, 14 Januari 2026 | 15:41 WIB

Terkini

Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia

Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:41 WIB

Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook

Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:39 WIB

MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang

MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:35 WIB

Tebus Kekecewaan Insiden LCC MPR, Josepha Siswi SMAN 1 Pontianak Dapat Beasiswa Kuliah ke China

Tebus Kekecewaan Insiden LCC MPR, Josepha Siswi SMAN 1 Pontianak Dapat Beasiswa Kuliah ke China

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:33 WIB

Wamen PANRB Dorong Kolaborasi Lintas Instansi Perkuat Program Sekolah Rakyat

Wamen PANRB Dorong Kolaborasi Lintas Instansi Perkuat Program Sekolah Rakyat

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:30 WIB

PRT Benhil Tewas Usai Lompat dari Lantai 4, Tim Advokasi Ajukan 6 Tuntutan ke Polisi

PRT Benhil Tewas Usai Lompat dari Lantai 4, Tim Advokasi Ajukan 6 Tuntutan ke Polisi

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:24 WIB

Divonis 4 Tahun Bui, Korupsi Pendidikan di Masa Pandemi Perberat Hukuman Ibam

Divonis 4 Tahun Bui, Korupsi Pendidikan di Masa Pandemi Perberat Hukuman Ibam

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:19 WIB

Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun

Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:07 WIB

BGN Sebut MBG Gerakkan Ekonomi Hingga Rp16,8 Miliar per Hari di Kalbar

BGN Sebut MBG Gerakkan Ekonomi Hingga Rp16,8 Miliar per Hari di Kalbar

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:54 WIB

Hilmar Farid: Ada Gap Pengetahuan Antara Jaksa dan Nadiem Makarim di Kasus Chromebook

Hilmar Farid: Ada Gap Pengetahuan Antara Jaksa dan Nadiem Makarim di Kasus Chromebook

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:39 WIB