Menteri Susi: Maling Asal Amerika Sekalipun akan Saya Berangus

Suwarjono

Minggu, 14 Desember 2014 | 20:16 WIB
Menteri Susi: Maling Asal Amerika Sekalipun akan Saya Berangus
Susi Pudjiastuti

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, mengakui telah banyak dibantu oleh media dalam mengusir kapal yang melakukan illegal fishing atau mencuri ikan di perairan Indonesia.

"Tanpa media, saya tidak bisa memaksa kapal-kapal yang melakukan illegal fishing pergi dari pelosok perairan Indonesia," kata Susi di Kotabaru, usai melakukan penebaran benih Udang Windu, di Desa Sigam, Pulaulaut Utara, Kotabaru, Minggu, (14/12/2014).

Susi mengemukakan, sudah puluhan tahun potensi perikanan di perairan Indonesia dikeruk, nelayan tidak berdaya dibuatnya. Setelah ditangkap mereka pergi, begitu seterusnya. "Bahkan seakan-akan kita takut kepada mereka, pelaku pencurian ikan di perairan Indonesia," tandasnya.

Ia mengaku sudah berhasil mengusir kapal-kapal pencuri ikan yang berasal dari Tiongkok, Thailand, Bahkan ada juga kapal yang berasal dari Papua Nugini.

"Saya tidak takut kepada negara-negara tersebut, kalau maling tetap maling, bahkan Amerika sekalipun, kita akan berangus kapal pencuri ikan tersebut," ancamnya.

Ini, lanjut Susi, persoalan bukan masalah bilateral dengan Amerika, akan tetapi ini masalah maling, pencuri ikan Indonesia tetap harus dibersihkan.

Menteri Kelautan dan Perikanan dalam kesempatan tersebut juga memberikan apresiasi kepada TNA AD dan AL yang telah mendukung dan berperan aktif dalam mengusir kapal-kapal yang mencuri ikan di perairan Indonesia.

Susi bertekad akan mengusir kapal pencuri ikan dari perairan Indonesia hingga bersih, apa pun risikonya.

"Saat ini kapal asing yang beroperasi di perairan Indonesia hanya sekitar 138 unit, sebelum ada kapal asing yang ditenggelamkan mencapai 933 unit. Kita ingin perairan Indonesia bersih dari kapal-kapal pencuri ikan," terangnya.

Sementara itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan tercatat hingga November 2014 bersama tim gabungan lintas sektor berhasil menangkap hingga sebanyak 35 kapal ikan yang melakukan pencurian ikan di perairan Indonesia.

Jumat (5/12) siang, tiga kapal penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) menenggelamkan tiga kapal ikan asing yang melakukan pencurian di wilayah perairan Indonesia di perairan Tarempa, Anambas, Kepulauan Riau. Ketiga kapal tersebut ialah Kapal Pemerintah Napoleon, Kapal Pemerintah Ketipas dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Kapal Negara Bintang Laut dari Badan Koordinasi Keamanan Laut. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Janji Menteri Susi untuk Nelayan Bengkulu

Ini Janji Menteri Susi untuk Nelayan Bengkulu

News | Rabu, 26 November 2014 | 09:37 WIB

Awasi Kapal, Menteri Susi Minta Bantuan Media

Awasi Kapal, Menteri Susi Minta Bantuan Media

News | Selasa, 18 November 2014 | 16:29 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×