Array

Rini Ingin Jual Kantor Kementerian BUMN, Fadli: Itu Bahaya

Selasa, 16 Desember 2014 | 13:03 WIB
Rini Ingin Jual Kantor Kementerian BUMN, Fadli: Itu Bahaya

Suara.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno berencana menjual gedung kantor kementeriannya di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, demi  memangkas pengeluaran Kementerian BUMN untuk biaya operasional.

Menanggapi niat Rini, Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan itu langkah membahayakan. Fadli menambahkan bukan tidak mungkin BUMN nanti akan dijual juga dengan alasan yang sama.

"Kalau masalah penjualan itu menurut saya cara berpikirnya terbalik. Seharusnya Meneg BUMN itu cara berpikirnya kreatif. Kalau menjual hanya menjual seperti itu, jangan-jangan sebentar lagi BUMN-BUMN mau dijualin. Ini saya kira sangat berbahaya," kata Fadli di DPR, Jakarta, Selasa (16/12/2014).

Fadli mengatakan proses penjualan kantor kementerian sebaiknya disampaikan dulu ke DPR.

"Saya kira perlu disampaikan (ke DPR). Soal penjualan aset BUMN itu jangan sampailah. Kalau dari kami, kita akan pertahankan jangan sampai ada penjualan BUMN. Kan janji Presiden buyback Indosat. Nanti kita akan tagih janji itu," katanya.

Menurut Fadli efisiensi biaya operasional kementerian bisa dilakukan dengan cara lain. Misalnya, kata dia, BUMN bisa ikut menempati kantor kementerian.

"Masa tidak bisa melakukan efisiensi terhadap gedung 22 lantai? Kalau perlu BUMN lain yang berkantor di gedung itu. Gedung (BUMN) lain bisa disewakan. Ini saya kira cara berpikir yang aneh. Jadi kami sangat tidak setuju apabila itu dijual, apalagi ke pihak non pemerintah. Tapi sebaiknya jangan sampai ada aset BUMN yang dijual," kata dia.

Fadli mengatakan BUMN merupakan pengejewantahan Pasal 33 UUD 1945 yang berbunyi memanfaatkan aset milik negara untuk kepentingan rakyat.

"Jadi BUMN ini sangat penting, dan BUMN ini harusnya bisa sangat untung. Lihat saja BUMN di Singapura, Rusia, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, itu semua sangat efisien," kata Fadli.

Fadli juga mengkritisi niat Rini untuk mencari direksi BUMN dari sumber daya manusia yang berasal dari negara lain. Menurut Fadli, rencana itu meremehkan putra putri bangsa Indonesia.

"Menurut saya agak meremehkan. Seolah orang Indonesia ga ada yang sanggup dan pinter. Harusnya tetep kita cari putra putri terbaik Indonesia, mereka kan ada di perusahaan-perusahaan. Kalau memang perlu digaji lebih besar dari menterinya ya nggak apa-apa. Tapi dicari itu. Gunakan pengalaman mereka untuk memimpin. Kecuali sudah tidak ada lagi, baru cari orang asing," kata dia.

Kemarin, Rini mengatakan niatnya menjual gedung kementeriannya yang memiliki 21 lantai dengan alasan gedung sebesar itu memiliki biaya operasional yang sangat tinggi.

"Kami cuma 250 orang (pegawai), saya rasa kalau kita pakai 3-4 lantai saja sudah cukup. Sehingga, ya dijual saja kalau gitu," ujar Rini.

Rini mengatakan menawarkan gedung tersebut ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. “Saya tawarkan ke Pak Ahok. Gedung ini tidak boleh dilepas ke swasta,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI