Bantu Kelompok Bersenjata, Aktivitas Pendulang Liar Dihentikan

Arsito Hidayatullah

Kamis, 08 Januari 2015 | 22:25 WIB
Bantu Kelompok Bersenjata, Aktivitas Pendulang Liar Dihentikan
Sejumlah pendulang liar yang ditertibkan aparat, pasca-kontak senjata di Utikini, Papua, memasuki awal tahun 2015 lalu. [Suara.com/Lidya Salmah]

Suara.com - Guna menghalau pergerakan kelompok sipil bersenjata yang diduga menjadi pelaku penembakan, penganiayaan serta perampasan senjata Stayer milik dua anggota Brimob BKO Polda Sumatera Selatan (Sumsel) serta satu karyawan PT Freeport, belum lama ini, aparat gabungan yang melaksanakan Operasi Kontijensi atau Penegakan Hukum pun menutup segala akses. Penutupan dilakukan baik terhadap dorongan logistik, maupun akses masuk ke wilayah Utikini, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, yang merupakan areal kerja perusahaan tambang besar Amerika Serikat itu.

"Selain gelar kekuatan, kami juga menutup semua akses mereka. Bahan logistik yang selama ini mereka ambil dari warga untuk kebutuhan mereka pun kami putuskan, sehingga (diharapkan) mempersulit mereka untuk masuk lagi ke sini," ungkap Kapolda Papua, Inspektur Jenderal Polisi Yotce Mende, di Jayapura, Papua, Kamis (8/1/2015).

Untuk diketahui, penutupan aktivitas pendulang liar ini dilakukan pasca-kontak senjata aparat gabungan TNI/Polri dengan anggota kelompok sipil bersenjata pimpinan Ayub Waker, beberapa waktu lalu. Polisi mengestimasi sekitar 50 anggota kelompok sipil bersenjata yang beroperasi di wilayah Utikini, kini menyebar ke wilayah pegunungan sebelah. Selama ini, para anggota kelompok pengacau keamanan di wilayah Tembagapura itu diyakini kerap mengambil logistik dari para pendulang liar yang ada di sekitar Kali Kabur, Utikini. Makanya, aparat pun kini menertibkan sekitar 1.000 orang pendulang liar yang berdatangan dari Kota Timika.

"Karena dari pengakuan sejumlah pendulang liar itu, mereka sering memberikan uang dan logistik kepada anggota KSB yang datang. Jadi kami tertibkan kegiatan para pendulang gelap ini, biar menutup akses mereka (kelompok sipil bersenjata). Kami juga tutup warung yang ada, yang selama ini mereka membeli logistik di situ," tutur Yotce.

Dengan penutupan kegiatan pendulangan secara massal ini, para pendulang pun diharapkan sadar bahwa kondisi Utikini sangat rawan, sehingga mereka akhirnya akan angkat kaki dari areal tersebut. Tak hanya pendulang liar di Utikini, aparat kepolisian juga berencana akan menertibkan para pendulang liar yang eksis di Nabire, Paniai, serta Dogiyai.

"Kami perkirakan ada sekitar 12.000 orang pendulang liar yang masih beroperasi. Tapi pelan-pelan, kita akan bersihkan semuanya," tegas Yotce.

"Ini juga (berdasarkan) salah satu instruksi Bapak Presiden Jokowi. Beliau perintahkan agar areal pertambangan yang ada kegiatan pendulang liar, harus dihentikan. Selain membahayakan diri mereka, kehadiran mereka juga bisa digunakan oleh kelompok berseberangan untuk membantu logistik dan keperluan lainnya, seperti yang terjadi di Utikini selama ini," jelasnya. [Lidya Salmah]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

116 Pendukung Referendum Ditangkap di Timika

116 Pendukung Referendum Ditangkap di Timika

News | Rabu, 07 Januari 2015 | 18:21 WIB

13 Anggota Kelompok Sipil Bersenjata Papua Diamankan

13 Anggota Kelompok Sipil Bersenjata Papua Diamankan

News | Rabu, 07 Januari 2015 | 18:06 WIB

DPRD Papua Dukung Dialog Damai Jakarta-Papua

DPRD Papua Dukung Dialog Damai Jakarta-Papua

News | Selasa, 06 Januari 2015 | 16:34 WIB

Terkini

Prabowo Bakal Habiskan Rp4000 Triliun di 2027, Ini Perusahaan yang Bakal Cuan Besar

Prabowo Bakal Habiskan Rp4000 Triliun di 2027, Ini Perusahaan yang Bakal Cuan Besar

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 18:42 WIB

Tak Pasang Bendera hingga Ogah Ikut Lomba, Alasan Warga di Balik Sepinya Euforia Kemerdekaan

Tak Pasang Bendera hingga Ogah Ikut Lomba, Alasan Warga di Balik Sepinya Euforia Kemerdekaan

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 18:41 WIB

Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Palabuhanratu, Cara Unik Penyelam Rayakan Kemerdekaan

Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Palabuhanratu, Cara Unik Penyelam Rayakan Kemerdekaan

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 18:37 WIB

PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen

PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 18:33 WIB

Inspirasi French Chic, Gaya Paris yang Elegan dan Modern

Inspirasi French Chic, Gaya Paris yang Elegan dan Modern

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 18:31 WIB

LRT Sumsel Cuma Rp1.000 saat HUT RI, Cek Jadwal Tambahan Perjalanannya

LRT Sumsel Cuma Rp1.000 saat HUT RI, Cek Jadwal Tambahan Perjalanannya

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 18:30 WIB

7 Warna Cat Kamar Mandi Terbaik Menurut Feng Shui, Dipercaya Bawa Energi Positif

7 Warna Cat Kamar Mandi Terbaik Menurut Feng Shui, Dipercaya Bawa Energi Positif

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 18:30 WIB

Review Serial Silo Season 1: Adaptasi Novel Wool yang Penuh Teka-Teki Seru!

Review Serial Silo Season 1: Adaptasi Novel Wool yang Penuh Teka-Teki Seru!

Your Say | Senin, 17 Agustus 2026 | 18:30 WIB

Karhutla Bromo Belum Usai Dihitung, TNBTS Mulai Kaji Total Kerugian

Karhutla Bromo Belum Usai Dihitung, TNBTS Mulai Kaji Total Kerugian

Jatim | Senin, 17 Agustus 2026 | 18:24 WIB

Momen Haru Presiden Prabowo Berkaca-kaca Saat Lagu 'Bagimu Negeri' Menggema di Istana Merdeka

Momen Haru Presiden Prabowo Berkaca-kaca Saat Lagu 'Bagimu Negeri' Menggema di Istana Merdeka

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 18:22 WIB

×