Sibuk Saling Serang, Penanganan Kasus di KPK dan Polri Terganggu

Minggu, 01 Februari 2015 | 13:57 WIB
Sibuk Saling Serang, Penanganan Kasus di KPK dan Polri Terganggu
Presiden Joko Widodo bersepeda dikawal Paspampres (suara.com/Bowo Raharjo)

Suara.com - Forum Alumni Aktivis Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia menilai konflik antara Komisi Pemberantasan Korupsi dan Polri telah mencoreng 100 hari pertama kerja pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

"Konflik KPK vs Polri menodai 100 hari kerja Jokowi-JK dalam pemberantasan korupsi dan penegakan hukum," ujar Ketua Presidium forum alumni PPMI Agung Sedayu, Minggu (1/2/2015).

Dia juga menilai konflik kedua institusi lembaga penegak hukum sangat merugikan lembaga itu sendiri. Hal ini, katanya, mengulang kembali kasus konfrontasi Cicak vs Buaya pada tahun 2009.

"Banyak pekerjaan oleh penegakan hukum oleh KPK maupun kepolisian telantar karena kedua institusi itu sibuk saling serang," kata dia.

Alumni PPMI sangat menyayangkan Presiden Jokowi belum mengambil sikap tegas untuk menyelesaikan kemelut KPK dan Polri.

Terkait kisruh tersebut, alumni PPMI menuntut tiga hal. Pertama, meminta partai politik menahan diri dan menyerahkan penanganan kasus KPK vs Polri kepada Presiden Jokowi.

Kedua, pemerintah harus didukung untuk memastikan lembaga KPK dan Polri diisi oleh tokoh-tokoh yang bersih. Dan ketiga, meminta Komisi Yudisial mengawasi hakim sidang praperadilan yang diajukan calon Kapolri Komisaris Jenderal Budi Gunawan. PPMI juga meminta hakim praperadilan mengambil keputusan secara obyektif dan independen.

Seperti diketahui, langkah Presiden Jokowi menunjuk Komisaris Jenderal Budi Gunawan menjadi calon Kapolri menuai polemik. Sebagian kalangan menolak karena menganggap Komjen Budi bermasalah. Penolakan makin menguat ketika Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Budi menjadi tersangka dugaan kasus tindak pidana korupsi.

Walau terjerat kasus hukum, sampai hari ini, Presiden Jokowi tak mencabut penunjukan Budi sebagai Kapolri. Presiden hanya menunda pelantikan mantan ajudan Megawati Soekarnoputri semasa masih menjadi Presiden RI itu. Salah satu alasan Jokowi ialah karena Budi sudah disetujui sidang paripurna DPR.

Kondisi semakin rumit ketika KPK dan kepolisian saling “serang.” Belakangan, Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto ditangkap, lalu langsung dijadikan tersangka. Dalam waktu hampir bersamaan, semua pimpinan KPK yang lainnya juga dilaporkan ke Bareskrim.

Sebagian kalangan menuding Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri di balik penentuan langkah Presiden. Kini wibawa Presiden jadi taruhan, ia dinilai belum bisa mengendalikan KPK dan kepolisian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI