Napi Kerobokan Tulis Surat Bela Terpidana Mati 'Bali Nine'

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Sabtu, 07 Februari 2015 | 11:07 WIB
Napi Kerobokan Tulis Surat Bela Terpidana Mati 'Bali Nine'
Jokowi bertolak ke Malaysia. (Antara)

Suara.com - Beberapa narapidana di LP Kerobokan Bali menuliskan surat membela dua terpidana mati narkoba 'Bali Nine', Andrew Chan (33) dan Myuran Sukumaran (31). Bahkan mereka bersedia menggantikan posisi Myuran dan Andrew untuk dihukum mati.

Myuran dan Andrew akan dieksekusi Febuari ini. Myuran dan Andrew sebelumnya terbukti menyelundupkan heroin 8,2 kilogram dari Australia ke Bali. Mereka dihukum bersama rekannya, Si Yi Chen, Michael Czugaj, Renae Lawrence, Tach Duc Thanh Nguyen, Matthew Norman, Scott Rush, dan Martin Stephens. Semua sudah divonis beragam.

The Guardian melansir, Sabtu (7/2), beberapa tahanan di Kerobokan menilai Myuran dan Andrew sebagai sosok yang senior selama dipenjara. ahkan mereka mengikuti semua kegiatan positif di sana.

Sebut saja napi asal Indonesia, Rico Richardo yang bersedia menggantikan posisi Andrew sebagai terpidana mati. Dia beralasan pemerintah Australia pernah membiayainya saat sakit.

Lainnya, terpidana asal Filipina, Maria Cecilia Jusay Lopez mengungkapkan Myuran orang yang sangat baik. Sebab Myuran sudah membiayai operasinya.

"Dia mendorong kita di penjara, bahwa kita masih bisa belajar menjadi lebih baik. Dan menjadi contoh baik untuk orang lain," katanya.

Sementara tahanan, I Wayan Sudiasa menuliskan jika Myuran menjadi guru lukis di Kerobokan. "Dia adalah tahanan yang dijatuhi hukuman mati oleh hakim, yang menjadi pelatih, guru di Kerobokan. Coba saja untuk temukan orang Indonesia seperti Myuran," kata dia.

Jumat kemarin, Myuran dan Andrew juga menuliskan surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo. Mereka meminta hukuman matinya dibatalkan.

Berikut beberapa kutipan surat tahanan LP Kerobokan yang membela Myuran dan Andrew:

Andre Wijaya
"Saya saksi hidup. Selama 4,5 tahun bersama dua terpidana mati tersebut, saya jamin mereka telah bertobat. Itu dapat diverifikasi secara langsung dengan setiap penduduk Kerobokan penjara."

Stefanus Mehang
"Aku tahu Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Mereka bermartabat, sederhana dan mampunyai kepribadian yang luar biasa. Saya mohon untuk mengampuni mereka berdua".

Rizki Pratama
"Kalau saja pemerintah dan presiden tahu apa yang dia lakukan di penjara ini. Andrew Chan tidak layak menerima hukuman mati".

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dua Anggota Bali Nine Akan Dieksekusi Bulan Ini

Dua Anggota Bali Nine Akan Dieksekusi Bulan Ini

News | Jum'at, 06 Februari 2015 | 16:27 WIB

Polisi Gerebek Oknum TNI AU Pemakai Narkoba

Polisi Gerebek Oknum TNI AU Pemakai Narkoba

News | Kamis, 05 Februari 2015 | 18:48 WIB

4 Jurnalis Ini 'Ganggu' Eksekusi Mati Terpidana Narkoba

4 Jurnalis Ini 'Ganggu' Eksekusi Mati Terpidana Narkoba

News | Rabu, 28 Januari 2015 | 16:02 WIB

Kecelakaan Maut Pondok Indah Bukti Indonesia Darurat Narkoba

Kecelakaan Maut Pondok Indah Bukti Indonesia Darurat Narkoba

News | Selasa, 27 Januari 2015 | 06:43 WIB

Terkini

Suhu Ekstrem Landa Inggris dan Eropa, Muncul Fenomena Kubah Panas

Suhu Ekstrem Landa Inggris dan Eropa, Muncul Fenomena Kubah Panas

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 13:13 WIB

Guntur Romli Kritik Prabowo Kurban Sapi Pakai Duit Negara: Tak Ada Landasan Syar'i Gunakan APBN

Guntur Romli Kritik Prabowo Kurban Sapi Pakai Duit Negara: Tak Ada Landasan Syar'i Gunakan APBN

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 13:02 WIB

Skandal Riset Palsu di Denmark, Gelar Akademik 3 WNI Bakal Dicabut?

Skandal Riset Palsu di Denmark, Gelar Akademik 3 WNI Bakal Dicabut?

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:48 WIB

Si Doel Janji Cari Dana Demi RT Canggih di Gandaria: Kalau Belum Ada, Kita Pikirin

Si Doel Janji Cari Dana Demi RT Canggih di Gandaria: Kalau Belum Ada, Kita Pikirin

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:42 WIB

Katanya Mau Damai, AS Kembali Serang Iran Kirim Jet Tempur

Katanya Mau Damai, AS Kembali Serang Iran Kirim Jet Tempur

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:41 WIB

Masjid Al Ikhlas Riverwalk Island Sebar Daging Kurban ke 2.000 Orang, Ini Skemanya

Masjid Al Ikhlas Riverwalk Island Sebar Daging Kurban ke 2.000 Orang, Ini Skemanya

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:33 WIB

Heboh Peneliti Indonesia Diduga Palsukan Riset di Denmark, Begini Respons Menteri Dikti

Heboh Peneliti Indonesia Diduga Palsukan Riset di Denmark, Begini Respons Menteri Dikti

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:23 WIB

AI Jadi Alat Tipu Peneliti WNI di Denmark, Dipicu Pencitraan dan Jalan-jalan Gratis

AI Jadi Alat Tipu Peneliti WNI di Denmark, Dipicu Pencitraan dan Jalan-jalan Gratis

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:15 WIB

Alarm Bahaya Wabah Ebola, IPMG Percepat Transfer Riset Farmasi di Indonesia

Alarm Bahaya Wabah Ebola, IPMG Percepat Transfer Riset Farmasi di Indonesia

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:10 WIB

MK Ancam Coret Parpol Tanpa 30% Caleg Perempuan, Demokrat Tak Gentar

MK Ancam Coret Parpol Tanpa 30% Caleg Perempuan, Demokrat Tak Gentar

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:49 WIB