BNPB: Masyarakat Belum Siap Cegah Bencana Banjir

Laban Laisila Suara.Com
Kamis, 12 Februari 2015 | 05:00 WIB
BNPB: Masyarakat Belum Siap Cegah Bencana Banjir
Banjir di Pluit, Jakarta Utara. (suara.com/Dwi Bowo Raharjo)

Suara.com - Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho menilai kesiapan masyarakat dalam mencegah bencana banjir masih rendah.

"Pengurangan risiko bencana di kalangan masyarakat masih rendah, buktinya saja setiap banjir, sampah menumpuk di pintu air Manggarai, ada kasur dan kulkas yang hanyut di sungai," ujar Sutopo di Jakarta, Rabu.

Dia menuturkan, pengetahuan masyarakat terkait bencana telah meningkat, namun pencegahan bahaya ini tidak mereka budayakan dalam kehidupan sehari-hari.

"Larangan membuang sampah sembarangan sudah sangat sering diingatkan, pasti masyarakat sudah mengerti, namun tetap saja buang sampah ke sungai," katanya menambahkan.

Menurut dia, pemerintah daerah maupun pusat perlu lebih memperhatikan masalah ini agar masyarakat menjadi lebih tanggap terhadap segala bentuk pencegahan kemalangan, karena pembuangan sampah tidak pada tempatnya merupakan salah satu penyebab bencana yang menghampiri ibu kota tersebut.

Menjadikan masyarakat tanggap bencana, lebih lanjut ia katakan, dapat membuat mereka kemudian tidak selalu bergantung pada bantuan pemerintah.

Selain itu, kerugian yang diakibatkan kemalangan ini akan berkurang, karena masyarakat sudah waspada dengan menyiapkan barang-barang mereka ketika potensi bencana diumumkan.

Hingga saat ini, jumlah kerugian akibat bencana banjir di Jakarta diperkirakan Rp1 triliun lebih, dimana angka tersebut dipertimbangkan dengan melihat terganggunya sejumlah aktivitas bisnis serta kegiatan masyarakat.

Menurut dia, potensi Jakarta mengalami banjir pada tahun ini telah dinyatakan mencapai akhir Maret, yang mana peningkatan jumlah kerugian sangat dimungkinkan terjadi.

Sebelumnya, kerugian yang ditimbulkan pada dua tahun banjir terparah di Jakarta mencapai Rp5 triliun pada 2014 dan Rp6,8 triliun pada 2007.

Oleh karena itu, pemerintah diimbau segera mengedukasi masyarakat.

"Sebaiknya, bekal terkait usaha pengurangan risiko ini diupayakan dari jenjang Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) sehingga dapat merata," kata Sutopo. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI