Sindir Ulama, Abbott Dituding Pojokkan Umat Islam Australia

Liberty Jemadu | Suara.com

Selasa, 24 Februari 2015 | 12:49 WIB
Sindir Ulama, Abbott Dituding Pojokkan Umat Islam Australia
Perdana Menteri Australia Tony Abbott, (30/10). (Reuters/Lucas Jackson)

Suara.com - Perdana Menteri Australia, Tony Abbott, pada Selasa (24/2/2015) dituding mengkambinghitamkan umat muslim di Australia setelah dalam sebuah pidato ia meminta ulama-ulama muslim bekerja lebih keras melawan aksi kekerasan berkedok agama.

Dalam pidato terkait keamanan nasional di markas kepolisian federal Australia pada Senin (23/2/2015), mengatakan bahwa banyak pimpinan Barat yang menyebut Islam sebagai "agama perdamaian, dan saya berharap para ulama lebih sering berbicara tentang itu dan benar-benar mengamalkannya."

"Semua orang, termasuk para pemimpin komunitas muslim, harus tegas berbicara, karena kekerasan terhadap orang tak bersalah adalah penghinaan atas agama yang sesungguhnya," kata Abbott.

Menanggapi pidato Abbott itu Dewan Islam Victoria, sebuah organisasi yang mewakili lebih dari 150.000 umat muslim di salah satu negara bagian di Australia, mengatakan bahwa Abbott tak menghargai para ulama Islam di Australia.

"Kami terus mendorong Perdana Menteri untuk menunjukkan nilai-nilai yang dihormatinya dengan menggunakan bahasa yang inklusif dan bukan tuduhan," kata Kuranda Seyit, juru bicara organisasi tersebut.

"Perdana Menteri tidak menghargai dan menghormati para pemimpin dan anggota komunitas muslim yang merelakan waktu mereka untuk bekerja sama dengan pemerintah dan itu telah menimbulkan sakit hati dari seluruh komunitas," imbuh Seyit.

Dewan itu mendesak organisasi dari komunitas agama-agama lain untuk menekan Abbott agar lebih mengedepankan persatuan nasional dan "berhenti mencari kambing hitam" dari komunitas tertentu.

Adapun Abbott pada Senin kemarin juga mengumumkan penerapan kebijakan keamanan baru untuk menangkal ancaman dari kelompok-kelompok garis keras di dalam negeri Australia. Pemerintahnya akan mencabut kewarganegaraan dari warga yang mempunyai dua kewarganegaraan dan akan bertindak keras pada mereka yang menebarkan kebencian dan ancaman kekerasan. (CNA/AFP)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tony Abbott Ungkit-ungkit Bantuan Tsunami, Din: Itu Tak Elok

Tony Abbott Ungkit-ungkit Bantuan Tsunami, Din: Itu Tak Elok

News | Senin, 23 Februari 2015 | 19:11 WIB

Lukman Edy Ikut Kampanye #KoinUntukAustralia

Lukman Edy Ikut Kampanye #KoinUntukAustralia

News | Senin, 23 Februari 2015 | 17:19 WIB

#KoinUntukAustralia Jadi Topik Populer di Twitter

#KoinUntukAustralia Jadi Topik Populer di Twitter

Tekno | Minggu, 22 Februari 2015 | 16:40 WIB

Terkini

Prabowo dan Takaichi Bakal Teken Kesepakatan Baru? Bocoran Topik Krusial dari Tokyo

Prabowo dan Takaichi Bakal Teken Kesepakatan Baru? Bocoran Topik Krusial dari Tokyo

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:23 WIB

PP TUNAS Mulai Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital di Pesantren dan Madrasah

PP TUNAS Mulai Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital di Pesantren dan Madrasah

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:05 WIB

Kejar Target April 2026, Pemerintah Tambah Lokasi Sekolah Rakyat di Bogor

Kejar Target April 2026, Pemerintah Tambah Lokasi Sekolah Rakyat di Bogor

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 17:35 WIB

Kritik Pedas Idrus Marham: Komunikasi Menteri Prabowo Jeblok, Kebijakan Bagus Malah Salah Paham!

Kritik Pedas Idrus Marham: Komunikasi Menteri Prabowo Jeblok, Kebijakan Bagus Malah Salah Paham!

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 16:24 WIB

Gelar Lebaran Bersama Rakyat di Monas, Pemerintah Bagikan 100 Ribu Kupon Belanja

Gelar Lebaran Bersama Rakyat di Monas, Pemerintah Bagikan 100 Ribu Kupon Belanja

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 16:15 WIB

Satgas Damai Cartenz Ringkus Dua Anggota Jaringan Senjata dan Amunisi Ilegal di Jayapura

Satgas Damai Cartenz Ringkus Dua Anggota Jaringan Senjata dan Amunisi Ilegal di Jayapura

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 16:04 WIB

Komisi III DPR RI Gelar RDPU Terkait Dugaan Korupsi Videografer Amsal Sitepu

Komisi III DPR RI Gelar RDPU Terkait Dugaan Korupsi Videografer Amsal Sitepu

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:55 WIB

Serangan AS-Israel di Bandar Khamir Tewaskan 5 Warga Iran, Teheran Balas Hantam Fasilitas Aluminium

Serangan AS-Israel di Bandar Khamir Tewaskan 5 Warga Iran, Teheran Balas Hantam Fasilitas Aluminium

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 14:53 WIB

Presiden Prabowo Bertolak ke Jepang, Bahas Investasi hingga Temui Kaisar Naruhito

Presiden Prabowo Bertolak ke Jepang, Bahas Investasi hingga Temui Kaisar Naruhito

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 14:49 WIB

Rudal Houthi Yaman Hantam Israel di Hari ke-30 Perang Timur Tengah

Rudal Houthi Yaman Hantam Israel di Hari ke-30 Perang Timur Tengah

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 14:30 WIB