Setop 'Ekspor PSK' Gadis Indramayu! Ini Caranya

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 18 Maret 2015 | 06:57 WIB
Setop 'Ekspor PSK' Gadis Indramayu! Ini Caranya
Seorang guru tengah mengajar di sekolah gratis milik Yayasan Kusuma Bongas. (The Age/Eka Nickmatulhuda)

Suara.com - Disty menunggangi seekor singa, itu hanya boneka. Boneka singa itu diangkat menggunakan bentangan bambu oleh 4 lelaki kurus. Disty tampak tersenyum berbusana merah. Dia juga mengenakan mahkota.

Disty yang baru berusia 7 tahun menjadi 'tuan putri' selama 1 hari sebab dia baru saja disunat. Dia diarak keliling kampung dengan diiringin musik dangdut.

Indramayu, tempat tinggal Disty memang mempunyai tradisi unik. Seorang anak perempuan akan disunat seperti selayaknya laki-laki. Doa-doa dipanjatkan agar kelak Disty menjadi perempuan baik dan berbakti kepada kedua orangtua dan agamanya, Islam. Sunat itu juga menandakan Disty seorang gadis yang harus dijaga.

LSM yang memerangi perekrutan pekerja seks, Yayasan Kusuma Bongas membuat sekolah gratis di Kecamatan Bongas. Sekolah itu juga banyak memberitahu soal bahaya perdagangan seks. Sebab kebanyakan orangtua yang menjual anak perempuannya untuk menjadi PSK karena alasan ekonomi.

Pendidikan menjadi masalah di sana. Banak anak putus sekolah setelah SD. Terlebih banyak gadis di usia 15 tahun menjadi pengangguran.

Kebanyakan yang belajar di sekolah gratis itu adalah gadis berusia 15 tahun atau sekira sekolah SMP atau SMA. Mereka diajarkan Bahasa Inggris sampai pelajaran agama. Namun yang terpenting sekolah ini memberikan 'doktrin' dasar, menjadi PSK adalah pekerjaan salah.

"Kami lebih suka menjadi sesuatu yang lebih mulia. Saya ingin menjadi polisi atau dokter," teriak salah satu siswi di sekolah itu.

Menikah atau AIDS

Dunia prostitusi bisa diputus dengan pernikahan. Salah satu pengurus Yayasan Kusuma Bongas, Syarifudin menjelaskan banyak perempuan yang akhirnya berhenti menjadi PSK karena dinikahi pria baik dan kaya.

Namun ada lagi yang memaksa berhenti menjadi PSK. Harus ada cerita kisah tragis dari menjadi PSK.

Kisah itu dialami Tarini, perempuan berusia 28 tahun. Dia menjadi PSK karena mendengar kisah sukses.

"Banyak sepupu saya bekerja sebagai pelacur dan aku melihat mereka berhasil. Ketika mereka kembali ke desa, mereka bersih dan berkulit putih. Itu tampak seperti sebuah pekerjaan yang baik," kata Tarini.

Tarini menjadi PSK di Batam saat berusia 13 tahun. Tarini dijual orangtuanya seharga Rp 2 juta, jumlah yang besar saat itu. Selama di Batam, Tarini melayani turis Singapura selama 2 pekan. 'Gaji'nya Rp 5 juta perbulan.

Tarini kaya mendadak dan membeli tanah di kampungnya untuk orangtua. Selama 8 tahun dia menjadi PSK dan sekarang sudah punya rumah besar.

Sekarag Tarini terinveksi AIDS. Sebab selama 8 tahun bergonta-ganti pasangan, dia tidak menggunakan kondom.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jalankan Bisnis Syahwat di SMA, Dua Remaja Dibekuk

Jalankan Bisnis Syahwat di SMA, Dua Remaja Dibekuk

News | Kamis, 27 November 2014 | 09:59 WIB

62 Persen Lelaki di Eropa-Asia Sewa PSK

62 Persen Lelaki di Eropa-Asia Sewa PSK

News | Selasa, 18 November 2014 | 07:33 WIB

Mucikari Polandia Paksa Bubuhi Tato PSK Sebagai Tanda Kepemilikan

Mucikari Polandia Paksa Bubuhi Tato PSK Sebagai Tanda Kepemilikan

News | Kamis, 16 Oktober 2014 | 21:02 WIB

Muncikari Histeris saat Penutupan Lokalisasi di Jambi

Muncikari Histeris saat Penutupan Lokalisasi di Jambi

News | Senin, 13 Oktober 2014 | 23:22 WIB

Terkini

Kebakaran di Pulogadung Jakarta Timur, Dua Rumah Hangus Diduga akibat Korsleting Kipas Angin

Kebakaran di Pulogadung Jakarta Timur, Dua Rumah Hangus Diduga akibat Korsleting Kipas Angin

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 11:56 WIB

Jatim Cegah Stunting, Gubernur Khofifah Bagikan Paket Gizi bagi Ibu Hamil dan Balita di Pacitan

Jatim Cegah Stunting, Gubernur Khofifah Bagikan Paket Gizi bagi Ibu Hamil dan Balita di Pacitan

Jatim | Minggu, 25 Oktober 2026 | 11:48 WIB

Teknologi dan Kolaborasi Dokter Jadi Kunci Penanganan Penyakit Saraf dan Otak

Teknologi dan Kolaborasi Dokter Jadi Kunci Penanganan Penyakit Saraf dan Otak

Health | Minggu, 25 Oktober 2026 | 11:44 WIB

Megah! Kanye West Tampil di Atas Kubah Raksasa dengan Visual Bumi dan Bulan di Konser Jakarta

Megah! Kanye West Tampil di Atas Kubah Raksasa dengan Visual Bumi dan Bulan di Konser Jakarta

Entertainment | Minggu, 25 Oktober 2026 | 11:35 WIB

17.942 Hektare Lahan Karhutla Masih Belum Padam, Kalimantan Tengah Jadi Prioritas

17.942 Hektare Lahan Karhutla Masih Belum Padam, Kalimantan Tengah Jadi Prioritas

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 11:19 WIB

Apa Itu Cut-Off Point dalam Event Lari? Istilah yang Disorot usai Insiden JRF 2026

Apa Itu Cut-Off Point dalam Event Lari? Istilah yang Disorot usai Insiden JRF 2026

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 11:17 WIB

Ulasan Pirunduk: Kisah Tragis Siti dan Teror Ilmu Hitam Kalimantan Selatan!

Ulasan Pirunduk: Kisah Tragis Siti dan Teror Ilmu Hitam Kalimantan Selatan!

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 11:15 WIB

Bedah Buku Herbert Feith, Bonnie Triyana Pertanyakan Kondisi Demokrasi Indonesia

Bedah Buku Herbert Feith, Bonnie Triyana Pertanyakan Kondisi Demokrasi Indonesia

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 11:09 WIB

Jadi Satu-satunya di Asia Tenggara, Konser Kanye West di Jakarta Dipadati Bule

Jadi Satu-satunya di Asia Tenggara, Konser Kanye West di Jakarta Dipadati Bule

Entertainment | Minggu, 25 Oktober 2026 | 11:02 WIB

Stok Beras Bulog Jabar Capai 623,9 Ribu Ton, Aman hingga Panen Raya 2027

Stok Beras Bulog Jabar Capai 623,9 Ribu Ton, Aman hingga Panen Raya 2027

Jabar | Minggu, 25 Oktober 2026 | 11:01 WIB

×