Soroti Tumpang Tindih Anggaran di APBD, Prasetyo Sindir Jokowi

Siswanto, Dwi Bowo Raharjo

Rabu, 18 Maret 2015 | 15:20 WIB
Soroti Tumpang Tindih Anggaran di APBD, Prasetyo Sindir Jokowi
Tim Anggaran Pemerintah Daerah dan Badan Anggaran DPRD DKI Jakarta rapat bahas APBD 2015 (suara.com/Bagus Santosa)

Suara.com - Setelah mempelajari APBD tahun 2015 hasil evaluasi Kementerian Dalam Negeri, Ketua Badan Anggaran yang juga Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Mursadi  mengatakan menemukan kejanggalan di penyediaan anggaran untuk dinas pendidikan.

"Ada duplikasi pembangunan sekolah di dinas pendidikan, tapi pekerjaannya dipindahkan ke dinas perumahan. Di dalam dinas pendidikan ada perawatan. Apa ini tidak tumpang tindih?" kata Prasetyo kepada tim anggaran pemerintah daerah.

Politisi dari Fraksi partai PDI-Perjuangan itu menyarankan jika memang demikian, lebih baik pengerjaannya dipegang oleh dinas perumahan. Sedangkan dinas pendidikan fokus mengurus prestasi murid.

"Kalau semua alihkan ya dialihkan saja semuanya agar dinas pendidikan konsen ke prestasi siswa. Ini tolong di evaluasi agar tidak ada duplikasi," kata Prasetyo.

Prasetyo kemudian menyindir ketika Gubernur Jakarta masih  dijabat Joko Widodo dan wakilnya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang juga memasukkan anggaran ke pos yang bukan tupoksi-nya.

"Sebenarnya saya tahu tujuannya pada saat Jokowi-Ahok masih gubernur dan wakil gubernur, itu memang mohon maaf eksekutif, busuknya nauzubillah min zalik kenapa? kok pembangunan harus dikembalikan ke (dinas) perumahan, masalah trotoar itu harusnya ada di PU (Pekerjaan Umum) kenapa ada di dinas pertamanan, jalan kampung itu kan PU, kenapa ada di dinas perumahan," kata Prasetyo. "Supaya gamblang tupoksinya, dinas perumahan itu apa tupoksi-nya, dinas pendidikan apa, yey (kamu) curiga sama ai (saya), ai (saya) curiga sama yey (kamu)," kata Prasetyo.

Secara keseluruhan, kata Kepala Bappeda DKI Tuty Kusumati, dalam APBD hasil evaluasi Kemendagri, ada 45 poin yang perlu dilakukan pembahasan antara legislatif dan eksekutif.

"Dalam evaluasi Kemendagri ada 45 poin yang perlu dilakukan pembahasan bersama," kata Tuti.

Dalam evaluasi yang disampaikan Kemendagri, kata Tuti, terkait tupoksi dan kewenangan serta adanya pengalihan beberapa kegiatan yang sebelumnya dicanangkan oleh pemerintah provinsi Jakarta.

"Selain itu ada perbaikan nomenklatur kebijakan dan sesungguhnya tidak dilakukan perbaikan apapun dalam pagu kegiatannya. Kategori ketiga ternyata hanya diberikan penjelasan. Keempat, perlu dilakukan efisiensi dalam beberapa program yang totalnya 218 kegiatan," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ahok: Saya Hanya Mencoret Tunjangan Anggota Dewan

Ahok: Saya Hanya Mencoret Tunjangan Anggota Dewan

News | Rabu, 18 Maret 2015 | 11:13 WIB

Djarot Jarang Ngantor, Ahok: Kalau Gue Pilih Raisa, Elu Protes

Djarot Jarang Ngantor, Ahok: Kalau Gue Pilih Raisa, Elu Protes

News | Rabu, 18 Maret 2015 | 07:49 WIB

Terkini

Buron! Bareskrim Kejar Bos New Zone Medan, Diduga Jadi Bandar Narkoba di Kelab Malam Miliknya

Buron! Bareskrim Kejar Bos New Zone Medan, Diduga Jadi Bandar Narkoba di Kelab Malam Miliknya

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:31 WIB

Krisis Literasi Belum Selesai, Kenapa Siswa Bakal Dipaksa Belajar Bahasa Prancis?

Krisis Literasi Belum Selesai, Kenapa Siswa Bakal Dipaksa Belajar Bahasa Prancis?

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:18 WIB

Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up

Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:12 WIB

Risiko Bencana Alam, Bupati dan Wali Kota Jabar Diminta Hentikan Pembangunan di Hutan & Perkebunan

Risiko Bencana Alam, Bupati dan Wali Kota Jabar Diminta Hentikan Pembangunan di Hutan & Perkebunan

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:57 WIB

Skandal Epstein Memanas! Pam Bondi Akui Ada Kesalahan, DPR AS Curiga Ada Fakta yang Ditutupi

Skandal Epstein Memanas! Pam Bondi Akui Ada Kesalahan, DPR AS Curiga Ada Fakta yang Ditutupi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:42 WIB

Banten Media Hub 2026: Ikhtiar Strategi Komunitas Media Lokal Bertahan di Era Digital

Banten Media Hub 2026: Ikhtiar Strategi Komunitas Media Lokal Bertahan di Era Digital

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 07:15 WIB

Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta

Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:50 WIB

Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi

Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:46 WIB

Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil

Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:10 WIB

Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili

Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:46 WIB