Mengintip Proses Kawin Kontrak Orang Arab di London

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 27 Maret 2015 | 06:09 WIB
Mengintip Proses Kawin Kontrak Orang Arab di London
Ilustrasi pernikahan. (Shutterstock)

Suara.com - Bukan hanya di kawasan Cisarua, Bogor terdapat 'tradisi' kawin kontrak. Di London, Inggris pun ada proses kawin kontrak. Banyak konglomerat asal Arab Saudi melakukan perkawinan di Negara Kerajaan itu.

Nikah kontrak dalam tradisi muslim biasa disebut mut'ah, atau pernikahan dengan jangka waktu tertentu. Biasanya pernikahan kontrak ini untuk alasan menghindari diri dari perbuatan zinah. Di Inggris, pernikahan kontrak itu juga mempunyai alasan yang sama. Perempuan yang bisa dinikahi kontrak diberi kode 'Kim Kardashian'.

Sang 'Kim Kardashian' ini biasanya perempuan muslim di Eropa yang keturunan Irak atau Iran. Paras dan perawakan mereka pun setipe dengan Kardashian. Para perempuan itu mempromosikan dirinya di media sosial, salah satunya Twitter.

Salah satu perempuan yang bersedia dikawin kontrak bernama Fairuza. Dia keturunan Irak dan Iran. Dia mengatakan pernikahan kontrak tengah populer di Inggris.

Fairuza cerita, jika pernikahan dalam kawin kontrak sama seperti pernikahan muslim pada umumnya. Namun tidak ada perjanjian pemberian warisan. Kata dia selama beberapa bulan, biaya hidup akan ditanggung. Termasuk mendapatkan uang di awal pernikahan sebagai 'uang muka'.

Saat ini, Fairuza pun dalam status istri dari orang kaya asal Arab Saudi. Suaminya berada di London selama 2 bulan. Setelah itu suaminya akan pergi kembali ke negara asalnya.

"Aku tinggal dengan dia dan aku tidak diizinkan untuk bersama laki-laki lain. Dia membayar uang yang banyak. Dia akan datang kembali tahun depan dan kami akan melakukannya lagi. Itu umum bagi orang-orang Arab untuk melakukannya," jelas Fairuza.

Menurut dia, berhubungan seks dalam pernikahan kontrak itu halal. Sebeliknya, dia menghindari hubungan seks di luar nikah.

Salah satu tooh muslim dari Bradford University, Omar Farooq menyebut banyak mahasiswi muslim di Inggris mau dinikahi kontrak. "Mereka mencari-cari solusi untuk masalah mereka dari perspektif Islam," kata Omar kepada BBC.

Para mahasiswi itu melakukannya demi uang. "Apa lagi yang akan mereka lakukan?" tanya Omar. (thedailybeast)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Situs Online Nikah Siri Belum Diblokir, Penyedia ISP Ditegur

Situs Online Nikah Siri Belum Diblokir, Penyedia ISP Ditegur

News | Rabu, 25 Maret 2015 | 14:53 WIB

Kemenag Laporkan 45 Situs Online Nikah Siri ke Kominfo

Kemenag Laporkan 45 Situs Online Nikah Siri ke Kominfo

News | Rabu, 25 Maret 2015 | 14:46 WIB

Ulama: Jangan Sembarang Nikah Siri

Ulama: Jangan Sembarang Nikah Siri

News | Rabu, 25 Maret 2015 | 06:20 WIB

Komnas Perempuan: Pernikahan Siri Pemicu Kekerasan Seksual

Komnas Perempuan: Pernikahan Siri Pemicu Kekerasan Seksual

News | Rabu, 25 Maret 2015 | 06:15 WIB

Alasan Nikah Siri, Takut Ortu Marah sampai Ingin Poligami

Alasan Nikah Siri, Takut Ortu Marah sampai Ingin Poligami

News | Rabu, 25 Maret 2015 | 06:10 WIB

Nikahi Siri, Penghulu KUA Dibayar Rp1 Juta

Nikahi Siri, Penghulu KUA Dibayar Rp1 Juta

News | Rabu, 25 Maret 2015 | 06:05 WIB

Penghulu KUA Terlibat Penikahan Siri 'Online'?

Penghulu KUA Terlibat Penikahan Siri 'Online'?

News | Rabu, 25 Maret 2015 | 06:00 WIB

Terkini

Prabowo-Megawati Asyik Masyuk di Gedung Pancasila, Kenapa Jokowi Tak Diundang?

Prabowo-Megawati Asyik Masyuk di Gedung Pancasila, Kenapa Jokowi Tak Diundang?

News | Senin, 01 Juni 2026 | 18:11 WIB

Aturan Pendirian Rumah Ibadah Dinilai Gagal Lindungi Minoritas, Prabowo Diminta Cabut

Aturan Pendirian Rumah Ibadah Dinilai Gagal Lindungi Minoritas, Prabowo Diminta Cabut

News | Senin, 01 Juni 2026 | 18:06 WIB

Surat Pilu Eks Dirut Indofarma dari Rutan Salemba: Demi Allah dan Rasulullah, Saya Tidak Korupsi

Surat Pilu Eks Dirut Indofarma dari Rutan Salemba: Demi Allah dan Rasulullah, Saya Tidak Korupsi

News | Senin, 01 Juni 2026 | 17:56 WIB

Presidium Hak Beribadah Desak Prabowo Cabut PBM 2006 dan Terbitkan Perpres Jamin Kebebasan Beribadah

Presidium Hak Beribadah Desak Prabowo Cabut PBM 2006 dan Terbitkan Perpres Jamin Kebebasan Beribadah

News | Senin, 01 Juni 2026 | 17:47 WIB

Prabowo-Mega Gandengan Tangan, Hasto Singgung 'Beban' Warisan Kebijakan Jokowi

Prabowo-Mega Gandengan Tangan, Hasto Singgung 'Beban' Warisan Kebijakan Jokowi

News | Senin, 01 Juni 2026 | 17:42 WIB

Setara Institute: Jawa Barat Masih Jadi Wilayah dengan Pelanggaran Kebebasan Beragama Tertinggi

Setara Institute: Jawa Barat Masih Jadi Wilayah dengan Pelanggaran Kebebasan Beragama Tertinggi

News | Senin, 01 Juni 2026 | 17:24 WIB

Siasat 'Gali Lubang Tutup Lubang' Bos WO Marwah Terbongkar: 58 Pasangan Ketipu Rp2,6 Miliar!

Siasat 'Gali Lubang Tutup Lubang' Bos WO Marwah Terbongkar: 58 Pasangan Ketipu Rp2,6 Miliar!

News | Senin, 01 Juni 2026 | 17:14 WIB

Perdana Menteri Qatar Temui Prabowo di Istana, Bawa Pesan Khusus dari Doha

Perdana Menteri Qatar Temui Prabowo di Istana, Bawa Pesan Khusus dari Doha

News | Senin, 01 Juni 2026 | 17:13 WIB

Komunitas Kretek Desak Pemerintah Tak Telan Mentah-mentah Narasi Anti-Tembakau Global

Komunitas Kretek Desak Pemerintah Tak Telan Mentah-mentah Narasi Anti-Tembakau Global

News | Senin, 01 Juni 2026 | 16:54 WIB

Unsur Pidana Ditemukan! Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul Naik Penyidikan

Unsur Pidana Ditemukan! Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul Naik Penyidikan

News | Senin, 01 Juni 2026 | 16:36 WIB