Siapa yang Bakal Jadi Tersangka Ledakan di Kebon Kacang?

Siswanto, Nikolaus Tolen

Kamis, 09 April 2015 | 12:11 WIB
Siapa yang Bakal Jadi Tersangka Ledakan di Kebon Kacang?
Personel kepolisian melakukan olah TKP di bekas tempat ledakan di Jalan Jatibunder, Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta. [Suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Sejauh ini, belum ada orang yang dijadikan tersangka oleh polisi terkait kasus ledakan yang terjadi di Jalan Jatibunder VII, RT 16/9, Kelurahan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

"Sementara ini kita menganggap yang menjadi korban (empat orang) adalah korban, belum sampai ke sana (tersangka)," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Komisaris Besar Rikwanto di Mabes Polri, Kamis (9//42015).

Seperti diberitakan sebelumnya, ledakan yang terjadi pada Rabu (8/4/2015) sekitar jam 14.15 WIB itu mengakibatkan empat korban terluka dan saat ini mereka dirawat di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur. Mereka adalah Feri Andiyanto (31) asal Indramayu yang tinggal di Jalan Jabun RT 16/09 Kebon Kacang, Amir (30) asal Tasikmalaya yang tinggal di Jalan Jabun III RT 6/9 Kebon Kacang, Asep Samsudin (67) asal Garut yang tinggal di Jalan Jabun VII RT 16/9 Kebon Kacang, dan Rustam alias Suro yang juga tinggal di Kebon Kacang.

Rikwanto menambahkan potensi korban menjadi tersangka bisa saja terjadi. Berdasarkan pola yang terjadi selama ini, sebagian besar korban dari ledakan bom yang posisinya paling dekat dengan sumber ledakan merupakan pelaku. Rikwanto menyebutkan salah satu contoh, ledakan bom di Hotel JW Marriot, Mega Kuningan, Jakarta Selatan.

"Walaupun banyak dalam kasus-kasus seperti ini kebanyakan orang-orang yang berada dekat dengan ledakan tersebut kadang-kadang korban dan juga tersangka, seperti bom JW marriot, dan lain-lain," Rikwanto menambahkan.

Tapi untuk sekarang, polisi belum mengambil kesimpulan, mengingat proses investigasi terhadap ledakan di Kebon Kacang masih berlangsung.

"Sementara ini kita kumpulkan semua informasi yang berasal dari berbagai pihak, termasuk dari korban yang berada di RS Kramatjati, nanti kita analisa dengan teman-teman yang ada," kata dia.

Ledakan di Kebon Kacang menggemparkan warga. Suara ledakan sangat keras terdengar, bahkan menggetarkan rumah warga yang berada di sekitar 200 meter dari lokasi kejadian.

Dari TKP, polisi menemukan buku karangan Taufiq Ismail berjudul warna merah "Katastofi Mendunia"‎ dengan sub judul Marxisma, Leninisma, Stalinisma, Maoisma, dan Narkoba.

Buku disita bersamaan dengan barang bukti lain, seperti 49 bungkusan plastik warna hitam berisi benda berukuran bola tenis, serpihan paku, dan empat galon air minum.

Sejauh ini, polisi belum menyimpulkan apakah ledakan ini ada kaitannya dengan kegiatan teroris atau tidak.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane mengaitkan peristiwa ledakan di Jalan Jati Bunder VII, RT 16/9, Kelurahan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat, dengan aksi teroris.

Menurut Neta, peristiwa itu menunjukkan bahwa sesulit dan sekecil apapun peluangnya, kelompok radikal tetap berusaha menebar teror. Peristiwa ini, katanya, sekaligus menunjukkan para teroris semakin kesulitan mendapat bahan peledak, tapi tetap menciptakan modus baru dan bahan peledak baru, yakni bom lempar.

Dari pendataan IPW, kata Neta, kasus Kebon Kacang adalah modus baru kedua yang dipertontonkan kelompok radikal di tahun 2015. Pertama adalah ledakan di gedung ITC Depok, Jawa Barat. Tujuan yang ingin dicapai adalah efek kebakaran hebat, tapi untungnya gagal, kata Neta, Kamis (9/4/2015).

"Kedua, ledakan di Tanah Abang. Efek yang ingin dicapai adalah ledakan kecil, tapi di banyak tempat, yang melukai korban dengan tebaran paku. Untungnya, Polri berhasil dengan cepat menyita puluhan bom lempar tersebut," katanya.

Neta menduga para teroris berusaha melakukan aksi balas dendam, setelah basis kekuatan mereka diobrak-abrik Polri di sepanjang 2013 dan 2014. Menurut Neta sasaran mereka tidak lagi kepentingan asing, tapi ledakan-ledakan kecil di pusat-pusat keramaian sehingga format bahan peledak yang mereka buat berbentuk mini agar efektif dan efisien.

"Biasanya yang ahli dalam hal ini adalah Kelompok Klaten, yang beberapa waktu lalu pernah membuat bom pasta gigi, bom baju dan bom ransel. Kelompok Klaten tergolong kekuatan baru yang merupakan gabungan eks Moro dan eks Afghanistan. Selama ini ada persaingan tajam antara eks Moro dengan eks Afghanistan. Sebab kelompok eks Afghanistan merasa kastanya lebih tinggi dan selalu menganggap enteng eks Moro. Namun dengan munculnya ISIS di Timteng keduanya terkonsolidasi lewat Kelompok Klaten maupun Kelompok Poso yang dikomando Santoso," kata Neta.

Neta menambahkan terkonsolidasinya kelompok itu patut dicermati Polri. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Polisi: Empat Korban Ledakan Tanah Abang Belum Jadi Tersangka

Polisi: Empat Korban Ledakan Tanah Abang Belum Jadi Tersangka

News | Kamis, 09 April 2015 | 12:07 WIB

50 Polisi Jaga Korban Ledakan Tanah Abang di RS Polri

50 Polisi Jaga Korban Ledakan Tanah Abang di RS Polri

News | Kamis, 09 April 2015 | 11:46 WIB

IPW: Ledakan Kebon Kacang Modus Baru Penebar Teror

IPW: Ledakan Kebon Kacang Modus Baru Penebar Teror

News | Kamis, 09 April 2015 | 11:41 WIB

Empat Korban Ledakan Tanah Abang Masih Dirawat di RS Polri

Empat Korban Ledakan Tanah Abang Masih Dirawat di RS Polri

News | Kamis, 09 April 2015 | 11:22 WIB

5 Jenis Bom Berdasarkan Mekanisme Ledakannya

5 Jenis Bom Berdasarkan Mekanisme Ledakannya

Tekno | Kamis, 09 April 2015 | 07:01 WIB

Terkini

Korban PHK Tabrak Porsche di Gading Serpong, Sikap Pemilik Mobil Mewah itu Bikin Shock

Korban PHK Tabrak Porsche di Gading Serpong, Sikap Pemilik Mobil Mewah itu Bikin Shock

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:39 WIB

Laba Emiten MARK Naik 46,1 Persen, Ini Pendorongnya

Laba Emiten MARK Naik 46,1 Persen, Ini Pendorongnya

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:38 WIB

Tone Up Gel Emina untuk Apa? Ini Manfaat, Kandungan, dan Harganya

Tone Up Gel Emina untuk Apa? Ini Manfaat, Kandungan, dan Harganya

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:37 WIB

Kerinduan Saya pada Panggung Teater yang Akhirnya Terbayar di Surabaya

Kerinduan Saya pada Panggung Teater yang Akhirnya Terbayar di Surabaya

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Media Inggris Sorot Antam di Tambang Emas Nabire: Alam Terus-Terusan Dikeruk

Media Inggris Sorot Antam di Tambang Emas Nabire: Alam Terus-Terusan Dikeruk

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:29 WIB

5.040 Bendahara Koperasi Merah Putih Dilatih, Seberapa Siap Kelola Dana dan Bisnis Desa?

5.040 Bendahara Koperasi Merah Putih Dilatih, Seberapa Siap Kelola Dana dan Bisnis Desa?

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:25 WIB

Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Kebijakan Pengupahan Lindungi Pekerja Tanpa Matikan Usaha

Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Kebijakan Pengupahan Lindungi Pekerja Tanpa Matikan Usaha

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:17 WIB

Harga Minyak Turun Tipis Terdorong Lobi Diplomasi AS-Iran

Harga Minyak Turun Tipis Terdorong Lobi Diplomasi AS-Iran

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:12 WIB

Emiten VICI Perluas Peluang Ekspor ke Jepang

Emiten VICI Perluas Peluang Ekspor ke Jepang

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:04 WIB

Jas Hujan Warna Cerah atau Gelap, Mana yang Lebih Aman untuk Berkendara?

Jas Hujan Warna Cerah atau Gelap, Mana yang Lebih Aman untuk Berkendara?

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:03 WIB

×