Buruh Tertib Rayakan May Day, JK Berikan Apresiasi

Jum'at, 01 Mei 2015 | 17:44 WIB
Buruh Tertib Rayakan May Day, JK Berikan Apresiasi
Wakil Presiden Jusuf Kalla. [Setwapres/Muclish]

Suara.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyambangi Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia pada peringatan Hari Buruh Internasional atau yang biasa disebut May Day pada Jumat (1/5/2015) siang. Kehadiran JK di lantai 5 Gedung Ruang Rapat Utama (Rupatama) Mabes Polri adalah untuk memantau aksi para buruh yang digelar di 170 titik di seluruh Indonesia lewat layar televisi.

Setelah memantau sendiri melalui televisi, Mantan Wakil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut memberikan apresiasi kepada segenap jajaran pengamanan dan kepada para buruh karena telah mengamankan dan merayakan May Day dengan damai.

”Iya saya kesini mau memantau aksi May Day di seluruh Propinsi, bahwa perayaan 1 Mei ini betul-betul perayaan. Saya mengucapkan terima kasih kepada Kapolri, Menteri Tenaga Kerja, dan secara khusus saya mengucapkan terima kasih kepada serikat buruh," kata JK di Lobi Gedung Rupatama Mabes Polri, Jumat (1/5/2015).

Menurutnya, damainya perayaan May Day hari ini karena tidak ada aksi anarkis berupa demo, sweeping dan juga penutupan atau pemblokiran terhadap jalan-jalan, khususnya jalan tol. Hal senada juga diucapkan oleh Kapolri Jenderal Badroodin Haiti yang mengatakan bahwa hasil tersebut karena intensnya komunikasi Polri dengan para pimpinan serikat buruh.

"Iya memang benar apa yang disampaikan Pak Wakil Presiden tadi, bahwa hari ini benar-benar perayaan, tidak ada demo, tidak ada penutupan jalan, tidak ada juga melakukan perusakan, mungkin juga karena libur ya, sehingga imbasnya nggak kemana-mana. Tetapi, sebenarnya ini karena intensnya komunikasi Kapolri dengan pimpinan serikat buruh," kata Badroodin di Mabes Polri.

Sementara terkait upah atau gaji para kaum buruh, JK mengaku bahwa itu bukan menjadi persoalan utama. Karena menurutnya, tidak hanya gaji yang diterima oleh buruh tetapi juga berbagai jenis tunjangan. Selain itu, menurutnya yang seharusnya dipersoalkan adalah ketersediaan lapangan kerja.

"Gaji buruh di Indonesia masuk upah minimum, ada perusahaan yang gaji buruhnya lebih besar, boleh lebih besar, banyak yang lebih tinggi. Dalam kebijakan sosial pemerintah, buruh bukan hanya dapat gaji tapi jaminan kesehatan gratis, pendidikan, Raskin, sekarang perumahan lagi kami bangun,uang pensiun nanti diharapkan demikian. Yang terpenting adalah ketersediaan lapangan kerja, bukan hanya bela buruh, yang penting membuat lapangan kerja, tiap tahun 2-3 juta lapangan kerja diciptakan," tutup Ketua Palang Merah Indonesia tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI