Waspadai Ada Penyusup Parpol Masuk Pansel Capim KPK

Laban Laisila | Suara.com

Minggu, 10 Mei 2015 | 21:18 WIB
Waspadai Ada Penyusup Parpol Masuk Pansel Capim KPK
Gedung KPK. (suara.com/Bowo Raharjo)

Suara.com - Anggota Badan Pekerja Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Yuntho meminta Presiden Joko Widodo untuk mewaspadai penyusup dalam Panitia Seleksi Calon Pimpinan (Pansel Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Presiden Jokowi dalam waktu dekat akan mengeluarkan keputusan tentang Pansel Capim KPK 2015. Namun, hingga saat ini belum juga diumumkan ke publik siapa saja kandidatnya," kata Emerson Yuntho melalui pesan singkat di Jakarta, Minggu (10/5/2015).

Menurut Emerson, hal itu justru mengkhawatirkan karena Pansel Capim KPK akan mudah disusupi oleh orang-orang titipan partai bahkan oleh pihak-pihak yang tengah dibidik KPK atau yang ingin melemahkan atau membubarkan KPK.

Emerson mengatakan, Presiden Jokowi harus berani membuang siapa pun dari susunan Pansel Capim KPK yang berasal dari partai politik atau yang berafiliasi dengan partai politik maupun akademisi yang menjadi pembela atau ahli untuk koruptor atau figur yang kontra-KPK.

"Ada baiknya calon pansel juga dilihat rekam jejaknya melalui saringan KPK atau Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK)," tuturnya.

Emerson mendesak anggota pansel yang ditunjuk harus memiliki kriteria berintegritas, independen, bukan berasal dari partai politik, tidak ada konflik kepentingan dengan KPK, tidak memiliki masalah di masa lalu seperti pernah menjadi tersangka korupsu dan memiliki komitmen antikorupsi.

"Dukungan Presiden Jokowi terhadap KPK dan menghindari pelemahan KPK harus dimulai dari pemilihan yang ketat para calon anggota Pansel Capim KPK," katanya.

Menurut Emerson, komposisi Pansel Capim KPK 2015 akan menentukan masa depan KPK. Bila ketua atau anggota pansel bermasalah, dapat dipastikan calon pimpinan KPK yang dihasilkan nanti mayoritas figur bermasalah.

 "Jangan biarkan Pansel Capim KPK disusupi figur-figur yang prokoruptor," ujarnya.  (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Soal Kriminalisasi KPK, Mahasiswa Trisakti Siap Turun Aksi

Soal Kriminalisasi KPK, Mahasiswa Trisakti Siap Turun Aksi

News | Minggu, 10 Mei 2015 | 11:26 WIB

Anggota DPR: Salah Alamat Kalau KPK Rekrut Anggota TNI

Anggota DPR: Salah Alamat Kalau KPK Rekrut Anggota TNI

News | Jum'at, 08 Mei 2015 | 18:54 WIB

KPK Minta TNI Pengawas dari Bintang Satu, Sekjen dari Bintang Dua

KPK Minta TNI Pengawas dari Bintang Satu, Sekjen dari Bintang Dua

News | Jum'at, 08 Mei 2015 | 16:56 WIB

TNI Diminta Pegang Posisi di KPK Masih Dibahas

TNI Diminta Pegang Posisi di KPK Masih Dibahas

News | Jum'at, 08 Mei 2015 | 13:17 WIB

Terkini

Respon Iran Atas Tawaran Damai AS Masih Misteri, Tenggat Waktu Marco Rubio Habis

Respon Iran Atas Tawaran Damai AS Masih Misteri, Tenggat Waktu Marco Rubio Habis

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 10:05 WIB

Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini

Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:32 WIB

Soroti Tragedi Dukono, Ahli Kebencanaan: Gunung Bukan Tempat Cari Konten, Zona Bahaya Itu Garis Maut

Soroti Tragedi Dukono, Ahli Kebencanaan: Gunung Bukan Tempat Cari Konten, Zona Bahaya Itu Garis Maut

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:30 WIB

AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus

AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:05 WIB

Perang Masih Panas, Donald Trump Urus Hantavirus: Semua Aman, AS Punya Orang Hebat

Perang Masih Panas, Donald Trump Urus Hantavirus: Semua Aman, AS Punya Orang Hebat

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 08:05 WIB

Bocah Perempuan Tewas Ditembak, TNI Buru OPM Pimpinan Guspi Waker di Tembagapura

Bocah Perempuan Tewas Ditembak, TNI Buru OPM Pimpinan Guspi Waker di Tembagapura

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 07:41 WIB

AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar

AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 07:05 WIB

Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa

Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:46 WIB

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:05 WIB

Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak

Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:34 WIB