Driver Gojek Memilih Hindari Kalibata City Demi Keselamatan

Siswanto, Dwi Bowo Raharjo

Selasa, 07 Juli 2015 | 11:45 WIB
Driver Gojek Memilih Hindari Kalibata City Demi Keselamatan
Sepeda motor milik driver Gojek tengah mangkal di Jakarta Selatan [suara.com/Bowo Raharjo]

Suara.com - Kemunculan tukang ojek di bawah PT. Gojek Indonesia mendapat beragam protes dari tukang ojek yang biasa mangkal. Gojek Indonesia merupakan perusahaan penyedia jasa layanan transportasi yang menggunakan armada ojek sepeda motor berbasis aplikasi mobile atau dikenal sebagai Gojek.

Anggota Gojek, Ahmad Bari (35), mengaku was-was setiap kali menerima penumpang atau menurunkan penumpang, terutama di kawasan Kalibata City. Pasalnya, di kawasan tersebut terdapat spanduk berisi penolakan terhadap Gojek.

"Kalau nganter, apa narik ke Kalibata City mikir dua kali. Tapi kadang ada yang berani costumer-nya lawan tukang ojek yang biasa, 'ngapin lu (tukang ojek lokal), duit-duit gua. Hak-hak gua, langsung aja bang," kata Ahmad kepada Suara.com di Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (7/7/2015).

Ahmad mengatakan sejak muncul reaksi negatif di sekitar kawasan Kalibata, dia memilih tidak lagi membawa atau menurunkan penumpang di dekat tukang ojek yang mangkal.

"Tapi kalau dari kitanya semenjak kejadian itu, kita hindari saja, cari aman saja," katanya.

"Kesepakatannya sekarang ke seberang, jangan di deket apartemen (Kalibata City). Soalnya saya juga kan nggak mau cari masalah, kita kan takut jiwa kita terancam, kalau tahu-tahu dari belakang diapa-apain, kan?" Ahmad menambahkan.

Ahmad mengungkapkan bukan cuma tukang ojek mangkal yang melarang Gojek beroperasi di sekitar Apartemen Kalibata City, petugas keamanan setempat juga meminta tukang ojek jangan masuk kawasan.

"Dia (satpam apartemen Kalibata City) ngomongnya halus: 'Pak maaf pak mendingan keluar aja, nanti saya yang di marahin'," kata Ahmad.

Beberapa waktu yang lalu, CEO PT. Gojek Indonesia Nadiem Makarim mengatakan hingga saat ini perusahaannya telah memiliki 10 ribu tukang ojek atau driver.

Hal itu disampaikan Nadiem saat peluncuran Gojek Street Smart Program Safety Riding Training bersama dengan Rifat Drive Labs di Midtown (Ex Twenty8) di Jalan Tulodong Atas 28, SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (30/6/2015)

Ribuan driver Gojek tersebut, katanya, baru yang tersebar di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, Surabaya, dan Bali.

"Aplikasi kami sudah lebih kurang lima ribu mendownload aplikasi kami," kata dia.

Dia berharap dalam peluncuran program bisa diaplikasikan para driver Gojek agar bisa lebih meningkatkan kualitas berkendara dan memberikan keamanan dan kenyamanan para pengguna aplikasi Gojek.

"Kita ingin terus meningkatkan keamanan. Kita kolaborasi bersama perusahaan Rifat Sungkar untuk menggelar safety ridding," katanya.

Nadiem mengatakan perusahaannya juga membentuk tim khusus untuk menangani gesekan-gesekan antara tukang ojek anggota Gojek dan tukang ojek lama. Gesekan kerap muncul lantaran adanya perebutan penumpang.

"Kalau benar ada tindakan kekerasan dan ancaman, kami menyediakan tim spesial satgas yang langsung turun ke lapangan untuk nangani masalah," kata Nadiem.

Satgas, kata Nadiem, akan diterjunkan untuk menangani apabila ada masalah di lapangan.

"Kita redakan tensi-tensi yang ada, kita turun ke lapangan langsung jelasin kalau Gojek bukan bermaksud untuk berkompetisi dengan mereka," katanya.

"Kalau ada tindakan fisik, kita akan langsung serahkan ke pihak yang berwajib," Nadiem menambahkan.

Nadiem mengungkapkan saat ini secara bertahap tukang ojek yang biasa mangkal bergabung dengan Gojek. Sejauh ini, di Jabodetabek, Surabaya, dan Bali, sudah ada 10 ribu driver atau tukang ojek.

"Yang media nggak tahu itu, setelah banyak tensi, ojek pangkalan ramai-ramai datang ke kita minta gabung ke Gojek. Ini satu hal yang perlu diketahui," kata Nadiem.

BERITA MENARIK LAINNYA: 

Walau Dianggap Maling, Banyak Orang Mau Gabung Gojek

Banyak Dimusuhi, Begini Siasat Pengemudi Go-jek

Pengemudi Gojek Ini Simpan Foto Penumpang Cantik

Galau Ganti Kelamin, Caitlyn Jenner Kirim Surat Terbuka

Tebak, Berapa Usia Perempuan Cantik Ini?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gojek dan Transjakarta Segera Luncurkan Aplikasi Go Busway

Gojek dan Transjakarta Segera Luncurkan Aplikasi Go Busway

Tekno | Selasa, 30 Juni 2015 | 19:25 WIB

Bos Gojek: Bisnis Tak Selalu Soal Cari Duit

Bos Gojek: Bisnis Tak Selalu Soal Cari Duit

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2015 | 18:39 WIB

Sering Gesekan Di Lapangan, Satgas Gojek Diturunkan

Sering Gesekan Di Lapangan, Satgas Gojek Diturunkan

News | Selasa, 30 Juni 2015 | 18:10 WIB

Kini, Gojek Miliki 10 Ribu Driver di Jabodetabek

Kini, Gojek Miliki 10 Ribu Driver di Jabodetabek

News | Selasa, 30 Juni 2015 | 17:00 WIB

Bos Gojek Sebut Grab Bike Cuma Bisa Meniru

Bos Gojek Sebut Grab Bike Cuma Bisa Meniru

News | Selasa, 30 Juni 2015 | 16:32 WIB

Sebelum Gabungkan Transjakarta dan Gojek, Ahok Disuruh Baca UU

Sebelum Gabungkan Transjakarta dan Gojek, Ahok Disuruh Baca UU

News | Kamis, 25 Juni 2015 | 12:00 WIB

Terkini

Mengapa Penebangan Hutan Bisa Membuat Banjir Semakin Sering Terjadi?

Mengapa Penebangan Hutan Bisa Membuat Banjir Semakin Sering Terjadi?

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:55 WIB

KPK Periksa Kepala Divisi LPEI Terkait Dugaan Korupsi Kredit yang Rugikan Negara Rp11 Triliun

KPK Periksa Kepala Divisi LPEI Terkait Dugaan Korupsi Kredit yang Rugikan Negara Rp11 Triliun

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:48 WIB

Suara Bising 24 Jam dan Teror Limbah: Jeritan Warga Rantau Bakula Menuntut Keadilan ke Jakarta

Suara Bising 24 Jam dan Teror Limbah: Jeritan Warga Rantau Bakula Menuntut Keadilan ke Jakarta

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:45 WIB

24,5 Persen Anak Jambi 'Fatherless', Gubernur Sebut Jadi Pemicu Remaja Gabung Geng Motor

24,5 Persen Anak Jambi 'Fatherless', Gubernur Sebut Jadi Pemicu Remaja Gabung Geng Motor

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:45 WIB

Lewat Surat Internal, Megawati Tegaskan PDIP Tak Ambil Jalur Oposisi

Lewat Surat Internal, Megawati Tegaskan PDIP Tak Ambil Jalur Oposisi

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:44 WIB

Banyak Salah Sasaran, Cak Imin Minta Orang Kaya Tak Lagi Ngaku Miskin di BPJS Kesehatan

Banyak Salah Sasaran, Cak Imin Minta Orang Kaya Tak Lagi Ngaku Miskin di BPJS Kesehatan

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:43 WIB

Komedian Narji Resmi 'Pindah Kapal' dari PKS ke PSI, Siap Tempur untuk Pemilu 2029

Komedian Narji Resmi 'Pindah Kapal' dari PKS ke PSI, Siap Tempur untuk Pemilu 2029

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:36 WIB

Prabowo Berbisik ke Titiek Soeharto, Lalu Berfoto Bertiga dengan Narendra Modi di Prambanan

Prabowo Berbisik ke Titiek Soeharto, Lalu Berfoto Bertiga dengan Narendra Modi di Prambanan

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:30 WIB

Dihadang saat Mau Geruduk BGN, Orator Demo MBG Sebut 1,5 Juta Pekerja Terancam: Negara Harus Hadir!

Dihadang saat Mau Geruduk BGN, Orator Demo MBG Sebut 1,5 Juta Pekerja Terancam: Negara Harus Hadir!

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:27 WIB

Kejagung 'Obrak-abrik' PT PMM di Surabaya, Sita Dokumen dan Boyong Tersangka ke Jakarta

Kejagung 'Obrak-abrik' PT PMM di Surabaya, Sita Dokumen dan Boyong Tersangka ke Jakarta

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:17 WIB

×