Kronologi Penusukan Dua Prajurit Kostrad di Sulsel

Senin, 13 Juli 2015 | 12:19 WIB
Kronologi Penusukan Dua Prajurit Kostrad di Sulsel
Ilustrasi pembunuhan (Freedigitalphotos/Toa55)
Panglima Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan‎ Darat (Kostrad), Letnan Jenderal Mulyono menjelaskan kronologi penusukan oleh sekelompok orang tak dikenal terhadap dua anak buahnya pada Senin (13/7/2015) dini hari di Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa-Makassar, Sulawesi Selatan. 
 
Menurut Mulyono, kejadian itu bermula ketika dua anggota Kostrad, Pratu Aspin Mallobasang, anggota Yonif L 433/JS Kostrad dan Pratu Fatku Rahman anggota Brigif L-3/K, tengah menonton festival bedug di area parkir lapangan Syekh Yusuf. Saat itu mereka minum kopi dan tiba-tiba didatangi sekitar 20 orang. Salah seorang diantaranya sempat bertanya kepada korban, mereka tentara atau Polisi, kemudian korban menjawab anggota TNI. 
 
"‎Tanpa alasan yang jelas, mereka langsung mengeroyok dan menusuk korban. Pratu Fatku Rahman mengalami luka tusuk di bagian punggung dan perut dan Pratus Aspin pada bagian dada sebelah kiri, setelah itu pelaku melarikan diri," ungkapnya.
 
Berdasarkan saksi mata yang berada di lokasi, salah satu pelaku berambut pendek, berkopiah hitam dan berbadan tegap serta mengendarai sepeda motor Scorpio berwarna silver bervariasi hitam. Dengan dibantu masyarakat, kedua korban sempat dibawa ke rumah sakit Pelamonia Makassar. Pratu Aspin yang menderita luka serius di dada kiri langsung dirujuk ke RS Wahidin Makassar, namun nyawanya tak tertolong, tiba di rumah sakit ia meninggal dunia. Namun Pratu Fatku masih dalam perawatan.
 
"Kasus penusukan ini merupakan kriminal murni, sehingga sepenuhnya kami serahkan kepada pihak kepolisian untuk mengungkap dan menangkap pelaku. Saat ini Polisi masih mengejar pelaku dan komplotannya," tandasnya.
 
Atas kejadian ini, Mulyono juga memerintahkan kepada seluruh anak buahnya untuk tidak terprovokasi dan terpancing oleh peristiwa tersebut. 
 
"Saya minta kepada semua prajurit Kostrad untuk tidak terpancing, dan tetap profesional, petuh pada hukum. Prajurit harus mengerti siapa kawan dan siapa lawan. Kejadian ini bisa merupakan rekayasa kelompok tertentu yang tidak ingin TNI dan Polri solid," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI