Array

Ulama: Agama Jangan Dimanfaatkan untuk Ambisi Politik

Liberty Jemadu Suara.Com
Senin, 24 Agustus 2015 | 01:08 WIB
Ulama: Agama Jangan Dimanfaatkan untuk Ambisi Politik
Ilustrasi kotak suara dalam pemilihan umum (Antara).

Suara.com - Ketua Lembaga Persatuan Tokoh Islam Walisongo Kabupaten Waykanan, Lampung, KH Rofi'ul Bashori Annashih mengingatkan agama tidak dibawa-bawa untuk kepentingan politik praktis.

"Politik ya politik. Jemaah jangan dikotak-kotakkan," ujar KH Rofi'ul Bashori Annashih yang mengasuh Pondok Pesantren Roudhotul Mutaqin di Kampung/Kecamatan Bumiagung Kabupaten Waykanan, sekitar 220 km sebelah utara Kota Bandarlampung, Minggu (23/8/2015).

Salah satu petinggi Nahdlatul Ulama (NU) di Waykanan itu menganalogikan, seorang suami tidak suka jika istri tercintanya dijelek-jelekkan.

"Gambarannya seperti itu, semua punya pilihan masing-masing, sehingga jangan saling menyalahkan karena berbeda pilihan atau jago dalam pilkada," kata Kiai Bashori terkait dimintai pandangannya menjelang pemilihan kepala daerah secara serentak termasuk di Provinsi Lampung pada 9 Desember 2015.

Pada 27 Juli 2015, dua pasangan calon bupati dan wakil bupati mendaftar ke KPU Waykanan, yaitu pasangan Bustami Zainudin dan Adinata (Adin Bustami) yang diusung PDI Perjuangan, Gerindra, NasDem, dan PKB yang mendaftar siang hari.

Lalu, Raden Adipati Surya dan Edward Anthony (Berani) yang diusung Demokrat, Hanura, PKS, dan PAN mendaftar pagi hari.

"Urusan agama jangan dibawa-bawa ke politik. Jemaah mau memilih satunya silakan, mau memilih satunya lagi ya boleh. Ulama harus menghargai pilihan masing-masing jemaah dan umat. Tidak boleh mengintervensi jemaah," ujar pengasuh pondok pesantren yang menanamkan pepatah "aja eker-ekeran, sing padha rukun" (jangan saling cakar-cakaran, yang guyub rukun).

Aktivis Peradah (Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia) Lampung, I Gede Klipz Darmaja, juga berharap agama tidak dibawa berpolitik. Menurut dia, tokoh agama harus berpolitik secara dewasa dan santun.

"Tokoh agama tidak dipungkiri dalam hal politik masih menjadi rujukan umat, karena itu harus terlibat aktif membuat suasana sejuk. Jika ada dua tokoh agama mempunyai pilihan berbeda, tidak perlu membenturkan umat. Sekali lagi, agama tidak perlu dibawa berpolitik, itu tidak pas," katanya pula. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI