El Nino Terpanas Diprediksi Akhir Oktober

Ardi Mandiri

Sabtu, 03 Oktober 2015 | 06:19 WIB
El Nino Terpanas Diprediksi Akhir Oktober
Kemarau mengakibatkan petani kesulitan mendapatkan air untuk mengairi sawahnya (Antara/Rudi Mulya)

Suara.com - Peneliti Center for Information and Development Studies atau CIDES Rudi Wahyono memprediksi gelombang panas atau El Nino terpanas akan terjadi pada minggu ketiga atau menjelang akhir bulan Oktober 2015.

"Gelombang panas ini merupakan terpanas sepanjang sejarah setelah tahun 1997, dan perlu diwaspadai dampak-dampaknya," kata Rudi ketika menghadiri diskusi publik ketahanan pangan di Jakarta, Jumat (2/10/2015).

Lebih rinci, ia menjelaskan bahwa kategori El Nino terpanas adalah jika mencapai selisih tiga derajat celcius dari suhu normal. Padahal awal bulan ini sudah mencapai selisih sekitar 2,8 derajat celcius.

"Yang saya khawatirkan adalah melebihi kategori tiga derajat celcius, dan itu sangat mungkin terjadi, mengingat sekarang sudah mendekati," katanya.

Faktor permasalahan utama adalah matahari sebagai sumber energi, pada saat ini energi tersebut sedang mengalami peningkatan reaksi inti, menurut satelit Proba, solar radiatif di bumi meningkat dan gas-gas kandungan yang ada di bumi telah bereaksi terhadap matahari dengan satuan 1 watts per meter kubik, data hingga 2014.

"Tahun ini adalah El nino yang terkuat, dalam 100 tahun, tahun Super el nino atau disebut Godzilla El nino, menurut data dari Nasa, Noa, Esa (Eropa) dan Australia," kata Rudi.

Dampak dari gelombang panas tersebut adalah banyaknya nyamuk yang tumbuh secara berlebih, karena di perairan yang hangat larva nyamuk dewasa lebih cepat, sehingga potensi gangguan kesehatan terhadap nyamuk lebih besar.

Selain itu, dampak secara nyata dan langsung adalah pertanian. Dari segi pertumbuhan tanaman jelas akan terganggu, dengan banyaknya ancaman kekeringan.

"Daun-daun juga lebih cepat kering, karena fotosintesis yang berlebih, secara otomatis komuditas pangan akan menurun," katanya.

Sementara itu, Guru Besar Fakultas Pertanian IPB Dwi Andreas mengatakan bahwa Kementerian Pertanian dan BPS Juli 2015 memperkirakan bahwa produksi padi tahun 2015 justru akan meningkat sebesar 6,64 persen, dari 70,85 juta ton GKG di tahun 201enjadi 75,55 juta ton GKG atau kenaikan sebesar 4,70 juta ton yang setara dengan 3 juta ton beras.

Selain padi, produksi jagung dan kedelai juga meningkat masing-masing sebesar 8,72 persen dan 4,59 persen.

"Kenaikan produksi tiga komoditas bersamaan belum pernah terjadi sebelumnya, angka itu juga sudah perhitungan El Nino?" kata Dwi.

Dari angka tersebut kebijakan impor pangan akhirnya dihentikan, karena tambahan jagung sebesar 1,35 juta ton diperkirakan meningkat pada 1,66 juta ton.

"Memang aneh, disaat serangan El Nino data tersebut justru diprediksikan meningkat, tapi kalau dari saya tetap menurun," kata Dwi. (Antara)

BERITA MENARIK LAINNYA: 

Sinyal Aviastar yang Hilang di Sulsel Sudah Ditemukan

Anggota DPR yang Dilaporkan PRT Ternyata Anak Mantan Wapres

Perwira Polisi di Riau Diduga Lakukan Asusila

Kereta Anjlok di Surabaya, 1 Orang Meninggal

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pakar: El Nino Sekarang Sekuat Tahun 1997

Pakar: El Nino Sekarang Sekuat Tahun 1997

News | Minggu, 20 September 2015 | 09:54 WIB

BMKG Prediksi El Nino Hingga Akhir 2015

BMKG Prediksi El Nino Hingga Akhir 2015

News | Rabu, 12 Agustus 2015 | 07:10 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×