Ini Alasan Pemerintah Tak Mau Biayai Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Arsito Hidayatullah | Nikolaus Tolen | Suara.com

Minggu, 04 Oktober 2015 | 04:19 WIB
Ini Alasan Pemerintah Tak Mau Biayai Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Perawatan Rel Kereta Api

Suara.com - Megaproyek kereta api cepat rute Jakarta-Bandung akan segera dibangun dalam waktu dekat. Namun, untuk dana pembangunan rute tersebut pemerintah tidak mau mengorbankan sepeser pun uang negara(APBN) untuk membiayainya. Karena itu adalah proyek tipe bisnis to bisnis(B to B) maka semunya diserahkan kepada pihak yang nantinya ingin menggarapnya.

Menurut staf khusus Menteri Perhubungan, Hadi Mustofa Junaedi, pemerintah hanya ingin fokus terhadap pembuatan jalur kereta api di wilayah di luar Jawa.Hal itu dikarenakan agar ketimpangan ekonomi tidak terjadi terus menerus antara wilayah Jawa dengan yang lainnya.

"Intinya proyek kerera api cepat rute Jakarta Bandung ini, pemerintah tidak mau biayai, karena ingin fokus bangun jalur kereta di luar Pulau Jawa dulu. Nanti, kalau dibangun di Jawa terus ketimpangan ekonominya semakin besar," kata Hadi di Gado-Gado Boplo Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu(3/10/2015).

Dengan begitu kata dia, pihaknya tidak mendahulukan pembangunan jalur kereta api cepat rute Jakarta Surabaya. Dan untuk saat ini pemerintah, kata Hadi masih fokus untuk pembangunan jalur kereta api di Wilayah Kalimantan, Sulawesi, Trans Sumatera, dan Papua.

"Saat ini Sulawesi kita sudah mulai, tahap pertama kita bangun dari Makassar sampai Pare-pare, kita targetkan selesai tahun 2017. Tahap kedua dari Pare-Pare ke Manado, kita targetkan tahun 2019," jelas Hadi.

Sementara untuk panjangnya rute yang mau dibangun, Hadi menjelaskan bahwa untuk semua daerah berbeda, begitu pula dengan anggaran yang dikeluarkan. Dalam rencana yang semuanya ditargetkan selesai pada Tahun 2019 mendatang tersebut, Kalimantan sepanjang 2424 kilometer dengan anggaran 22,9 triliun rupiah. Sementara untuk Sulawesi sendiri panjang jalurnya 1772 kilometer dengan anggaran 31,25 triliun rupiah. Begitu juga dengan wilayah Papua yang rencananya akan dibangun dalam waktu dekat, meskipun harus bertahap.

"Kalau untuk Trans Sumatera kitakan tinggal mau menyambungkan jalur-jalur saja, karena selama ini belum terhubung satu daerah dengan yang lainnya. Nanti kita akan hubungkan dari Aceh hingga Lampung. Kita juga akan reaktivasi kembali jalur-jalur lama yang tidak terpakai lagi. Rencananya kita selesaikan tahun 2019 sudah bisa terhubungkan," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gagal Dapat Kereta Cepat, Jepang Jadi Kontraktor Power Plant

Gagal Dapat Kereta Cepat, Jepang Jadi Kontraktor Power Plant

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2015 | 20:35 WIB

Jepang Pastikan Tak Ikut Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Jepang Pastikan Tak Ikut Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Bisnis | Rabu, 30 September 2015 | 18:05 WIB

Jepang Sesalkan Indonesia Pilih Cina Bangun Kereta Cepat

Jepang Sesalkan Indonesia Pilih Cina Bangun Kereta Cepat

News | Rabu, 30 September 2015 | 10:05 WIB

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Turunkan Standar Kecepatan

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Turunkan Standar Kecepatan

News | Selasa, 29 September 2015 | 15:00 WIB

Terkini

Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan

Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan

News | Selasa, 14 April 2026 | 21:51 WIB

Bisa Jadi Pintu Masuk HIV: 19 dari 20 Remaja Jakarta Terinfeksi Penyakit Menular Seksual

Bisa Jadi Pintu Masuk HIV: 19 dari 20 Remaja Jakarta Terinfeksi Penyakit Menular Seksual

News | Selasa, 14 April 2026 | 21:45 WIB

Begal Petugas Damkar Ditangkap di Hotel Pluit, Polisi: Masih Ada 4 Pelaku yang Buron!

Begal Petugas Damkar Ditangkap di Hotel Pluit, Polisi: Masih Ada 4 Pelaku yang Buron!

News | Selasa, 14 April 2026 | 21:07 WIB

Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani

Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani

News | Selasa, 14 April 2026 | 20:35 WIB

Perintah Tegas Pramono ke Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral, Jalan Rusak Harus Cepat Ditangani!

Perintah Tegas Pramono ke Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral, Jalan Rusak Harus Cepat Ditangani!

News | Selasa, 14 April 2026 | 20:31 WIB

Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati

Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati

News | Selasa, 14 April 2026 | 20:08 WIB

Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029

Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029

News | Selasa, 14 April 2026 | 19:39 WIB

Andi Widjajanto: Selat Malaka Adalah Choke Point yang Bisa Seret Indonesia ke Konflik Global

Andi Widjajanto: Selat Malaka Adalah Choke Point yang Bisa Seret Indonesia ke Konflik Global

News | Selasa, 14 April 2026 | 19:03 WIB

Produk Makanan Segera Punya Label Gula, Garam, Lemak Level A-D: Dari Sehat hingga Berisiko

Produk Makanan Segera Punya Label Gula, Garam, Lemak Level A-D: Dari Sehat hingga Berisiko

News | Selasa, 14 April 2026 | 19:00 WIB

Sebut Prabowo-Gibran Beban Bangsa, Dosen UNJ Ubedilah Badrun Resmi Dipolisikan

Sebut Prabowo-Gibran Beban Bangsa, Dosen UNJ Ubedilah Badrun Resmi Dipolisikan

News | Selasa, 14 April 2026 | 19:00 WIB