Perintah Kapolri untuk Tindak Pelaku Pembakaran Lahan

Pebriansyah Ariefana

Sabtu, 10 Oktober 2015 | 03:29 WIB
Perintah Kapolri untuk Tindak Pelaku Pembakaran Lahan
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi Badrodin Haiti meminta kepala kepolisian daerah di Sumatera dan Kalimantan menindak pelaku pembakar hutan dan lahan. Di sana terjadi bencana kabut asap.

"Pelaku pembakar hutan dan lahan terutama perusahaan perkebunan dan hutan tanaman industri (HTI) harus ditindak tegas karena telah menyengsarakan banyak masyarakat," kata Kapolri saat mendampingi Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan memantau perkembangan penanggulangan bencana kabut asap di Palembang, Jumat (9/10/2015).

Dia mengklaim banyak pelaku pembakar hutan dan lahan baik perorangan maupun korporasi yang ditangani penyidik Mabes Polri, polda, dan polres. Bahkan beberapa tersangka pelaku pembakar hutan dan lahan yang menjadi salah satu penyebab bencana kabut asap sekarang ini telah diajukan ke pengadilan.

Tindakan tegas tersebut perlu dilakukan untuk memberikan pelajaran kepada masyarakat dan pihak perusahaan agar pada musim kemarau tahun-tahun berikutnya tidak lagi melakukan pembakaran untuk membuka atau membersihkan lahan perkebunan.

Sementara Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Iza Fadri ketika mendampingi kapolri menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan tindakan hukum terhadap masyarakat, perusahaan perkebunan dan HTI yang diduga secara sengaja melakukan pembakaran lahan. Saat ini sudah ada beberapa tersangka dari perseorangan dan korporasi, dan terus mengincar beberapa tersangka baru dengan berupaya mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti pembakaran terutama dari perusahaan yang kini dalam proses pemeriksaan.

"Sekarang ini terus dilakukan pemeriksaan sejumlah masyarakat serta perusahaan perkebunan, dan HTI jika yang bersangkutan cukup bukti membakar hutan/lahan secara sengaja dan tidak berupaya mencegah kebakaran di atas lahan yang dikuasainya akan ditingkatkan statusnya sebagai tersangka," ujarnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mensos Janjikan Dana Bantuan Asap, Tapi Belum Disalurkan

Mensos Janjikan Dana Bantuan Asap, Tapi Belum Disalurkan

News | Jum'at, 09 Oktober 2015 | 22:31 WIB

KPAI: Tanggung Jawab soal Asap, Kemenkes Jangan Hanya Beri Masker

KPAI: Tanggung Jawab soal Asap, Kemenkes Jangan Hanya Beri Masker

News | Jum'at, 09 Oktober 2015 | 17:53 WIB

Berhasil Padamkan Ribuan Titik Api, TNI Teruskan Kerja

Berhasil Padamkan Ribuan Titik Api, TNI Teruskan Kerja

News | Jum'at, 09 Oktober 2015 | 17:29 WIB

Indonesia Minta Bantuan Pesawat Pemadam dari Australia

Indonesia Minta Bantuan Pesawat Pemadam dari Australia

News | Jum'at, 09 Oktober 2015 | 13:22 WIB

Tinjau Penanganan Asap, Jokowi Mampir ke Rumah Bung Hatta

Tinjau Penanganan Asap, Jokowi Mampir ke Rumah Bung Hatta

News | Jum'at, 09 Oktober 2015 | 08:17 WIB

Peneliti: Kabut Asap Bukan Bencana, tapi Tragedi

Peneliti: Kabut Asap Bukan Bencana, tapi Tragedi

News | Jum'at, 09 Oktober 2015 | 06:28 WIB

Sudah 32.860 Warga Sumsel Derita ISPA Akibat Asap

Sudah 32.860 Warga Sumsel Derita ISPA Akibat Asap

Health | Kamis, 08 Oktober 2015 | 22:47 WIB

Bentuk Panja, Komisi IV Cari Perusahaan yang Terlibat Pembakaran

Bentuk Panja, Komisi IV Cari Perusahaan yang Terlibat Pembakaran

News | Kamis, 08 Oktober 2015 | 20:43 WIB

Atasi Kabut Asap, Indonesia Kerahkan 25 Pesawat

Atasi Kabut Asap, Indonesia Kerahkan 25 Pesawat

News | Kamis, 08 Oktober 2015 | 21:36 WIB

Unik, Cara Orang Singapura Ini Bantu Atasi Kebakaran di Indonesia

Unik, Cara Orang Singapura Ini Bantu Atasi Kebakaran di Indonesia

News | Kamis, 08 Oktober 2015 | 19:34 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×