Menang Pemilu, Suu Kyi Tak Bisa Langsung Berkuasa di Myanmar

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 11 November 2015 | 01:05 WIB
Menang Pemilu, Suu Kyi Tak Bisa Langsung Berkuasa di Myanmar
Aung San Suu Kyi memberikan suaranya di Yangon. (Reuters/Jorge Silva)

Suara.com - Tokoh demokrasi Myanmar, Aung San Suu Kyi tidak mempunyai jalan mulus untuk langsung duduk di kursi presiden setelah partainya NLD menang dalam pemilu langsung pekan lalu. Aturan itu dibuat penguasa Myanmar masa lalu yang dipimpin militer.

Hanya saja dalam wawacara dengan BBC, Suu Kyi menegaskan menentang upaya militerr yang menghalangi proses demokrasi. Dia ingin menunjukan jika partainya menang.

Aturan junta militer yang menghalangi Suu Kyi menjadi presiden tertuang dalam aturan konstitusi. Sebab Suu Kyi mempunyai anak-anak yang berkewarganegaraan asing.

Menurut Suu Kyi kalau pun tidak jadi presiden, presiden terpilih nanti akan membuat aturan-aturan yang tidak mengekang.

"membuat semua keputusan sebagai pemimpin partai yang menang," kata Suu Kyi yang melanjutkan mengatakan jika presiden selanjutnya akan mempunyai wewenang.

Pekan lalu NLD menang telak dari penguasa Myanmar lama. Kebenangan 250 kursi dari 330 kursi di parlemen membuat NLD leluasa membuat aturan dan mengganti aturan lama. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Partai Berkuasa Myanmar Akhirnya Mengaku Kalah!

Partai Berkuasa Myanmar Akhirnya Mengaku Kalah!

News | Selasa, 10 November 2015 | 10:40 WIB

Amerika Ucapkan Selamat ke Rakyat Myanmar

Amerika Ucapkan Selamat ke Rakyat Myanmar

News | Selasa, 10 November 2015 | 06:31 WIB

Partai Berkuasa Myanmar Akui Kemenangan Suu Kyi

Partai Berkuasa Myanmar Akui Kemenangan Suu Kyi

News | Selasa, 10 November 2015 | 06:02 WIB

Pendukung Yakin Partai Aung San Suu Kyi Menang Besar

Pendukung Yakin Partai Aung San Suu Kyi Menang Besar

News | Senin, 09 November 2015 | 14:19 WIB

Myanmar Gelar Pemilu Multipartai Perdana

Myanmar Gelar Pemilu Multipartai Perdana

News | Minggu, 08 November 2015 | 10:31 WIB

Politisi Minoritas di Tengah Diskriminasi Muslim Myanmar

Politisi Minoritas di Tengah Diskriminasi Muslim Myanmar

News | Minggu, 01 November 2015 | 13:06 WIB

Myanmar Teken MoU Gencatan Senjata dengan 8 Militan

Myanmar Teken MoU Gencatan Senjata dengan 8 Militan

News | Kamis, 15 Oktober 2015 | 06:37 WIB

Presiden Myanmar Dituntut atas Tuduhan Pembantaian Etnis Rohingya

Presiden Myanmar Dituntut atas Tuduhan Pembantaian Etnis Rohingya

News | Selasa, 06 Oktober 2015 | 14:33 WIB

Bank Sentral Myanmar Bantah Rumor Soal Penutupan Bank

Bank Sentral Myanmar Bantah Rumor Soal Penutupan Bank

News | Rabu, 19 Agustus 2015 | 10:45 WIB

Banjir Parah di Myanmar Telan 103 Korban Jiwa

Banjir Parah di Myanmar Telan 103 Korban Jiwa

News | Rabu, 12 Agustus 2015 | 14:35 WIB

Terkini

Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal

Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal

News | Senin, 06 Juli 2026 | 22:15 WIB

WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta

WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta

News | Senin, 06 Juli 2026 | 21:40 WIB

Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?

Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?

News | Senin, 06 Juli 2026 | 21:35 WIB

Bulog Respon Cepat Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Penanganan Gudang Karawang

Bulog Respon Cepat Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Penanganan Gudang Karawang

News | Senin, 06 Juli 2026 | 21:27 WIB

Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan

Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:57 WIB

Rumor 'Orang Dalam' Bocorkan OTT Kuansing Mencuat, KPK: Itu Cuma Spekulasi!

Rumor 'Orang Dalam' Bocorkan OTT Kuansing Mencuat, KPK: Itu Cuma Spekulasi!

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:55 WIB

Soroti Fenomena 'Rule by Law', Eks Ketua KY Sebut Hukum Dibajak Oligarki Demi Proyek Elite

Soroti Fenomena 'Rule by Law', Eks Ketua KY Sebut Hukum Dibajak Oligarki Demi Proyek Elite

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:48 WIB

Kemendagri Koordinasikan Usulan BSPS dari Daerah untuk Perkuat Program Perumahan

Kemendagri Koordinasikan Usulan BSPS dari Daerah untuk Perkuat Program Perumahan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:42 WIB

Bukan Cuma Jakarta, PM Narendra Modi ke Yogyakarta Demi Restorasi Candi Prambanan

Bukan Cuma Jakarta, PM Narendra Modi ke Yogyakarta Demi Restorasi Candi Prambanan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 19:58 WIB

Online Scam hingga Ancaman Privasi: Era AI Butuh Tata Kelola Ruang Digital Berbasis HAM

Online Scam hingga Ancaman Privasi: Era AI Butuh Tata Kelola Ruang Digital Berbasis HAM

News | Senin, 06 Juli 2026 | 19:42 WIB

×