Teror Rekaman ISIS untuk Indonesia, BNPT: Dugaan Awal Itu Santoso

Pebriansyah Ariefana | Erick Tanjung | Suara.com

Senin, 23 November 2015 | 16:21 WIB
Teror Rekaman ISIS untuk Indonesia, BNPT: Dugaan Awal Itu Santoso
Teror ISIS via media internet. (shutterstock)

Suara.com - Kelompok gerakan ekstrem diduga anggota ISIS Indonesia merilis ancaman teror terhadap Pemerintah. Teror menggunakan media audio atau rekaman suara atas nama Santoso Abu Wardah itu disampaikan melalui media sosial dari akun Facebook Muhammad Bahrunnaim Anggih Tamtomo, Senin (23/11/2015) dinihari tadi.

‎Santoso sendiri diketahui sebagai pemimpin Mujahidin Indonesia Timur, kelompok teroris yang kini menjadi buronan Datasemen Khusus 88 Antiteror Polri.

Staf Ahli Deputi Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Wawan Hari Purwanto membenarkan rekaman audio teror itu adalah ‎Santoso. Namun perlu uji forensi untuk memastikan suara dalam rekaman tersebut.

"Kalau dugaan awal betul, tetapi harus diversifikasi dengan para ahli forensik dulu," ‎kata Wawan saat dihubungi, Senin siang.

Menurut dia ancaman kelompok ISIS melalui media sosial itu sudah biasa. Dan mereka juga sudah kerab melakukan aksi teror dengan meladakkan bom di beberapa negara, maka Pemerintah perlu mewaspadai dan mengambil tindakan.

"Ancaman seperti itu kan sering mereka ucapkan, bom juga sudah beberapa kali terjadi‎, jadi ini bukan hal baru. Oleh karena itu (semua pihak) harus sadar bahwa ancaman itu tetap ada," ujarnya.

Untuk mengantisipasi gerakan kelompok ekstrim itu, lanjutnya, aparat keamanan telah mengambil langkah-langkah untuk menangani permasalahan itu. BNPT bersama Kepolisian dan stake holder lain juga telah berkoordinasi untuk melakukan pencegahan.

"Sudah dilakukan (antisipasi). Kami juga terus berkoordinasi, karena ini mengangkut pencegahan. Sehingga informasi apapun yang kami dapat terkait dugaan ancaman tetap kami tampung," kata dia.

BNPT juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak terprovokasi atas gerakan propaganda kelompok akstrim tersebut.

"Kami juga minta kepada masyarakat untuk tidak terpancing dengan propaganda semacam ini, karena hal semacam ini sudah sering terjadi," katanya.

Berikut isi ancaman kelompok ekstrem yang diduga dilakukan oleh Santoso tersebut melalui Facebook:

Pesan dari Komandan.
Komandan udah menyerukan pertaubatan, maka langkah selanjutnya adalah terserah anda...
Kepada para pejabat pemerintah Indonesia!
Bertaubatlah, Kembalikan hak Allah yang telah kalian rampas!
Sebelum datang kepada kalian , hari-hari yg tak bermanfaat lagi pertaubatan
Kalian jangan sombong, sungguh pejabat-pejabat di irak telah diseru, kemudian mereka sombong
Maka yang telah datang adalah pistol-pistol peredam, dan ranjau ranjau yang menghantam
Dan pejabat pejabat di Mesir telah di ingatkan, tetapi mereka congkak
Maka yang mengingatkan mereka selanjutnya adalah berondongan senapan dan pembantaian
Maka ambillah pelajaran, karena kami adalah tentara Dawlah Islam, yang sedang mengingatkan kalian!
Yang kalian percaya atau tidak percaya, suka atau tidak suka, rela atau tidak rela Panji Hitam ini akan berkibar dengan izin Allah di atas Istana Merdeka

(Santoso Abu Wardah AsySyarqi Hafidzahullah)

BERITA MENARIK LAINNYA:

Bom Pesawat Metrojet Meledak di Bawah Bangku Gadis Cantik Ini

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

PBB Setujui Gempur ISIS dengan Segala Cara

PBB Setujui Gempur ISIS dengan Segala Cara

News | Sabtu, 21 November 2015 | 14:30 WIB

Ansyaad Mbai: "Wake Up Call" Teror ISIS di Indonesia

Ansyaad Mbai: "Wake Up Call" Teror ISIS di Indonesia

wawancara | Senin, 23 November 2015 | 07:00 WIB

Warganya Jadi Korban, Militer AS Campuri Wilayah Keamanan Mali

Warganya Jadi Korban, Militer AS Campuri Wilayah Keamanan Mali

News | Sabtu, 21 November 2015 | 10:12 WIB

Tentara Rusia Tulis Pesan Khusus untuk ISIS di Bomnya

Tentara Rusia Tulis Pesan Khusus untuk ISIS di Bomnya

News | Sabtu, 21 November 2015 | 06:07 WIB

Beijing Bersumpah 'Kejar' ISIS Penjagal Warganya

Beijing Bersumpah 'Kejar' ISIS Penjagal Warganya

News | Jum'at, 20 November 2015 | 20:17 WIB

Terkini

Bantah Ramal Indonesia Bakal Chaos, JK: Itu Said Didu, Bukan Saya

Bantah Ramal Indonesia Bakal Chaos, JK: Itu Said Didu, Bukan Saya

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:35 WIB

Catat! Ini 7 Rumah Sakit di Jawa Tengah yang Layani Visum Gratis bagi Korban Kekerasan

Catat! Ini 7 Rumah Sakit di Jawa Tengah yang Layani Visum Gratis bagi Korban Kekerasan

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:31 WIB

Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Sentil Iran, Mojtaba Khamenei Balas Menohok

Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Sentil Iran, Mojtaba Khamenei Balas Menohok

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:27 WIB

Megawati Ungkap Bahaya Pangkalan Militer Asing, Serukan Dasa Sila Bandung

Megawati Ungkap Bahaya Pangkalan Militer Asing, Serukan Dasa Sila Bandung

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:19 WIB

PBB Dinilai Tak Relevan, Megawati Desak Reformasi Total: Hapus Veto, Pakai Pancasila

PBB Dinilai Tak Relevan, Megawati Desak Reformasi Total: Hapus Veto, Pakai Pancasila

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:07 WIB

Sebut Tuntutan Kasus LNG Tidak Utuh, Nandang Sutisna: Kerugian Parsial Jangan Dipaksakan Jadi Pidana

Sebut Tuntutan Kasus LNG Tidak Utuh, Nandang Sutisna: Kerugian Parsial Jangan Dipaksakan Jadi Pidana

News | Minggu, 19 April 2026 | 08:04 WIB

Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit

Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit

News | Sabtu, 18 April 2026 | 22:00 WIB

Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU

Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU

News | Sabtu, 18 April 2026 | 21:54 WIB

TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!

TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!

News | Sabtu, 18 April 2026 | 21:06 WIB

Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat

Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:53 WIB