Kronologis Kematian Allya Siska Usai Terapi Chiropractic

Ririn Indriani | Firsta Nodia | Suara.com

Jum'at, 08 Januari 2016 | 17:17 WIB
Kronologis Kematian Allya Siska Usai Terapi Chiropractic
Mantan petinggi PLN, Alfian Helmy yang merupakan ayah dari Allya Siska Nadya saat menggelar Jumpa pers terkait kematian putrinya usai Terapi Chiropractic di Jakarta, Jumat (8/1/2016). (Foto: suara.com/Firsta Nodia)

Suara.com - Agustus 2015, mantan petinggi PLN, Alfian Helmy dan keluarganya harus menelan pil pahit menyusul kepulangan putri bungsunya, Allya Siska Nadya.

Pasalnya, sang putri meninggal usai menjalani terapi chiropractic untuk menyembuhkan keluhan nyeri di bagian lehernya.

Dalam temu media yang dihelatnya pada Jumat, (8/1/2015) di bilangan Senayan, Alfian menuturkan, putrinya mengalami sakit luar biasa di bagian leher, bahu, lengan dan pinggangnya hingga harus dibawa ke Unit Gawat Darurat RSPI.

"Saya lihat sendiri bagaimana dia merasakan sakit luar biasa pada leher sampai lengan dan pinggangnya. Dia beteriak "sakit, sakit, sakit!", ujar Alfian mengawali cerita.

Jauh sebelum kondisi ini terjadi, Siska memang kerap memiliki keluhan di bagian leher akibat kebiasaannya menggendong ransel berisi laptop. Biasanya untuk mengatasi nyeri ini, Siska menjalani fisioterapi yang memang diakui di dunia medis.

Namun kala itu ia berencana pergi ke Prancis untuk melanjutkan studi S2-nya. Sebelum berangkat Allya mengatakan keinginannya untuk mengatasi keluhan di bagian leher dan tulang belakangnya terlebih dahulu.

BACA JUGA: 

Kronologis Mirna Meninggal Usai Minum Kopi di GI, Sempat Jatuh

"Pada saat di pergi ke Pondok Indah Mal, dia melihat promo di klinik Chiropractic First tersebut yang diklaim bisa mengatasi kelainan tulang belakang. Dari situ dia pun mendatangi klinik tersebut untuk mengonsultasikan keluhannya," imbuhnya.

Pertama kali berkonsultasi pada 5 Agustus, Siska, kata Alfian, langsung ditangani oleh dokter asing bernama Randall Caferty. Ia ditawarkan paket terapi sebanyak 40 kali.

Namun Siska menolak karena harus berangkat ke Prancis pada 18 Agustus 2015. "Dengan enteng Randall menawarkan dilakukan terapi dua kali sehari. Kemudian dia berkata, kalau nanti kamu kembali (ke Indonesia) paket itu bisa kamu pakai. Kenapa saya tahu, karena ibunya ikut mendampingi Siska saat dilakukan konsultasi," imbuh Alfian.

Setelah setuju dengan penawaran Randall, Siska kembali mendatangi klinik tersebut pada 6 Agustus 2015. Ia juga membayar lunas paket terapi sebesar 17 juta. Dengan kesepakatan dua kali sehari, Siska menjalani terapi pada pukul 1 siang dan 5 sore.

Namun sang ibu terkejut karena tindakan yang dilakukan Randall sangat singkat dengan gerakan yang nampaknya membuat Siska tak nyaman.

"Kurang lebih terapinya hanya 5 menit dan ada gerakan yang membuat ibunya Siska cukup syok kenapa seperti itu," terangnya.

Sepulang dari terapi, bukannya mendapat kesembuhan, Siska justru mengerang kesakitan. Dini hari, Siska dibawa ke UGD RSPI untuk mendapat penanganan. Nahas, kondisinya semakin menurun, hingga pukul 05.45 pada 7 Agustus 2015, Alfian mendapati detak jantung putrinya semakin lemah.

"Dokter minta izin ke saya untuk melakukan pompa jantung dengan harapan bisa tertolong. Dilakukan 30 menit. Hingga akhirnya Siska menghembuskan napas terakhir," sambungnya.

Merasa banyak kejanggalan dalam kasus kematian putrinya, Alfian dan keluarganya pun melakukan investigasi kecil-kecilan. Ketiga anaknya yang lain mendatangi klinik Chiropractic First untuk mendapatkan kejelasan mengenai surat-surat resmi dan pengakuan langsung dari sang dokter, Randall.

Hal ini dilakukannya setelah melakukan konsultasi terhadap dokter spesialis tulang di RSPI yang pernah menangani keluhan Siska pada 2014.

"Pada 11 Agustus, ibu bersama anak saya yang lain pergi ke dokter Luthfi di RSPI dan melaporkan bahwa Siska sudah tidak ada setelah menjalani terapi. Dokter terkejut kenapa Siska sampai meninggal dunia. Atas saran beliau, kami berniat memprosesnya secara hukum," sambungnya.

Keluarga pun melaporkan kasus dugaan malapraktik oleh dokter asing ini ke Polda Metro Jaya pada 12 Agustus 2015. Sejak itu, sudah dua kali Randall mangkir dari panggilan polisi.

Belakangan diketahui bahwa Randall sudah kembali ke negara asalnya, Amerika. Kabar meninggalnya Siska usai menjalani terapi chiropractic ini pun tersebar ke Dinas Kesehatan DKI Jakarta dan pihak berwenang lainnya.

Berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan Dinkes DKI ditemukan bahwa klinik ini tak mengantongi izin. Penyegelan pun dilakukan di delapan klinik Chiropractic First yang berlokasi di Jakarta.

Keluarga pun berharap agar kematian Siska bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk berhati-hati memilih klinik pengobatan, sekaligus mendesak pihak kepolisian untuk mengusutnya secara tuntas.

"Kami sangat meminta kepada kepolisian, atau Pihak Polda untuk menghadirkan Randall. Pihak Klinik First juga sebaiknya kooperatif memberikan keterangan kepada pihak berwajib agar kasus ini jelas setelah lima bulan kepergian putri kami," harap Alfian.

BERITA MENARIK LAINNYA: 

Ada Janin di Perut Lelaki Ini

Terlalu Banyak Gunakan Deodoran Remaja Ini Tewas Keracunan

Percakapan Kocak Syahrini Ngomong Sunda, Maia Ngomong Jawa

Selama Ini, Manusia Mencari Alien di Tempat yang Salah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kasus Chiropractic First, Pondok Indah Mall Percaya Polisi

Kasus Chiropractic First, Pondok Indah Mall Percaya Polisi

News | Jum'at, 08 Januari 2016 | 15:41 WIB

Kasus Chiropractic First, Info Soal Dokter Randall Dicari

Kasus Chiropractic First, Info Soal Dokter Randall Dicari

News | Jum'at, 08 Januari 2016 | 14:05 WIB

Dinkes DKI Belum Temui Dugaan Malpraktik Klinik Chiropatic First

Dinkes DKI Belum Temui Dugaan Malpraktik Klinik Chiropatic First

News | Kamis, 07 Januari 2016 | 17:10 WIB

Praktisi Chiropractic Asal AS Ternyata Residivis

Praktisi Chiropractic Asal AS Ternyata Residivis

News | Kamis, 07 Januari 2016 | 16:46 WIB

Terkini

Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK

Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:57 WIB

Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam

Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:45 WIB

Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu

Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:07 WIB

Dasco Dukung Putusan MK soal Parpol Tanpa 30 persen Caleg Perempuan Bakal Gugur

Dasco Dukung Putusan MK soal Parpol Tanpa 30 persen Caleg Perempuan Bakal Gugur

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:49 WIB

Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru

Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:24 WIB

Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni

Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:10 WIB

Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden

Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:42 WIB

Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO

Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:41 WIB

Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau

Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:35 WIB

Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja

Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:29 WIB