Media Sosial dan Media Massa Diminta Tak Sebarkan Keresahan

Adhitya Himawan

Jum'at, 15 Januari 2016 | 17:37 WIB
Media Sosial dan Media Massa Diminta Tak Sebarkan Keresahan
Bom Thamrin (twitter/tmcpoldametrojaya)

Kepala Pogram Studi Komunikasi Massa Akademi Televisi Indonesia (ATVI) Jakarta Agus Sudibyo mengatakan peristiwa Bom Thamrin menjadi topik utama dalam arus perbincangan di media sosial dan media massa. Menurutnya, ada beberapa yang sungguh-sungguh perlu diperhatikan dalam hal ini.

Pertama, para pegiat media sosial harus hati-hati dan cermat dalam mengirimkan foto, video dan pesan-pesan di seputar peristiwa Bom Thamrin. Jangan sampai arus komunikasi-informasi melalui media sosial justru menambah keresahan, ketakutan dan prasangka negatif tertentu dalam masyarakat. 

Dalam situasi darurat seperti sekarang ini, semua pihak harus menahan diri, mengendapkan ego personal dan sungguh-sungguh memikirkan kepentingan bersama : menjaga ketentraman masyarakat, memberi rasa aman bagi semua pihak, memberi kesempatan kepada aparat untuk mengendalikan situasi, dengan tetap menjaga kewaspadaan bersama.

"Sekali lagi penting untuk diingatkan agar para pegiat media sosial tidak asal kirim, tidak asal menyebarkan berantai dan memikirkan dampak-dampak persebaran informasi untuk situasi psikologis masyarakat. Penting juga untuk diingatkan agar masyarakat tidak mudah percaya dan mampu menyaring informasi yang tersebar melalui jejaring sosial," kata Agus di Jakarta, Jumat (15/1/2016).

Kedua, Media massa online, cetak, radio maupun televisi kelihatan sekali bersaing untuk menjadi yang pertama dan yang paling ekslusif dalam memberitakan Bom Sarinah. Trauma atas teror yang terjadi adalah trauma seluruh bangsa Indonesia. Korban dari teror bom itu adalah masyarakat secara keseluruhan.

Jangan sampai trauma itu, ketakutan itu semakin mendalam karena pemberitaan media yang menggebu-gebu dan berlebihan. Sudah menjadi tugas pers untuk memberitahukan apa yang terjadi kepada masyarakat.

"Pemberitaan pers penting untuk menjaga kewaspadaan masyarakat. Namun jangan sampai pemberitaan itu diwarnai dengan informasi spekulatif, simpang siur, juga informasi salah  yang menimbulkan kebingungan atau ketakutan masyarakat," ujar Agus.

Jika tidak hati-hati benar, pemberitaan pers tentang peristiwa terorisme yang sangat terbuka dan kaya dapat digunakan oleh para teroris untuk memetakan situasi, mengkalkulasi persebaran aparat keamanan, menyiapkan dengan lebih seksama serangan-serangan selanjutnya.

Pemberitaan tentang kekerasan yang terjadi juga dapat memberi inspirasi dan keberanian bagi kelompok tertentu yang telah memiliki kecenderungan radikal atau agresi untuk melakukan kekerasan yang serupa.

Ada yang lebih penting dari pemberitaan media dalam situasi darurat sekarang ini, yakni rasa tentram dan aman masyarakat. Masyarakat membutuhkan berita-berita yang mampu menumbuhkan optimisme masyarakat bahwa negara akan hadir dan mampu mengatasi situasi dengan segera.

"Masyarakat membutuhkan berita dan informasi yang mampu menumbuhkan ketegaran dan keberanian menghadapi teror dari mana pun," tutup Agus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Saya Kira Saya Malas, Ternyata Otak Saya Disetel Ulang untuk Gagal Fokus

Saya Kira Saya Malas, Ternyata Otak Saya Disetel Ulang untuk Gagal Fokus

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:25 WIB

Wacana Blokir Medsos Anak: Solusi Aman atau Bikin Anak Makin Penasaran?

Wacana Blokir Medsos Anak: Solusi Aman atau Bikin Anak Makin Penasaran?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:10 WIB

Parah Jadi Para, Gaji Jadi Gajih: Ketika Satu Huruf Mengubah Makna Bahasa

Parah Jadi Para, Gaji Jadi Gajih: Ketika Satu Huruf Mengubah Makna Bahasa

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:45 WIB

Di Rumah atau Dirumah? Kesalahan Sepele yang Terus Berulang di Media Sosial

Di Rumah atau Dirumah? Kesalahan Sepele yang Terus Berulang di Media Sosial

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Bahasa Indonesia Kreatif Gen Z: Merebut Kembali Kendali Ekspresi di Medsos

Bahasa Indonesia Kreatif Gen Z: Merebut Kembali Kendali Ekspresi di Medsos

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:15 WIB

Sering Dengar Kata 'Slay' atau 'AFK'? Kenali 5 Karakteristik Bahasa Gaul Anak Muda

Sering Dengar Kata 'Slay' atau 'AFK'? Kenali 5 Karakteristik Bahasa Gaul Anak Muda

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:08 WIB

Saat Gen Z Bertemu 'Polisi Bahasa': Butuh Ruang Diskusi, Bukan Penghakiman

Saat Gen Z Bertemu 'Polisi Bahasa': Butuh Ruang Diskusi, Bukan Penghakiman

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Gen Z Suka Code-Mixing, Memperkaya atau Justru Merusak Bahasa Indonesia?

Gen Z Suka Code-Mixing, Memperkaya atau Justru Merusak Bahasa Indonesia?

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Konten Karhutla Diduga Dibatasi, Mengapa Transparansi Medsos Penting?

Konten Karhutla Diduga Dibatasi, Mengapa Transparansi Medsos Penting?

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 16:00 WIB

FYP hingga Komentar: Bagaimana Media Sosial Mengubah Cara Kita Berbahasa?

FYP hingga Komentar: Bagaimana Media Sosial Mengubah Cara Kita Berbahasa?

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Terkini

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

×