Pemenggalan Balita di Rusia, Identitas Pelaku dan Korban Terkuak

Ruben Setiawan

Selasa, 01 Maret 2016 | 16:07 WIB
Pemenggalan Balita di Rusia, Identitas Pelaku dan Korban Terkuak
Cuplikan rekaman video yang menunjukkan beberapa polisi sedang menangkap seorang perempuan di sebuah stasiun kereta di Moskwa, Rusia, Senin (29/2) [Reuters/360TV].

Suara.com - Identitas perempuan pelaku pemenggalan balita di Moskow, Rusia, kini terungkap. Sejumlah media juga sudah merilis nama balita yang menjadi korban, serta kedua orangtuanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pelaku, yang mengenakan hijab serba hitam, adalah perawat bayi yang bekerja untuk sebuah keluarga di Moskow. Perawat bayi asal Uzbekiztan tersebut diketahui bernama Gyulchehra Bobokulova (38) dan mengancam akan meledakkan diri sambil menenteng kepala balita di dekat stasiun Oktyabrskoye, Moskow.

Penyidik kepolisian, seperti dilansir Dailymail, menyebut balita berjenis kelamin perempuan tersebut bernama Anastasia (Nastya) Meshcreyakova. Bocah malang berusia empat tahun itu diyakini mengalami kesulitan belajar. Ia pun tidak bisa berjalan.

Penyidik mengatakan, si perawat membunuh Anastasia setelah membakar kediaman keluarganya di sebuah kompleks apartemen. Tempat tinggal itu merupakan apartemen sewaan kedua orangtua Anastasia.

Ibunda Anatasia diketahui bernama Ekaterina Meshcheryakova. Ia terlihat dalam sebuah rekaman video roboh tak sadarkan diri saat mendengar kabar buruk soal putrinya. Ekaterina dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi pingsan.

Sementara itu, ayah Anastasia bernama Vladimir Meshcheryakov. Vladimir adalah seorang teknisi di sebuah perusahaan ponsel. Anastasia juga diketahui memiliki saudara lelaki bernama Konstantin (15).

Menurut penyidik, si perawat menunggu sampai dirinya sendirian saja di apartemen bersama Anastasia. Kemudian, ia baru membunuh dan membakar apartemen tersebut.

"Ia menunggu sampai kedua orangtua dan kakak si balita meninggalkan apartemen, lalu dengan alasan yang tak diketahui, ia membunuh si anak, membakar apartemen, lalu meninggalkan lokasi," kata komite penyidik.

Kedua orangtua Anastasia mengaku, si perawat sudah bekerja untuk keluarga mereka selama 18 bulan. Sejumlah sumber mengatakan, si perawat tidak mau bersembunyi dari polisi. Ia justru ingin menarik perhatian sebanyak-banyaknya atas apa yang ia lakukan.

Perawat asal Uzbekistan tersebut punya izin tinggal di Rusia. Namun, ia tidak punya izin kerja di negara tersebut.

Pelaku diancam penjara maksimal 20 tahun apabila dianggap sehat secara mental untuk mengikuti persidangan. Selasa (1/3/2016) sore, penyidikan perkara ini diambil alih oleh FSB, dinas rahasia Rusia yang dahulu pernah dipimpin oleh Vladimit Putin.

Berteriak-teriak di jalanan

Saksi mata, mahasiswi bernama Alexandra Shuvalova, mengatakan, "Ketika saya dekat dengan stasiun, saya melihat seorang perempuan berlarian di jalanan".

"Saya bisa melihat ia memegang rambut di tangannya atau sesuatu seperti itu. Ia mengayun-ayunkan benda ini dan meneriakkan sesuatu dan menggambar bentuk-bentuk tertentu di udara," sambungnya.

"Saya menyadari itu bukanlah wig seperti yang saya kira sebelumnya, tapi kepala, itulah sebabnya ada darah yang menetes di sepatu dan roknya," kata Alexandra.

Alexandra mengatakan, ia melihat seorang penjaga keamanan dan dua orang polisi. Namun, mereka tidak berusaha menahannya.

"Saya mendengarnya meneriakkan 'Allahu Akbar' sedikitnya tiga kali dan memukuli dadanya sendiri. Ia meneriakkan sesuatu dengan bahasanya. Ia berlari ke sebuah kafe dan berteriak: 'Kalian semua! kalian semua!" ujar Alexandra.

Berdasarkan laporan media lokal, ia mengatakan kepada polisi bahwa ia membunuh si balita karena suaminya tidak setia. Penyidik pun meminta agar dirinya menjalani pemeriksaan kejiwaan untuk mendalami motif si perawat.

Seorang saksi mata lain mengatakan, di stasiun si pelaku berteriak, "Anak saya terbunuh... Saya akan meledakkan semua orang". Ia juga berteriak, "Saya benci demokrasi".

Saksi mata yang berbeda mengatakan, "Ia datang ke pintu masuk stasiun Oktyabrskoye Pole dengan sebuah tas merah, dan menarik kepala anak dari dalamnya".

"Ia berjalan menyusuri jalanan selama beberapa waktu dan meneriakkan sesuatu. Tapi tak seorangpun mencoba menghadangnya. Semua orang takut," kata si saksi mata.

Kemudian, sebuah rekaman video memperlihatkan polisi berlari ke arahnya lalu meringkusnya. Sementara itu, sebelumnya, petugas telah dikerahkan ke apartemen keluarga balita yang terbakar. Selain menyelamatkan empat penghuni apartemen, polisi juga menemukan tubuh Anastasia tanpa kepalanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bahlil Beberkan Tahap Kedua Impor Minyak Rusia Berjalan, RI Siapkan Kontrak Jangka Panjang

Bahlil Beberkan Tahap Kedua Impor Minyak Rusia Berjalan, RI Siapkan Kontrak Jangka Panjang

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Suplai Rudal Patriot Kritis, Pertahanan Udara Ukraina Bobol Hingga Makan Korban Jiwa

Suplai Rudal Patriot Kritis, Pertahanan Udara Ukraina Bobol Hingga Makan Korban Jiwa

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 10:20 WIB

Rusia - Ukraina Saling Tembak Drone dan Rudal, 14 Orang Tewas

Rusia - Ukraina Saling Tembak Drone dan Rudal, 14 Orang Tewas

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 10:09 WIB

Pendiri Telegram Pavel Durov Masuk Daftar Buronan Terorisme Rusia

Pendiri Telegram Pavel Durov Masuk Daftar Buronan Terorisme Rusia

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 17:10 WIB

Anomali Harga Minyak, Mengapa Tidak Melonjak Meski Timur Tengah Memanas?

Anomali Harga Minyak, Mengapa Tidak Melonjak Meski Timur Tengah Memanas?

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 07:34 WIB

Intelijen Rusia Disinyalir Bantu Iran Hancurkan Pangkalan Militer AS Tanpa Menyentuh

Intelijen Rusia Disinyalir Bantu Iran Hancurkan Pangkalan Militer AS Tanpa Menyentuh

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 11:16 WIB

Paradoks Ekspor Bioenergi Indonesia ke Rusia di Tengah Transisi Energi

Paradoks Ekspor Bioenergi Indonesia ke Rusia di Tengah Transisi Energi

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 13:45 WIB

Perang Iran Belum Selesai, Trump Kini Tantang Rusia dan China hingga Ancam Putin

Perang Iran Belum Selesai, Trump Kini Tantang Rusia dan China hingga Ancam Putin

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 09:30 WIB

Rusia Rekrut Warga Miskin Jadi Tentara Perang, Dijanjikan Uang Melimpah

Rusia Rekrut Warga Miskin Jadi Tentara Perang, Dijanjikan Uang Melimpah

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 11:06 WIB

Minyak Mentah Rusia Tiba di Indonesia, Bahlil: Jangan Tanya Harganya

Minyak Mentah Rusia Tiba di Indonesia, Bahlil: Jangan Tanya Harganya

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:11 WIB

Terkini

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:52 WIB

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:22 WIB

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:10 WIB

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

Bri | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Jakarta | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

×