ISIS Tanam Ranjau di Situs Palmyra

Tomi Tresnady

Minggu, 03 April 2016 | 08:30 WIB
ISIS Tanam Ranjau di Situs Palmyra
Bangunan Ampiteater kuno Romawi di Kota Palmyra. (Reuters/Omar Sanadiki)

Suara.com - Kelompok ISIS yang mundur dari Palmyra, kota bersejarah di Suriah, ternyata meninggalkan banyak ranjau yang tertanam maupun masih tersimpan di sejumlah tempat, kata seorang perwira militer Suriah.

Petugas itu menyatakan, jalan utama di kota tua Palmyra telah dipasangi banyak ranjau, bahkan ada satu bahan peledak seberat 50 kilogram.

Palmyra sempat dikuasai ISIS, dan sejumlah bangunan maupun benda bersejarah dihancurkan. Namun, bala tentara Suriah kembali merebut kota itu. Serangkaian serangan udara dari Rusia ikut mendukung Pemerintah Suriah untuk mengalahkan ISIS.

Perwira tersebut mengaku tidak mengetahui mengapa pasukan ISIS juga meninggalkan banyak peledak. Hanya saja, ia menduga, penghancuran kota berusia lebih dari 2000 tahun tersebut tetap direncanakan ISIS.

Aparat keamanan Suriah, yang tidak bersedia disebutkan namanya itu, kepada Reuters mengemukakan bom yang ditinggalkan ISIS jumlahnya relatif banyak dan bisa meluluhlantakan Palmyra.

"Semua bangunan pemerintah dipasangi bom yang terhubung ke markas kepemimpinan Daesh," katanya. Daesh adalah sebutan bahasa Arab untuk ISIS

Ia menimpali, "Mungkin ada gagasan mereka menghancurkan kota ini saat mereka pergi. Bukan hanya bom biasa. Ada sejumlah bom sangat besar."

Kekalahan ISIS di Palmyra tidak hanya kemenangan militer yang signifikan bagi Presiden Suriah, Bashar al-Assad. Hal ini membuka jalur utama ke sejumlah kawasan gurun di negeri itu.

Sebuah sumber militer Suriah mengatakan kepada Reuters bahwa pasukannya pada Sabtu (2/4) telah mengidentifikasi 45 mayat di sebuah kuburan massal di Palmyra, termasuk warga sipil dan anggota tentara Suriah ditangkap oleh ISIS.

Bagian dari Palmyra telah dibersihkan, termasuk jalan dari Homs. Namun, tentara Suriah akan segera bergabung dengan ahli bahan peledak dari pertambangan Rusia untuk menjinakkan atau meledakkan bom yang masih aktif dan menjadi ranjau tinggalan ISIS.

"Kita tidak bisa meninggalkan bom di sana. Kita berhadapan dengan 90 persen bom siap meledak, dan mereka kubur di dalam tanah, di semen maupun di aspal," katanya.

Warga sipil di Palmyra kebanyakan melarikan diri sebelum pasukan Suriah kembali menguasai kota tua itu. Mereka juga tidak berani kembali sebelum Palmyra aman dari bom.

Palmyra kini menjadi kota hampir mati. Hanya sedikit orang yang terlihat, dan tidak ada toko buka. Pemukiman penduduk juga rusak berat. Jejak ledakan masih terlihat di mana-mana. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

ISIS Terpukul Atas Kematian Pimpinan Tertingginya

ISIS Terpukul Atas Kematian Pimpinan Tertingginya

News | Minggu, 27 Maret 2016 | 13:22 WIB

Terkini

Sikat 1,5 Ton Bahan Narkoba, Pemasok Laboratorium 'Pil Jin' Semarang Diringkus di Cakung!

Sikat 1,5 Ton Bahan Narkoba, Pemasok Laboratorium 'Pil Jin' Semarang Diringkus di Cakung!

News | Minggu, 19 Juli 2026 | 21:37 WIB

IKA Perikanan Unhas: Nelayan Harus Dilibatkan Sistematis dalam Penyelamatan Laut

IKA Perikanan Unhas: Nelayan Harus Dilibatkan Sistematis dalam Penyelamatan Laut

Sulsel | Minggu, 19 Juli 2026 | 21:31 WIB

Digembleng dengan Intensitas Tinggi di Bali, Timnas Indonesia Siap Beri Kejutan di Piala AFF 2026

Digembleng dengan Intensitas Tinggi di Bali, Timnas Indonesia Siap Beri Kejutan di Piala AFF 2026

Video | Minggu, 19 Juli 2026 | 21:15 WIB

AS dan Iran Saling Gempur 8 Malam Berturut-turut, Harga Minyak Melonjak Tajam!

AS dan Iran Saling Gempur 8 Malam Berturut-turut, Harga Minyak Melonjak Tajam!

Bisnis | Minggu, 19 Juli 2026 | 20:40 WIB

Mengapa Produk 'Tanpa Bahan Kimia' Kini Jadi Ladang Bisnis Menjanjikan

Mengapa Produk 'Tanpa Bahan Kimia' Kini Jadi Ladang Bisnis Menjanjikan

Bisnis | Minggu, 19 Juli 2026 | 20:33 WIB

Prediksi Pencetak Gol Final Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina

Prediksi Pencetak Gol Final Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina

Sulsel | Minggu, 19 Juli 2026 | 20:21 WIB

Perseteruan Wakil Rakyat, Polda Riau Turun Tangan Periksa CCTV

Perseteruan Wakil Rakyat, Polda Riau Turun Tangan Periksa CCTV

Riau | Minggu, 19 Juli 2026 | 20:19 WIB

Keciduk CCTV! Pria di Tambora Gasak Motor Teknisi WiFi yang Kuncinya Tergantung Demi Biaya Hidup

Keciduk CCTV! Pria di Tambora Gasak Motor Teknisi WiFi yang Kuncinya Tergantung Demi Biaya Hidup

News | Minggu, 19 Juli 2026 | 20:15 WIB

Analisis Taktik Mendalam Final Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina

Analisis Taktik Mendalam Final Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina

Sulsel | Minggu, 19 Juli 2026 | 20:09 WIB

Beri Kail Bukan Ikan: Inspirasi Cinta Laura Biayai Kuliah Asisten Pribadinya

Beri Kail Bukan Ikan: Inspirasi Cinta Laura Biayai Kuliah Asisten Pribadinya

Your Say | Minggu, 19 Juli 2026 | 20:05 WIB

×