Presiden Ekuador: Korban Tewas Akibat Gempa Mencapai 233 Orang

Dythia Novianty

Senin, 18 April 2016 | 00:06 WIB
Presiden Ekuador: Korban Tewas Akibat Gempa Mencapai 233 Orang
Salah satu kilang di Ekuador hentikan produksi, pasca gempa. (Reuters)

Suara.com - Presiden Ekuador Rafael Correa, yang sedang bergegas kembali ke negaranya dari lawatan di Italia mengatakan, Minggu (17/4/2016), jumlah warga yang dipastikan meninggal dunia karena gempa di negaranya meningkat menjadi 233 orang.

"Prioritas utama saat ini adalah menyelamatkan orang-orang yang berada di bawah reruntuhan," katanya melalui Twitter.

Sementara itu, pihak berwenang mengatakan, warga yang mengalami luka-luka mencapai lebih dari 1.500 orang. Para penyelamat mengerahkan traktor dan menggunakan tangan kosong berupaya mencari orang-orang yang masih hidup di kota-kota pesisir yang hancur, setelah gempa berkekuatan 7,8 skala Richter mengguncang pantai Pasifik pada Sabtu (16/4/2016) kemarin.

Gempa dirasakan di berbagai wilayah negara Andes berpenduduk 16 juta orang itu dan menyebabkan kepanikan hingga ke ibu kota negara, Quito. Gempa dahsyat tersebut juga membuat gedung-gedung serta jalanan ambruk di berbagai wilayah kota.

Daerah-daerah pesisir yang lokasinya paling dekat dengan pusat gempa, mengalami kerusakan paling parah, terutama Pedernales, kota yang merupakan pusat wisata pantai dan dihiasi dengan banyak pohon palem.

Tidak banyak informasi yang didapat dari daerah itu karena saluran komunikasi serta transportasi terganggu.

"Ada orang-orang yang terjebak di berbagai tempat dan kami sedang melancarkan operasi penyelamatan," kata Wakil Presiden Jorge Glas pada Minggu (17/4/2016) pagi, sebelum terbang menuju wilayah tersebut.

Status keadaan darurat telah diberlakukan di enam provinsi. "Ada desa-desa yang hancur total," kata Wali Kota Pedernales, Gabriel Alcivar, kepada stasiun radio lokal. Ia menambahkan bahwa "puluhan dan puluhan" telah meninggal dunia di wilayah pedesaan.

"Apa yang terjadi di Pedernales ini adalah sebuah bencana," ungkapnya. Pihak berwenang mengatakan ada 135 gempa susulan di wilayah Pedernales.

Peringatan tsunami sudah dicabut pada Sabtu (16/4/2016) malam, namun para warga yang tinggal di daerah pesisir diimbau untuk mengungsi ke dataran yang lebih tinggi sebagai antisipasi air laut menjadi pasang.

Sekitar 13.500 personel pasukan keamanan telah dikerahkan untuk menjaga ketertiban di seputar Ekuador dan dana sejumlah 600 juta dolar AS (Rp7,9 triliun) dari para peminjam multilateral telah disiapkan untuk mengatasi keadaan darurat, kata pemerintah.

Pemerintah menyebut gempa Sabtu itu sebagai yang terburuk yang dialami Ekuador sejak 1979. Pada tahun itu, gempa dahsyat menewaskan 600 orang dan melukai 20.000 lainnya, demikian menurut badan geologi Amerika Serikat. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

84 Persen Perusahaan Indonesia Optimistis AI Bisa Ubah Pengelolaan Keuangan

84 Persen Perusahaan Indonesia Optimistis AI Bisa Ubah Pengelolaan Keuangan

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:36 WIB

Rencana Rusuh Demo di Balai Kota Malang Digagalkan, 12 Penyusup Bawa Molotov & Positif Narkoba

Rencana Rusuh Demo di Balai Kota Malang Digagalkan, 12 Penyusup Bawa Molotov & Positif Narkoba

Malang | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:30 WIB

Dompet Ayah Sepatu Ibu: Novel yang Membuat Saya Lebih Menghargai Perjuangan Orang Tua

Dompet Ayah Sepatu Ibu: Novel yang Membuat Saya Lebih Menghargai Perjuangan Orang Tua

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:30 WIB

20 Kode Redeem FF Hari Ini 30 Oktober 2026: Klaim Skin M1887 dan Diamond Gratis

20 Kode Redeem FF Hari Ini 30 Oktober 2026: Klaim Skin M1887 dan Diamond Gratis

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:26 WIB

Niat Cari Madu, Petani Pesawaran Temukan Kerangka Manusia di Tebing 1.150 MDPL

Niat Cari Madu, Petani Pesawaran Temukan Kerangka Manusia di Tebing 1.150 MDPL

Lampung | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:22 WIB

3 Alasan Disney Adventure Bisa Jadi Pilihan Menarik untuk Liburan Keluarga

3 Alasan Disney Adventure Bisa Jadi Pilihan Menarik untuk Liburan Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Review Film Love of Your Life: Sajikan Kisah Cinta Modern yang Penuh Makna

Review Film Love of Your Life: Sajikan Kisah Cinta Modern yang Penuh Makna

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Dicecar Soal Dugaan Terima Mobil dan Apartemen, Legislator Bengkulu Vinna Ledy: No Comment, Sorry Ya

Dicecar Soal Dugaan Terima Mobil dan Apartemen, Legislator Bengkulu Vinna Ledy: No Comment, Sorry Ya

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:00 WIB

5 Shio Paling Hoki 30 Oktober 2026: Panen Rezeki di Hari Kerbau Api

5 Shio Paling Hoki 30 Oktober 2026: Panen Rezeki di Hari Kerbau Api

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 06:56 WIB

Digugat di PTUN, Kuasa Hukum Beberkan Rute Pendidikan Wapres Gibran dari O Level hingga S1

Digugat di PTUN, Kuasa Hukum Beberkan Rute Pendidikan Wapres Gibran dari O Level hingga S1

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 06:33 WIB

×