Luhut: Indonesia Jangan Disandera Pelanggaran HAM

Pebriansyah Ariefana | Erick Tanjung | Suara.com

Kamis, 21 April 2016 | 12:28 WIB
Luhut: Indonesia Jangan Disandera Pelanggaran HAM
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Luhut Binsar Panjaitan. (suara.com/Erick Tanjung)

Suara.com - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan Pemerintah menunggu hasil rekomendasi Simposium Nasional Tragedi 1965/1966 yang telah berlangsung selama dua hari beberapa waktu lalu.

Simposium tersebut membahas kasus pelanggaran hak berat di tragedi 65 dengan menghadirkan penyintas dan korban sebagai peserta.

"Kami menunggu rekomendasi dari tim yang dipimpin oleh Pak Agus Widjojo (Ketua Pengarah Simposium sekaligus Gubernur Lemhanas). Kami tidak tertutup atas temuan-temuan terkait tragedi 65 tersebut dan langkah-langkah ke depan untuk penyelesaiannya kami terbuka," kata Luhut kepada wartawan di kantornya, Kamis (21/4/2016).

Namun, Luhut menyatakan sampai detik ini belum ada rencana dari Pemerintah untuk meminta maaf kepada korban baik itu eks tahanan politik ataupun korban yang distigmatisasi. ‎Atas hal ini Pemerintah berkomitmen menyelesaikan semua kasus pelanggaran HAM berat masa lalu tersebut. Namun Luhut sempat menegaskan negara tidak akan meminta maaf kepada korban pelanggaran HAM masa lalu.

‎"Soal apakah mau minta maaf segala macam, kami belum bicara soal itu. Kedepan kita tidak ingin bangsa ini disandera masalah hukum, pelanggaran HAM," ujar dia.

Selanjutnya, Pemerintah akan melakukan investigasi kembali pada semua kasus pelanggaran HAM berat masa lalu. ‎Sedangkan orang asing hanya dibolehkan ikut melakukan investigas sesuai permintaan dan izin Pemerintah.

"Kami ingin buka semua kasusnya, akan diinvestigasi, tapi orang Indonesia yang melakukan. Namun kalau ada orang luar datang, tidak masalah‎‎ asal kita yang mengundang," tandas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemainnya Dituding "Diving", Manajer Ini Cuek

Pemainnya Dituding "Diving", Manajer Ini Cuek

Bola | Rabu, 20 April 2016 | 17:55 WIB

Isi Simposium Tragedi 65 Siap Direkomendasikan Kepada Jokowi

Isi Simposium Tragedi 65 Siap Direkomendasikan Kepada Jokowi

News | Selasa, 19 April 2016 | 21:11 WIB

Lantunan 'Padamu Negeri' Lengkapi Keharuan Penutupan Simposium 65

Lantunan 'Padamu Negeri' Lengkapi Keharuan Penutupan Simposium 65

News | Selasa, 19 April 2016 | 19:57 WIB

Taufiq Ismail Dipaksa Berhenti Baca Puisi di Simposium Tragedi 65

Taufiq Ismail Dipaksa Berhenti Baca Puisi di Simposium Tragedi 65

News | Selasa, 19 April 2016 | 17:24 WIB

Kemenkumham Ubah Lapas Jadi Ruang Kreativitas

Kemenkumham Ubah Lapas Jadi Ruang Kreativitas

News | Selasa, 19 April 2016 | 15:12 WIB

Fadli Zon Siap Gugat Presiden Jokowi Kalau Minta Maaf ke PKI

Fadli Zon Siap Gugat Presiden Jokowi Kalau Minta Maaf ke PKI

News | Selasa, 19 April 2016 | 14:51 WIB

Rekonsiliasi Kasus 1965 Harus Dimulai Dari Diri Sendiri

Rekonsiliasi Kasus 1965 Harus Dimulai Dari Diri Sendiri

News | Selasa, 19 April 2016 | 12:30 WIB

Hari Kedua Simposium Nasional Tragedi G30S 1965 Kembali Digelar

Hari Kedua Simposium Nasional Tragedi G30S 1965 Kembali Digelar

News | Selasa, 19 April 2016 | 10:36 WIB

Kisah Eks Penyanyi Istana Era Soekarno yang Dipenjara 7 Tahun

Kisah Eks Penyanyi Istana Era Soekarno yang Dipenjara 7 Tahun

News | Senin, 18 April 2016 | 21:24 WIB

Pengakuan Anak Dua Tokoh PKI, Aidit dan Nyoto di Simposium 1965

Pengakuan Anak Dua Tokoh PKI, Aidit dan Nyoto di Simposium 1965

News | Senin, 18 April 2016 | 18:06 WIB

Terkini

Izin Periksa Pelaku Tak Kunjung Turun, TNI Halangi Langkah Komnas HAM Usut Teror Aktivis KontraS?

Izin Periksa Pelaku Tak Kunjung Turun, TNI Halangi Langkah Komnas HAM Usut Teror Aktivis KontraS?

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:45 WIB

Marak Pejabat Korupsi Gegara Biaya Politik Mahal, KPK Usul Reformasi Pembiayaan Kampanye

Marak Pejabat Korupsi Gegara Biaya Politik Mahal, KPK Usul Reformasi Pembiayaan Kampanye

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:38 WIB

103 Sekolah Swasta Gratis di Jakarta Resmi Diumumkan, Ini Daftar Lengkapnya

103 Sekolah Swasta Gratis di Jakarta Resmi Diumumkan, Ini Daftar Lengkapnya

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:36 WIB

Lonceng Kematian Kelas Menengah? Riset Sebut Populasinya Sisa 16,9%, Satu Pekerjaan Tak Lagi Cukup

Lonceng Kematian Kelas Menengah? Riset Sebut Populasinya Sisa 16,9%, Satu Pekerjaan Tak Lagi Cukup

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:30 WIB

DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel

DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:21 WIB

Begal Gambir dan Ironi Residivisme: Ketika Jalanan Terasa Lebih 'Menerima' Daripada Dunia Kerja

Begal Gambir dan Ironi Residivisme: Ketika Jalanan Terasa Lebih 'Menerima' Daripada Dunia Kerja

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:21 WIB

Bupati Bekasi Ade Kuswara dan Ayahnya Segera Disidang

Bupati Bekasi Ade Kuswara dan Ayahnya Segera Disidang

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:21 WIB

Rapat Internal Tertunda, Komisi II DPR Ungkap Ternyata RUU Pemilu Belum Ada Naskah Akademik

Rapat Internal Tertunda, Komisi II DPR Ungkap Ternyata RUU Pemilu Belum Ada Naskah Akademik

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:07 WIB

KPK: Partai Politik Rentan Korupsi, Belum Ada Sistem Keuangan dan Kaderisasi Terintegrasi

KPK: Partai Politik Rentan Korupsi, Belum Ada Sistem Keuangan dan Kaderisasi Terintegrasi

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:05 WIB

UHC Pemda Palangka Raya Komitmen Bantu Terapi Tumbuh Kembang Anak: Terjamin JKN

UHC Pemda Palangka Raya Komitmen Bantu Terapi Tumbuh Kembang Anak: Terjamin JKN

News | Jum'at, 17 April 2026 | 15:54 WIB