Usulan kepada Pemerintah Agar Kasus Yuyun Tak Terulang Lagi

Siswanto, Ummi Hadyah Saleh

Selasa, 03 Mei 2016 | 16:20 WIB
Usulan kepada Pemerintah Agar Kasus Yuyun Tak Terulang Lagi
Ilustrasi kekerasan seksual (Shutterstock).

Suara.com - Lembaga Sindikat Musik Penghuni Bumi meminta pemerintah memasukkan kurikulum berbasis kesetaraan gender ke dalam pendidikan. Dengan demikian, kasus kekerasan seksual seperti yang dialami Yuyun (14), pelajar SMP asal Desa Padang Ulak Tanding, Kecamatan Rejang Lebong, Bengkulu, tak terulang lagi. Yuyun diperkosa oleh 14 pemuda usai pulang sekolah pada pertengahan April 2016, dan setelah itu dibunuh.

"Kami meminta untuk memasukkan kurikulum keadilan gender, kurikulum yang komprehensif tentang pendidikan seksual sejak dini, pendidikan reproduksi dan lain-lain,"ujar aktivis Simponi Berkah Gamulya di kantor LBH Jakarta, Selasa (3/5/2016).

Berkah mengatakan saat ini anak- anak rentan menjadi korban kekerasan seksual.

Lembaga Simponi tidak ingin anak-anak berprestasi menjadi korban kekerasan seksual karena potensi mereka bisa hilang.

Berkah mengatakan dalam dunia pendidikan anak masalah seksualitas tidak boleh lagi ditabukan.

"Pendidikan sejak dini tentang keadilan gender, pendidikan seks sejak dini, kespro (kesehatan reproduksi), HAM, sejak dini itu harus sesuai tingkatannya dari SD, SMP bagaimana adik-adik kita ini yang jadi pelaku yang jadi korban tidak tahu soal pendidikan seksualitas. Karena tidak tahu jadi mencari tahu sendiri di internet," kata dia.

Simponi mengusulkan kepada pemerintah untuk mengalokasikan waktu selama satu jam setiap minggu untuk pelajaran kesetaraan berbasis gender.

Pemateri, kata dia, bisa berasal dari Komisi Nasional Perempuan maupun LSM perempuan dan anak.

"Ada satu jam setiap minggu untuk pelajaran keadilan gender yang komprehensif di setiap sekolah," kata Berkah.

 Dalam materi kurikulum keadilan gender, kata dia, para siswa diajarkan seputar seksualitas.

"Untuk SD harus diajarkan alat privatnya apa, yang boleh melihat siapa, yang boleh menyentuh siapa. Lalu untuk SMP kita ngomong menstruasi, kita ngomong mimpi basah, SMA mulai naik level, level bisa kita atur," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Yuyun Tewas Usai Diperkosa 14 Pemuda, Ini Respon Istana

Yuyun Tewas Usai Diperkosa 14 Pemuda, Ini Respon Istana

News | Selasa, 03 Mei 2016 | 16:05 WIB

Yuyun Tewas Usai Diperkosa 14 Pemuda, KPAI: Ini Lampu Kuning

Yuyun Tewas Usai Diperkosa 14 Pemuda, KPAI: Ini Lampu Kuning

News | Selasa, 03 Mei 2016 | 15:14 WIB

Politisi Golkar Komentari Pembunuhan Keji Yuyun

Politisi Golkar Komentari Pembunuhan Keji Yuyun

News | Selasa, 03 Mei 2016 | 14:53 WIB

Yuyun Tewas Usai Diperkosa 14 Pemuda, Ini Tamparan Buat Jokowi

Yuyun Tewas Usai Diperkosa 14 Pemuda, Ini Tamparan Buat Jokowi

News | Selasa, 03 Mei 2016 | 14:28 WIB

Terkini

Dentuman Semeru Menggelegar Senin Malam Terekam CCTV, Petugas Ungkap Fakta di Baliknya

Dentuman Semeru Menggelegar Senin Malam Terekam CCTV, Petugas Ungkap Fakta di Baliknya

Jatim | Selasa, 29 September 2026 | 17:17 WIB

Tragis! Afghanistan Tersingkir dari Asian Games 2026 Tanpa Bertanding karena Lapangan Banjir

Tragis! Afghanistan Tersingkir dari Asian Games 2026 Tanpa Bertanding karena Lapangan Banjir

Sport | Selasa, 29 September 2026 | 17:16 WIB

Essence Toner Wardah untuk Apa? Ini Variannya, Fungsi, dan Review Pengguna

Essence Toner Wardah untuk Apa? Ini Variannya, Fungsi, dan Review Pengguna

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 17:15 WIB

Duduk Perkara Rizki Juniansyah Absen di Asian Games 2026 Bukan karena Positif Doping

Duduk Perkara Rizki Juniansyah Absen di Asian Games 2026 Bukan karena Positif Doping

Sport | Selasa, 29 September 2026 | 17:08 WIB

Mengenal TRIPTIS: Ruang 'Haha-Hihi' Buat Dewasa Muda yang Mulai Kehilangan Teman Nongkrong

Mengenal TRIPTIS: Ruang 'Haha-Hihi' Buat Dewasa Muda yang Mulai Kehilangan Teman Nongkrong

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 17:06 WIB

Presiden Serbia Aleksandar Vucic Mengundurkan Diri

Presiden Serbia Aleksandar Vucic Mengundurkan Diri

Video | Selasa, 29 September 2026 | 17:05 WIB

Bappisus: Hasil Investigasi Temuan di Lapas Cibinong Selesai Jumat Ini

Bappisus: Hasil Investigasi Temuan di Lapas Cibinong Selesai Jumat Ini

News | Selasa, 29 September 2026 | 17:02 WIB

Jantung Bisa Bermasalah Tanpa Gejala, Kenali Tanda yang Tak Boleh Diabaikan

Jantung Bisa Bermasalah Tanpa Gejala, Kenali Tanda yang Tak Boleh Diabaikan

Health | Selasa, 29 September 2026 | 17:01 WIB

10 Hari Menikah, Aktor Kentaro Sakaguchi Dilaporkan Berselisih dengan Istri

10 Hari Menikah, Aktor Kentaro Sakaguchi Dilaporkan Berselisih dengan Istri

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 17:00 WIB

Skandal Pebulutangkis Cantik Thailand Pitchamon Opatniputh Terancam Hukuman 2 Tahun

Skandal Pebulutangkis Cantik Thailand Pitchamon Opatniputh Terancam Hukuman 2 Tahun

Sport | Selasa, 29 September 2026 | 16:58 WIB

×