Ramos Horta Komentar Proses Pengungkapan Tragedi 1965

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 06 Mei 2016 | 02:32 WIB
Ramos Horta Komentar Proses Pengungkapan Tragedi 1965
Ramos Horta. (Antara)

Suara.com - Mantan Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta memandang perbedaan peristiwa 1965 di Indonesia adalah normal. Sebab Indonesia mempunyai masyarakat dari berbagai lapisan.

"Saya rasa wajar jika terjadi banyak pandangan, terjadi kontroversi, ada yang menolak dan ada yang mendukung hal itu normal bagi bangsa Indonesia yang terdiri atas banyak lapisan masyarakat," kata Ramos Horta di Jakarta, Kamis (5/5/2016).

Di belahan dunia mana pun, bahkan Amerika Serikat yang telah lama mendukung sistem demokrasi sejak lama, juga akan bungkam ketika dibahas masalah sensitif seperti perbudakan. Lanjut Horta, perwakilan PBB untuk Perdamaian di Guinea-Bissau (UNIOGBIS) ini mengapresiasi Pemerintah Indonesia yang berani membicarakan luka lama bangsanya.

"Memutuskan untuk meninggalkan masa lalu, bukan berarti lupa peristiwa tersebut, tetapi meninggalkan luka dan menatap ke depan," kata dia lagi.

Ia mengatakan saat Timor Leste (dulu Timor Timur) memutuskan berpisah dari Indonesia, dia dikritik oleh berbagai pihak.

"Ya masa transisi sejak lepas Indonesia sangat sulit, saya dikritik oleh berbagai pihak, tetapi Timor Leste berusaha menghadapi masa lalunya. Sejarah itu meski kelam tetap kami ceritakan kepada anak sekolah agar tidak terulang pada masa depan," katanya pula.

Pada era Joko Widodo dan Jusuf Kalla, pemerintah berkomitmen untuk menyelesaikan kasus-kasus HAM berat yang terjadi di Indonesia, termasuk tragedi 1965-1966 yang memakan korban sekitar 500 ribu jiwa.

Tidak hanya itu, pemerintah juga ingin menyelesaikan kasus HAM yang terjadi di Papua. Ramos Horta juga diundang oleh Kemenko Politik, Hukum dan Keamanan ke Papua untuk mendengarkan masalah-masalah yang terjadi di Papua.

Dia sempat bertemu Gubernur Jayapura, tokoh masyarakat serta Kapolda Papua pada 2 Mei lalu. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

YPKP 65 Apresiasi Janji Luhut akan Investigasi 122 Kuburan Massal

YPKP 65 Apresiasi Janji Luhut akan Investigasi 122 Kuburan Massal

News | Selasa, 03 Mei 2016 | 10:26 WIB

Menkopolhukam Janji Investigasi Kuburan Massal Tragedi 1965

Menkopolhukam Janji Investigasi Kuburan Massal Tragedi 1965

News | Selasa, 03 Mei 2016 | 06:12 WIB

Kuburan Tragedi 1965 akan Ditelusuri untuk Hitung Jumlah Korban

Kuburan Tragedi 1965 akan Ditelusuri untuk Hitung Jumlah Korban

News | Senin, 02 Mei 2016 | 15:13 WIB

Fadli Zon: Pemerintah Tak Boleh Minta Maaf ke PKI

Fadli Zon: Pemerintah Tak Boleh Minta Maaf ke PKI

DPR | Senin, 02 Mei 2016 | 14:11 WIB

Ditemui Tokoh Anti PKI, Fadli Zon Ingin Pemerintah Belajar '65

Ditemui Tokoh Anti PKI, Fadli Zon Ingin Pemerintah Belajar '65

DPR | Senin, 02 Mei 2016 | 13:40 WIB

1965, Fahri Hamzah: Jokowi Harus Jadi Aktor Rekonsiliasi

1965, Fahri Hamzah: Jokowi Harus Jadi Aktor Rekonsiliasi

News | Senin, 25 April 2016 | 20:43 WIB

Luhut: Indonesia Jangan Disandera Pelanggaran HAM

Luhut: Indonesia Jangan Disandera Pelanggaran HAM

News | Kamis, 21 April 2016 | 12:28 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×