Istri Polisi Dibunuh ISIS, Bangladesh Tangkap 1.600 Tersangka

Ruben Setiawan Suara.Com
Minggu, 12 Juni 2016 | 14:57 WIB
Istri Polisi Dibunuh ISIS, Bangladesh Tangkap 1.600 Tersangka
Ilustrasi tangan diborgol. (Shutterstock)

Suara.com - Polisi Bangladesh menahan 1.600 tersangka menyusul maraknya serangan terhadap kaum minoritas agama di negeri tersebut. ISIS mengklaim bertanggung jawab atas sejumlah kasus pembunuhan, termasuk kematian seorang lelaki Hindu pada Jumat (10/6/2016).

Beberapa aksi pembunuhan dengan senjata tajam yang awalnya menargetkan pada penulis blogger sekuler sudah berlangsung sejak tahun 2013. Namun, frekuensi serangan yang kian meningkat dan munculnya klaim dari ISIS, membuat Bangladesh jadi sorotan dunia internasional.

Polisi mengatakan, petugas keamanan dan tentara paramiliter dikerahkan ke seluruh penjuru negeri pada Kamis pekan lalu. Mereka menyerbu sejumlah tempat yang disinyalir tempat persembunyian militan dan menahan sedikitnya 1.600 orang hingga malam berikutnya.

Namun, juru bicara kepolisian Bangladesh, Kamrul Islam, mengatakan bahwa sebagian besar yang ditangkap adalah penjahat kroco. Hanya 37 orang yang ditangkap yang disinyalir militan radikal, termasuk tiga anggota Jamaat Mujahideen, sebuah kelompok yang dilarang di Bangladesh.

Selain itu, tak satupun dari mereka yang ditangkap dituduh merencanakan serangan-serangan terhadap kaum minoritas, demikian dikatakan polisi.

Pemerintahan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina menuai kritik karena gagal menangkap para tersangka dari puluhan pembunuhan yang terjadi dalam dua tahun terakhir. Para korbannya antara lain adalah para blogger ateis, relawan kemanusiaan asing, profesor universitas, aktivis hak asasi manusia, dan umat beragama minoritas di Bangladesh seperti pemeluk Agama Hindu, Kristen, dan Syiah.

Dalam pernyataan yang dirilis lewat media propagandanya pada Jumat, ISIS mengklaim anggotanya bertanggungjawab dalam pembunuhan seorang pekerja Hindu di distrik Pabna.

Namun, otoritas Bangladesh selalu membantah keberadaan ISIS maupun al-Qaeda di negara mereka. Sampai akhirnya, Perdana Menteri Sheikh Hasina memerintahkan kampaye anti-militansi setelah istri seorang polisi ditembak dan ditikam hingga tewas saat menunggu putranya di halte bus pada 5 Juni lalu.

Korban merupakan aktivis yang vokal melawan militansi. Pembunuhan terhadapnya yang memicu operasi besar-besaran tersebut. Sejumlah serangan yang sebelumnya hanya menyasar para pemuka agama dan blogger yang kurang dikenal, tidak digubris pemerintah.

"Jika mereka pikir dapat menjungkirbalikkan Bangladesh, mereka salah," kata Sheikh Hasina. "Mereka akan dihukum di tanah Bangladesh dan para pemimpin mereka juga tidak akan diampuni," ujarnya di Parlemen Bangladesh, Rabu lalu. (Independent)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI