Jalan Nasional Banyuwangi-Yogyakarta Siap Digunakan Pemudik

Madinah | Suara.com

Selasa, 21 Juni 2016 | 13:06 WIB
Jalan Nasional Banyuwangi-Yogyakarta Siap Digunakan Pemudik
Dok. Ditjen Bina Marga

Suara.com - Dalam rangka mengecek kesiapan jalan nasional, khususnya rute Banyuwangi-Surabaya-Solo-Yogyakarta, tim yang dipimpin Staf Ahli Menteri Bidang Keterpaduan Pembangunan, Danis Hidayat Sumadilaga melakukan pemeriksaan ke lapangan belum lama ini.

Tim memulai perjalanan dari Banyuwangi, Jawa Timur menuju ke arah Surabaya melalui jalur selatan dengan melewati Jember, Lumajang, Probolinggo. Lintas nasional dari Surabaya menuju Banyuwangi dan arah sebaliknya merupakan salah satu jalur sangat ramai yang digunakan pemudik khususnya yang masuk dari Gilimanuk menuju Pelabuhan Ketapang. Berdasarkan data PT ASDP, pada Lebaran 2015, jumlah pemudik yang masuk ke Ketapang lebih dari 800 ribu orang dan lebih dari 200 ribu kendaraan baik roda dua maupun roda empat.

Ditambahkan Danis, secara keseluruhan jalan nasional yang dilewatinya sudah siap digunakan oleh para pemudik hanya memerlukan penanganan minor pada beberapa titik.

"Yang perlu mendapat perhatian, diantaranya Bukit Gumitir yang merupakan perbatasan Banyuwangi - Jember perlu perapihan bahu jalan demi untuk keamanan dan keselamatan pengendara," ucap Danis.

Penanganan minor berupa penutupan lubang jalan (patching) juga akan dilakukan pada beberapa titik di ruas Lumajang-Probolinggo. Jalan sepanjang 15 kilometer tersebut, merupakan jalur yang padat yang dilintas truk-truk. Upaya ini demi memenuhi aspek keamanan.

Selain melewati jalur selatan, para pemudik dari Banyuwangi menuju Surabaya juga dapat menggunakan jalan sisi utara dengan melintasi Situbondo-Pasuruan. Kondisi jalan nasional ruas Mojokerto-Kertosono juga baik dan siap digunakan pemudik. Selain itu, pemudik juga sudah bisa menggunakan tol Krian-Mojokerto sepanjang 18,47 Km yang sudah diresmikan sejak Maret lalu.

Pada kesempatan mudik tahun ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah berupaya mendorong penggunaan bagian dari tol Surabaya-Mojokerto khususnya Seksi III dan bagian dari tol Mojokerto-Kertosono. Danis menyebutkan, dimanfaatkannya tol tersebut nantinya belum dalam kondisi yang ideal serta situasional dan bertujuan mengurangi beban jalan nasional bila sangat padat.

Sementara untuk jalan nasional mulai dari arah Surabaya hingga ke Solo dan Yogyakarta juga dalam kondisi baik. Hal-hal yang mendapat perhatian dari Danis selaku ketua tim peninjauan diantaranya hanya marka dan rambu jalan serta bahu jalan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hati-hati Mudik Pakai Motor Bisa Stres

Hati-hati Mudik Pakai Motor Bisa Stres

| Selasa, 21 Juni 2016 | 08:45 WIB

Jalur Wilayah Bali Siap Dilewati Pemudik

Jalur Wilayah Bali Siap Dilewati Pemudik

News | Senin, 20 Juni 2016 | 13:24 WIB

Perangkat Gadget yang Wajib Dibawa saat Mudik

Perangkat Gadget yang Wajib Dibawa saat Mudik

Tekno | Minggu, 19 Juni 2016 | 13:56 WIB

Terkini

Kisah Difabel Tuli Perdana Dengar Suara Takbiran: Dulu Duniaku Sangat Sunyi

Kisah Difabel Tuli Perdana Dengar Suara Takbiran: Dulu Duniaku Sangat Sunyi

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:17 WIB

Viral Keluhan Ban Mobil Dikempeskan di Monas, Kadishub DKI: Jangan Parkir di Badan Jalan!

Viral Keluhan Ban Mobil Dikempeskan di Monas, Kadishub DKI: Jangan Parkir di Badan Jalan!

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:13 WIB

Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda

Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:02 WIB

Kritik KPK, Sahroni Usul Tahanan Rumah Harus Bayar Mahal: Biar Negara Gak Rugi-Rugi Banget

Kritik KPK, Sahroni Usul Tahanan Rumah Harus Bayar Mahal: Biar Negara Gak Rugi-Rugi Banget

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:02 WIB

Mudik Siswa Sekolah Rakyat, Naila Akhirnya Punya Rumah Baru Layak Huni

Mudik Siswa Sekolah Rakyat, Naila Akhirnya Punya Rumah Baru Layak Huni

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:00 WIB

Tentara Amerika Gali Kuburannya Sendiri Jika Serang Pulau Kharg

Tentara Amerika Gali Kuburannya Sendiri Jika Serang Pulau Kharg

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:55 WIB

Dukung Wacana WFH ASN demi Hemat Energi, Komisi II DPR: Tapi Jangan Disalahgunakan untuk Liburan

Dukung Wacana WFH ASN demi Hemat Energi, Komisi II DPR: Tapi Jangan Disalahgunakan untuk Liburan

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:54 WIB

Lebaran Perdana Warga Kampung Nelayan Sejahtera, Kini Tanpa Rasa Cemas

Lebaran Perdana Warga Kampung Nelayan Sejahtera, Kini Tanpa Rasa Cemas

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:52 WIB

Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Mantan Penyidik: KPK Tak Boleh Beri Perlakuan Istimewa

Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Mantan Penyidik: KPK Tak Boleh Beri Perlakuan Istimewa

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:48 WIB

Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan

Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:42 WIB