Teman Ahok Minta Habiburokhman Jangan Terjun dari Puncak Monas

Siswanto, Ummi Hadyah Saleh

Selasa, 21 Juni 2016 | 13:24 WIB
Teman Ahok Minta Habiburokhman Jangan Terjun dari Puncak Monas
Pendiri relawan Teman Ahok Singgih Widyastono [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Pendiri organisasi Teman Ahok, Singgih Widyastono, menyarankan kepada Ketua Bidang Advokasi DPP Partai Gerindra Habiburokhman untuk berhati-hati melontarkan pernyataan di depan publik. Hal ini terkait dengan janji Habiburokhman untuk terjun dari tugu Monumen Nasional kalau relawan berhasil mendapatkan formulir dan fotokopi KTP warga Jakarta sebanyak sejuta lembar. Ternyata, Teman Ahok berhasil dan janji politisi tersebut ditagih banyak orang.

"Untuk lebih berhati-hati aja berbicara. Mereka kan politisi harusnya lebih mengerti cara berbicara yang baik dan lebih punya logika untuk mikir," ujar Singgih kepada Suara.com di Sekretariat Teman Ahok, Pejaten, Pasar Minggu, Selasa (21/6/2016).

Singgih juga mengaku heran dengan pernyataan Habiburokhman yang meragukan satu juta KTP yang telah dikumpulkan Teman Ahok.

"Kita juga bukan gerakan yang main-main. Sekarang giliran kita sudah punya satu juta KTP dibilangnya KTP dari plastik, mana ada KTP plastik, ini kan ngaco saja. Jadi dia harus lebih hati-hati saja berbicara," kata dia.

Kendati demikian, Singgih tetap tak ingin Habiburokhman terjun dari puncak Monas.

"Makanya kita pikir nggak usahlah (terjun dari Monas), tapi kan manusia yang dipegang janjinya. Bukan saya yang menagih. Tapi kita nggak menyarankan sih," kata dia.

Pada Minggu (20/6/2016) malam, jumlah fotokopi KTP warga Jakarta yang dikumpulkan Teman Ahok mencapai 1.024.632 lembar. Teman Ahok merupakan organisasi pendukung Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama maju ke pilkada Jakarta periode 2017-2022 melalui jalur non partai.

Di tengah ramainya netizen menagih janji, Habiburokhman mengaku tidak percaya dengan satu juta fotokopi KTP yang dikumpulkan oleh Teman Ahok.

"Klaim 1 jt KTP tersebut sangat tidak dapat dipercaya karena satu- satunya pihak yang menghitung, memverifikasi dan mengklaim hanyalah Teman Ahok sendiri," tulis Habiburokhman melalui akun Twitter @habiburokhman

Habiburokhman bahkan meragukan kredibilitas Teman Ahok. Dia menilai klaim meraih satu juta KTP hanya sebagai bargaining politik dengan partai.

"Kredibilitas Teman Ahokpun saya sgt ragu, halini juga terkait tuduhan aliran dana Rp 30 M dari pengembang reklamasi kpd mrk. Saya menganggap klaim tersebut tak lebih dari psywar politik murahan hanya untuk mengangkat popuaritas Ahok yg banyak dibenci rakyat," tulis Habiburokhman.

Dalam cuitannya, Habiburokhman juga menulis bahwa sikap kontraproduktif dengan klaim satu juta tersebut diperlihatkan oleh Ahok sendiri.

"Yang terlihat ngarep parpol untuk mendukung pencalonannya. Selain itu Teman Ahok juga terlihat sangat ketakutan ketika dalam UU PIlkada yang baru metode verifikasi dilakukan dengan sensus atau pengecekan satu persatu. Bahkan mereka mau Uji materiil UU itu. Melihat gelagatnya saya curiga pasti ada masalah besar dalam pengumpulan KTP tersebut, mungkin saja terjadi manipulasi selama pengumpulan KTP," tulis Habiburokhman.

Habiburokman juga menuliskan indikasi lain yang menurutnya klaim mendapatkan satu juta KTP meragukan.

"Indikasi paling jelas soal ketidakbenaran KTP 1 juta tersebut adalah sampai saat ini mereka tidak berani deklarasi pencalonan Ahok lewat jalur independen," tulisnya.

Di akhir cuitan, lelaki yang cuitannya hampir selalu menyinggung Ahok dalam kasus pembelian tanah untuk Rumah Sakit Sumber Waras dan reklamasi Teluk Jakarta itu memberikan saran kepada Ahok. Bahkan, dia juga menulis tentang rompi orange yang selalu dibawanya yang sewaktu-waktu akan diberikan kepada KPK kalau Ahok terjerat kasus hukum dan jadi tersangka.

"Saya sarankan kepada Ahok agar jangan menghabiskan energi soal KTP tersebut, sebab saya khawatir dalam waktu dekat dia bisa menjadi tersangka dalam korupsi retribusi tambahan reklamasi. Rompi Orange yang saya siapkan u Ahok masih ada di mobil saya dan setiap saat siap saya antar ke KPK kalau Ahok jadi tsk."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Janji Habiburokhman Terjun Dari Monas, Ini Respon Teman Ahok

Janji Habiburokhman Terjun Dari Monas, Ini Respon Teman Ahok

News | Selasa, 21 Juni 2016 | 12:35 WIB

PDIP: Dukungan Tiga Partai Buat Ahok Baru Sebatas Lewat Media

PDIP: Dukungan Tiga Partai Buat Ahok Baru Sebatas Lewat Media

News | Selasa, 21 Juni 2016 | 11:00 WIB

Ditagih Terjun dari Tugu Monas, Begini Cara Habiburokhman Ngeles

Ditagih Terjun dari Tugu Monas, Begini Cara Habiburokhman Ngeles

News | Selasa, 21 Juni 2016 | 06:31 WIB

Fadli Zon: KPK Independen Bukan Abdi Dalam Istana, Apalagi Ahok

Fadli Zon: KPK Independen Bukan Abdi Dalam Istana, Apalagi Ahok

News | Senin, 20 Juni 2016 | 13:40 WIB

Duit Panas Reklamasi, Fadli Zon Dorong Teman Ahok Terbuka

Duit Panas Reklamasi, Fadli Zon Dorong Teman Ahok Terbuka

News | Senin, 20 Juni 2016 | 13:01 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×