Fadli Zon Ragukan Kesiapan Infrastruktur Lapas Khusus Teroris

Adhitya Himawan, Dian Rosmala

Rabu, 20 Juli 2016 | 16:37 WIB
Fadli Zon Ragukan Kesiapan Infrastruktur Lapas Khusus Teroris
Wakil Ketua DPR Fadli Zon [Suara.com/Dian Rosmala]

Menteri Politik, Hukam dan Keamanan (Menkopolhukam) Luhut Binsar Pandjaitan mewacanakan akan memisahkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) untuk teroris dengan narapidana lainnya. Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPR dari Fraksi Gerindra Fadli Zon menyetujuinya.

Namun demikian, Fadli kembali mempertanyakan terkait infrastruknya. Sebab, jika ada pemisahan tahanan berdasarkan kategori kejahatan maka dibutuhkan banyak ruangan Lapas.

"Saya kira gagasan itu bagus, untuk mempermudah pengawasan. Tetapi masalahnya, apakah kita mempunyai infrastrukturnya. Lapas-lapasnya ada nggak? Kalau dipisah gitu kan akan lebih banyak," kata Fadli, di DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/7/2016).

Menurut Fadli, jika wacana tersebut memungkinkan untuk direalisaaikan, dan didukung dengan infrastruktur yag memadai maka sebaiknya segera dilakukan. Katanya, hal ini akan semakin mempermudah pengawasan.

Fadli berpendapat, memang sudah seharusnya pengawasan terhadap narapidana kejahatan terorisme dibedakan dengan narapidana kejahatan lainnya.

"Kalau itu memungkinkan, saya rasa akan lebih bagus dipisahkan. Sehingga pengawasannya tentu lain, tingkat scuriti level untuk mengawasi terorisme tentu akan berbeda dengan narkoba. Akan berbeda dengan pidana pencurian atau pidana biasa," tutur Fadli.

Namun demikian, Fadli lagi-lagi mendasarkan pandangan tersebut pada infrastruktur yang tersedia.

"Jadi menurut saya sangat tergantung pada infrastrukturnya, karena menyangkut pada securiti level. High securiti level atau low securiti, level ini menurut saya tergantung pada infrastruktur," kata Fadli.

Ia menambahkan, menurut informasi, hampir semua lapas yang tersedia sudah mengalami over capacity. Katanya, hal inilah yang harus menjadi fokus terlebih dahulu. Jika over capacity lapas ini bisa teratasi, atau dibangun lapas baru, maka wacana Menkopolhukam tersebut bisa segera direalisasikan.

"Setahu saya, dari keberadaan lapas-lapas yang ada. Hampir sebagian lapas itu sudah over, over loadid. Sudah melebihi dari kapasitas," kata Fadli.

"Ini yang perlu difikirkan. Nah, gagasan tersebut jangan hanya sekedar gagasan saja, tapi liat infrastrukturnya. Dikaji lebih baik. Tapi gagasan itu gagasan bagus," Fadli melanjutkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemerintah Belum Bisa Penuhi Permintaan Soal Bilik Asmara

Pemerintah Belum Bisa Penuhi Permintaan Soal Bilik Asmara

News | Senin, 11 Juli 2016 | 14:54 WIB

Napi Narkoba Asal Turki Kabur dari Lapas Nusakambangan

Napi Narkoba Asal Turki Kabur dari Lapas Nusakambangan

News | Selasa, 05 Juli 2016 | 06:16 WIB

MenkumHAM Klaim Penusuk di Lapas Gorontalo Sudah Ditangkap

MenkumHAM Klaim Penusuk di Lapas Gorontalo Sudah Ditangkap

News | Kamis, 02 Juni 2016 | 17:21 WIB

Lapas Gorontalo Sudah Aman Terkendali, Satu Polisi Kena Tikam

Lapas Gorontalo Sudah Aman Terkendali, Satu Polisi Kena Tikam

News | Rabu, 01 Juni 2016 | 17:49 WIB

Lapas Gorontalo Rusuh dan Diambil Alih Para Narapidana

Lapas Gorontalo Rusuh dan Diambil Alih Para Narapidana

News | Rabu, 01 Juni 2016 | 06:29 WIB

Ratusan Personel Kawal Pemindahan Narapidana Lapas Banceuy

Ratusan Personel Kawal Pemindahan Narapidana Lapas Banceuy

News | Rabu, 27 April 2016 | 23:06 WIB

Sebanyak 55 Napi LP Banceuy Dipindahkan ke Lapas Cirebon

Sebanyak 55 Napi LP Banceuy Dipindahkan ke Lapas Cirebon

News | Rabu, 27 April 2016 | 17:38 WIB

Sebanyak 140 Narapidana Bermasalah Dipindahkan dari Lapas Banceuy

Sebanyak 140 Narapidana Bermasalah Dipindahkan dari Lapas Banceuy

News | Selasa, 26 April 2016 | 22:45 WIB

Menkumham Tunggu Penyidikan Polisi Ungkap Kerusuhan Lapas Banceuy

Menkumham Tunggu Penyidikan Polisi Ungkap Kerusuhan Lapas Banceuy

News | Selasa, 26 April 2016 | 14:44 WIB

Buntut Rusuh, Ratusan Napi Lapas Banceuy Dipindahkan

Buntut Rusuh, Ratusan Napi Lapas Banceuy Dipindahkan

News | Selasa, 26 April 2016 | 14:43 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×