Diduga Curang, Pemerintah Ambil Alih Seleksi 14 Kursi DPRP Papua

Siswanto | Erick Tanjung | Suara.com

Jum'at, 23 September 2016 | 10:35 WIB
Diduga Curang, Pemerintah Ambil Alih Seleksi 14 Kursi DPRP Papua
Staf Khusus Presiden Joko Widodo, Lenis Kogoya, yang juga Ketua Lembaga Masyarakat Adat (Suara.com/Dian Kusumo Hapsari)
Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri mengambil alih proses seleksi 14 kursi DPR Provinsi Papua yang akan duduk dari jalur adat. Pasalnya, proses seleksi calon wakil rakyat yang merupakan perwakilan lima wilayah Adat Papua diduga ada kecurangan karena intervensi gubernur Papua.
 
"Hal berdasarkan pengaduan masyarakat, Forum Persatuan Masyarakat Lima Wilayah Adat Papua kepada Presiden tanggal 15 September‎ 2016, yang intinya menolak keputusan Panitia Seleksi 14 kursi Otsus (otonomi khusus) Provinsi Papua karena intervensi gubernur provinsi," kata Staf Khusus Presiden, Lenis Kogoya, di komplek Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta.
 
Lenis menjelaskan bentuk intervensi gubernur Papua adalah pencopotan 19 orang calon tetap dari daftar calon tetap 42 orang, kemudian memasukkan 19 orang nama calon baru dalam tahapan seleksi verifikasi administrasi faktual dan wawancara di tingkat pansel. Nama-nama calon tetap yang dimasukkan mayoritas ialah pengurus partai dan tim sukses pilkada Papua tahun 2018.
 
"Dasar penolakan itu karena tidak sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam Perda Khusus Provinsi Papua Nomor 6 Tahun 2014 tentang keanggotaan DPRP yang ditetapkan melalui jalur pengangkatan periode 2014-2019. Serta Pergub Papua Nomor 71 tahun 2015 tentang tata cara seleksi pengangkatan anggota DPRP," ujar dia.
 
Terkait hal itu, kata Lenis, sebagai Staf Khusus Presiden telah gelar rapat dengan para stakeholder, yakni Kemendagri, Kemenkopolhukam, Polri, Badan Intelijen Negara, dan BAIS, dan Sekretariat ‎ Kabinet di kantor Kementerian Sekretariat Negara, Kamis (22/9/2016) kemarin. Rapat tersebut memutuskan mengambil alih dan mengkaji ulang proses seleksi 14 kursi DPRP tersebut.
 
"Pemerintah akan memanggil Gubernur Papua dan Pansel Provinsi, kemudian mengecek dokumen keputusan Pansel terkait pengangkatan 14 kursi Otsus dari lima wilayah adat tersebut," tutur dia.
 
‎Dia menambahkan sesuai amanat Undang-Undang Otonomi Khusus, para kandidat anggota DPRP merupakan hasil seleksi yang benar-benar berasal dari para tokoh masyarakat dan adat dari daerah yang selama ini memang belum ada keterwakilan di DPR Papua. Namun, yang terjadi justru kebanyakan orang-orang yang terlibat dari partai politik.
 
Sementara itu, seleksi anggota DPRP yang dipilih melalui jalur otsus untuk 14 kursi diikuti sebanyak 174 orang dari lima Daerah Pengangkatan. Di antaranya Dapeng Ha Anim 20 orang, Dapeng Tabi 37 orang, Dapeng Saereri 37 orang, Dapeng Mee Pagi 37 orang dan Dapeng La Pago 37 orang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

1 Mei Tak Cuma Hari Buruh, Tanggal Ini Juga Jadi Momen Bersejarah bagi Papua

1 Mei Tak Cuma Hari Buruh, Tanggal Ini Juga Jadi Momen Bersejarah bagi Papua

Lifestyle | Kamis, 30 April 2026 | 15:26 WIB

Wamendagri Wiyagus Tekankan Pemerintah Berikan Perhatian Serius Tangani Masalah Kesehatan Papua

Wamendagri Wiyagus Tekankan Pemerintah Berikan Perhatian Serius Tangani Masalah Kesehatan Papua

News | Selasa, 28 April 2026 | 19:15 WIB

Ketum TP PKK Tekankan Peran Strategis PKK dan Posyandu di Papua Selatan

Ketum TP PKK Tekankan Peran Strategis PKK dan Posyandu di Papua Selatan

News | Selasa, 28 April 2026 | 18:57 WIB

15 Warga Tewas di Puncak Papua, DPR Desak Investigasi Independen dan Transparan

15 Warga Tewas di Puncak Papua, DPR Desak Investigasi Independen dan Transparan

News | Selasa, 28 April 2026 | 14:59 WIB

BRI Salurkan Kredit Perumahan Rp258,9 Miliar untuk Masyarakat Papua

BRI Salurkan Kredit Perumahan Rp258,9 Miliar untuk Masyarakat Papua

Bri | Selasa, 28 April 2026 | 13:16 WIB

Mendagri Ajak Pemda di Tanah Papua Perkuat Kolaborasi Dukung Program Perumahan

Mendagri Ajak Pemda di Tanah Papua Perkuat Kolaborasi Dukung Program Perumahan

News | Selasa, 28 April 2026 | 08:35 WIB

Wamendagri Ribka Haluk Dorong RKPD 2027 Papua Pegunungan Selaras Prioritas Nasional

Wamendagri Ribka Haluk Dorong RKPD 2027 Papua Pegunungan Selaras Prioritas Nasional

News | Senin, 27 April 2026 | 18:51 WIB

Awali Kunjungan di Papua Barat Daya, Mendagri Tito Tinjau Kawasan Pusat Pemerintahan

Awali Kunjungan di Papua Barat Daya, Mendagri Tito Tinjau Kawasan Pusat Pemerintahan

News | Senin, 27 April 2026 | 12:50 WIB

Warga Harus Tempuh 7 Jam untuk Berobat, Harapan RSUD Rodo Fabo Waropen Kini di Ujung Tanduk

Warga Harus Tempuh 7 Jam untuk Berobat, Harapan RSUD Rodo Fabo Waropen Kini di Ujung Tanduk

News | Minggu, 26 April 2026 | 08:05 WIB

Komisaris Pertamina Cek Distribusi BBM dan LPG di Sorong, Pastikan Pasokan Terjaga

Komisaris Pertamina Cek Distribusi BBM dan LPG di Sorong, Pastikan Pasokan Terjaga

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 21:06 WIB

Terkini

Resmi! Pemerintah Bentuk Gugus Tugas Perbaikan Daycare Usai Marak Kekerasan Anak

Resmi! Pemerintah Bentuk Gugus Tugas Perbaikan Daycare Usai Marak Kekerasan Anak

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:07 WIB

May Day Bukan Wisata, Besok Perisai dan GMNI Aksi di Depan Gedung DPR

May Day Bukan Wisata, Besok Perisai dan GMNI Aksi di Depan Gedung DPR

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:04 WIB

Truk Tronton Rem Blong, Hantam Separator Transjakarta di Slipi

Truk Tronton Rem Blong, Hantam Separator Transjakarta di Slipi

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:02 WIB

Peringati 40 Hari Kasus Andrie Yunus, Massa Desak Prabowo Evaluasi Menhan Sjafrie Sjamsoeddin

Peringati 40 Hari Kasus Andrie Yunus, Massa Desak Prabowo Evaluasi Menhan Sjafrie Sjamsoeddin

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:00 WIB

Blokade AS Tak Gentarkan Iran, Mohsen Rezaei: Upaya Itu Pasti Gagal!

Blokade AS Tak Gentarkan Iran, Mohsen Rezaei: Upaya Itu Pasti Gagal!

News | Kamis, 30 April 2026 | 17:58 WIB

Cegah Warga Terobos Rel, Korlantas Siapkan ETLE dan Personel untuk Awasi Perlintasan Kereta Rawan

Cegah Warga Terobos Rel, Korlantas Siapkan ETLE dan Personel untuk Awasi Perlintasan Kereta Rawan

News | Kamis, 30 April 2026 | 17:53 WIB

LRT Jakarta Fase 1B Masuk Tahap Uji Coba, Jalur Velodrome-Pasar Pramuka Mulai Dites

LRT Jakarta Fase 1B Masuk Tahap Uji Coba, Jalur Velodrome-Pasar Pramuka Mulai Dites

News | Kamis, 30 April 2026 | 17:52 WIB

33 Tahun Pembunuhan Marsinah, Dian Septi Soroti Pola Militerisme dan Penjinakan Gerakan Buruh

33 Tahun Pembunuhan Marsinah, Dian Septi Soroti Pola Militerisme dan Penjinakan Gerakan Buruh

News | Kamis, 30 April 2026 | 17:45 WIB

Korupsinya Pengaruhi Kualitas Pendidikan, Jadi Alasan Eks Direktur SD Divonis 4 Tahun Penjara

Korupsinya Pengaruhi Kualitas Pendidikan, Jadi Alasan Eks Direktur SD Divonis 4 Tahun Penjara

News | Kamis, 30 April 2026 | 17:38 WIB

Korupsi Chromebook, Ini Alasan Hakim Ringankan Vonis Sri Wahyuningsih

Korupsi Chromebook, Ini Alasan Hakim Ringankan Vonis Sri Wahyuningsih

News | Kamis, 30 April 2026 | 17:31 WIB