Bela Dimas Kanjeng, Jangan Langsung Bilang Setan, Itu Hak Tuhan

Siswanto, Ummi Hadyah Saleh

Rabu, 05 Oktober 2016 | 19:10 WIB
Bela Dimas Kanjeng, Jangan Langsung Bilang Setan, Itu Hak Tuhan
Marwah Daud Ibrahim [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Nama cendekiawan muslim Marwah Daud Ibrahim belakangan ini ramai diperbincangkan. Namanya mencuat setelah pimpinan Padepokan Kanjeng Dimas Taat Pribadi terjerat kasus hukum. Di padepokan tersebut, politikus tersebut menduduki posisi sebagai ketua yayasan.

Wartawan Suara.com menemui perempuan berjilbab tersebut usai menghadir acara program TV One Indonesia Lawyer Club di Hotel Borobudur, Selasa (4/10/2016) malam.

Saat dijumpai, Marwah bercerita panjang lebar mengenai awal mula kenalan dengan Taat Pribadi.

"Jadi saya kenal Mas Kanjeng tahun 2012. Ini sangat terkait dengan perjalanan panjang saya ilmu scientific atau perjalanan spiritual. Saya punya keyakinan memang negeri ini, Indonesia, luar biasa, banyak orang luar biasa. Salah satu saya ketemu orang luar biasa dari Indonesia," kata Marwah Daud.

"Saya terimakasih, sekarang ini saya melihat kita melakukan investigasi menyeluruh, baik secara hukum maupun fenomena yang menarik ada di diri beliau yang dimiliki bangsa ini," Marwah Daud menambahkan.

Marwah Daud merupakan mantan Asisten Peneliti Bank Dunia. Dia memiliki doktor lulusan The American University Washington DC, Amerika Serikat. 

Mengenai persoalan sekarang tengah menimpa Taat Pribadi, Marwah Daud mengatakan terlalu dini baginya untuk membuat penilaian.

"Saya terlalu dini untuk memberikan penilaian, apalagi orang yang menilai hanya tiga hari atau satu minggu membaca dengan kontroversi. Begitu kita sabar melewati prosesnya, saya yakin Allah maha melihat, maha adil, dan maha kuasa," kata mantan Sekretaris Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia.

Marwah Daud mengatakan ketika Tuhan telah memilih seseorang untuk membuat langkah yang besar, harus diterima.

"Tapi kita nggak boleh memaksakan orang yang meyakini, karena memang dari awal bilang syirik," katanya.

Marwah kemudian menceritakan Galileo Galilei, seorang ilmuwan besar asal Italia. Dia terkenal akan penyangkalannya terhadap keyakinan bahwa bumi pusat tata surya. Gara-gara pandangannya tersebut, kemudian dia dianggap sebagai perusak iman. Akhirnya, Galileo Galilei diajukan ke pengadilan dan dihukum sampai meninggal.

"Jadi ketika Galileo Galilei karena dia punya teleskop, dia berjalan melewati zamannya, sehingga Gereja Italia sampai menghukum mati karena berani mengatakan bumi itu bulat dan menurut analisa mereka cara mereka menerjemahkan kitab, bumi itu sifatnya semesta. Sementara Galileo mengatakan matahari pusat tata Surya, ini butuh waktu ratusan tahun,tanpa perdebatan. Dulu nggak ada TV, kamera.

"Karena ilmuwan sekarang sudah tiba di batas akhir, dia harus melangkah ke tingkat lebih tinggi untuk menjawab tantangan, ini tidak sederhana," Marwah Daud menambahkan.

Ketika ditanya apakah tindakan Taat Pribadi memiliki dasar ilmu pengetahuan, Marwah memberikan penjelasan secara panjang lebar.

"Kita bicara hukum gravitasi ada Issac Newton. Lalu kita bisa melihat perjalanan planet, tapi, manusia sudah masuk pada sisi quantum itu tidak sekedar masa dan energi, walaupun Einstein sudah mengatakan ini revolusi energi. Ketika dikatakan bahwa ini ketika masa dengan kecepatan cahaya, berarti akan berubah menjadi energi tapi itu bisa berganti," katanya.

"Ini fenomena yang saya lihat tidak bisa dijelaskan dengan itu lagi. Kita harus naik selangkah lagi. Itulah menurut saya scientic harus bergerak menuju yang namanya pendekatan spiritual dan mungkin kita harus meyakini ada kuasa Allah, scientic sekarang sudah masuk tahap berikutnya. Bahwa sekarang di laboratoriun pusat di Amerika sudah mulai melihat bahwa ada dimensi, dimensi keempat bisa melihat dimensi ketiga, tidak sebaliknya," Marwah Daud menambahkan.

Kembali pada kasus Taat Pribadi yang sekarang ditangani Polda Jawa Timur, Marwah mengajak masyarakat tetap mengedepankan azas praduga tak bersalah.

"Mari kita sabar menunggu proses hukum, prosesnya, perkembangannya. Jangan langsung bilang ini kerja jin, setan. Itu hak Tuhan siapa yang lebih islami siap yang lebih beriman," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Setelah di Penjara, Dimas Kanjeng Kembali Berjaya? Fakta di Balik Padepokannya yang Kembali Ramai

Setelah di Penjara, Dimas Kanjeng Kembali Berjaya? Fakta di Balik Padepokannya yang Kembali Ramai

Entertainment | Kamis, 30 Oktober 2025 | 15:13 WIB

8 Kasus Dukun Palsu Pengganda Uang yang Pernah Bikin Gempar Seluruh Indonesia

8 Kasus Dukun Palsu Pengganda Uang yang Pernah Bikin Gempar Seluruh Indonesia

Your Say | Rabu, 10 Mei 2023 | 17:32 WIB

4 Kasus Dukun Pengganda Uang yang Menggemparkan, Terbaru Kasus Mbah Slamet

4 Kasus Dukun Pengganda Uang yang Menggemparkan, Terbaru Kasus Mbah Slamet

Your Say | Jum'at, 07 April 2023 | 08:45 WIB

Selain Dukun Mbah Slamet, Ini 3 Kasus Penggandaan Uang yang Telan Korban Jiwa

Selain Dukun Mbah Slamet, Ini 3 Kasus Penggandaan Uang yang Telan Korban Jiwa

News | Rabu, 05 April 2023 | 17:36 WIB

Terkini

Udara Jakarta Masuk Kategori Tak Sehat Pagi Ini, Terburuk Keempat di Indonesia

Udara Jakarta Masuk Kategori Tak Sehat Pagi Ini, Terburuk Keempat di Indonesia

News | Minggu, 01 November 2026 | 08:04 WIB

Pajak Bukan Uang Cuma-cuma: Rakyat Berhak Menuntut Pertanggungjawaban

Pajak Bukan Uang Cuma-cuma: Rakyat Berhak Menuntut Pertanggungjawaban

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 08:00 WIB

Cara Membersihkan Mesin Cuci 1 Tabung Tanpa Dibongkar, Praktis dan Mudah

Cara Membersihkan Mesin Cuci 1 Tabung Tanpa Dibongkar, Praktis dan Mudah

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 07:58 WIB

Pemerintah Kucurkan Rp1,235 Triliun, Pemprov Riau Kebagian Rp30 M untuk Karhutla

Pemerintah Kucurkan Rp1,235 Triliun, Pemprov Riau Kebagian Rp30 M untuk Karhutla

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 07:43 WIB

Dengar Taklimat Prabowo di Hambalang, Kadin Ungkap Investasi Dalam Negeri Hampir Rp2.000 Triliun

Dengar Taklimat Prabowo di Hambalang, Kadin Ungkap Investasi Dalam Negeri Hampir Rp2.000 Triliun

News | Minggu, 01 November 2026 | 07:37 WIB

Review The Longest Wait: Skuad Lokal dan Diaspora dalam Satu Impian Bersama

Review The Longest Wait: Skuad Lokal dan Diaspora dalam Satu Impian Bersama

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 07:30 WIB

Kapolda Kepri Ancam Sanksi Berat 4 Polisi Terlibat Penyalahgunaan Narkoba

Kapolda Kepri Ancam Sanksi Berat 4 Polisi Terlibat Penyalahgunaan Narkoba

Batam | Minggu, 01 November 2026 | 07:07 WIB

CL 2NE1 Dikabarkan dalam Pembicaraan Bergabung dengan THEBLACKLABEL

CL 2NE1 Dikabarkan dalam Pembicaraan Bergabung dengan THEBLACKLABEL

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 07:00 WIB

Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi

Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi

Kaltim | Minggu, 01 November 2026 | 06:51 WIB

Arwin AS Berpulang, Bupati Bengkalis Kenang Jasa Bapak Pembangunan Siak

Arwin AS Berpulang, Bupati Bengkalis Kenang Jasa Bapak Pembangunan Siak

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:38 WIB

×