Mengintip Bisnis Maksiat "Joshi Kosei" yang Jerat Siswi Jepang

Ruben Setiawan

Kamis, 06 Oktober 2016 | 20:07 WIB
Mengintip Bisnis Maksiat "Joshi Kosei" yang Jerat Siswi Jepang
Ilustrasi siswi sekolah berseragam. (Shutterstock)

Suara.com - Baru-baru ini, masyarakat Jepang dihebohkan dengan mencuatnya kasus-kasus penipuan yang dialami gadis-gadis muda Negeri Sakura. Ternyata, tidak sedikit gadis Jepang yang terjun ke industri pornografi lantaran termakan janji manis agen pencari bakat.

Yang cukup mengejutkan adalah modus penipuan yang menjadikan para siswi sekolah sebagai korbannya. Para siswi ini biasanya dijadikan penghibur lelaki hidung belang dengan kedok layanan pijat atau lainnya.

Seperti dikutip dari Asia One, bisnis yang 'basah' ini dikenal dengan istilah "bisnis JK". JK sendiri merupakan singkatan dari "joshi kosei" yang artinya adalah siswi sekolah menengah atas (SMA).

Biasanya, para siswi sekolah ditawari pekerjaan yang mereka samarkan dalam bentu pekerjaan paruh waktu pada umumnya. Malangnya, para siswi ini rentan terhadap risiko pelecehan seksual.

Seorang siswi sekolah asal Tokai, yang kini sudah berusia 17 tahun, membagi pengalaman, di mana ia nyaris terjerumus ke dunia hitam itu. Musim panas lalu, saat dirinya masih duduk di bangku kelas dua SMA, ia didekati oleh seorang lelaki yang ia kenal lewat aplikasi pesan.

"Saya punya pekerjaan paruh waktu yang bagus untukmu," kata siswi tersebut menirukan tawaran si lelaki. Lelaki tersebut juga mengiming-imingi bayaran puluhan ribu yen untuk kerja sehari saja.

Karena ingin mendapat uang untuk membeli pakaian dan kebutuhan lainnya, siswi tersebut menurut saja. Ia pun diajak masuk ke sebuah kios. Dalam sebuah ruangan ia bertemu dengan seorang gadis lain seusianya. Di situlah ia baru diberitahu bahwa dirinya sedang 'dipajang' di ruang pamer. Pengunjung lelaki bisa melihat mereka dari ruangan lain melalui sebuah kaca.

"Itu menakutkan sekali dan saya pikir, 'saya tidak mau melakukan ini'," katanya.

Singkat cerita, siswi tersebut berhasil kabur. Ia pun merahasiakan apa yang sudah terjadi dari orangtuanya. Namun, ia pun mengakui, apabila menginginkan pakaian maupun kosmetika, ia kadang teringat akan pekerjaan bergaji menggiurkan itu.

Bisnis JK sudah beroperasi sejak lima atau enam tahun lalu. Di banyak kios, gadis-gadis berpakaian seragam sekolah memberikan beraneka layanan, dari pijat, hingga sekedar menemani pelanggan duduk-duduk di ruangan pribadi. Model layanan lain yang cukup populer adalah layanan yang disamarkan dengan istilah "stroll" dan "open house".

"Stroll" adalah bentuk layanan di mana pelanggan lelaki bisa mengajak jalan-jalan seorang gadis. Dalam sebuah kasus yang terjadi di tahun 2015, seorang gadis menjadi korban pelecehan seksual setelah diajak jalan-jalan seorang lelaki ke sebuah tempat karaoke mini. Ada pula insiden di mana siswi diculik dan dibawa ke rumah si pelanggan.

Berdasarkan penyelidikan Kepolisian Tokyo, pada bulan Juni tahun 2015, ada 132 bisnis JK yang diketahui di kota tersebut. Namun, per bulan Januari tahun ini, jumlahnya menjadi 174. Ini belum termasuk layanan yang tidak memiliki tempat resmi.

Bisnis ini sulit diredam. Pasalnya, menurut Kazuki Arai, direktur Zenkoku Kodomo Fukushi Center, organisasi non profit yang menangani kesejahteraan anak Jepang, para pengelola bisnis ini dengan licik merekrut para siswi untuk pekerjaan paruh waktu. Namun, tidak disebutkan secara gamblang layanan-layanan berbau seks yang harus mereka lakukan

"Banyak siswi yang ingin diterima oleh orang lain namun tidak memiliki kepercayaan diri. Dalam beberapa kasus, mereka memilih untuk terus bekerja karena merasa puas mendapat pujian dari pelanggan mereka," terang Arai.

Organisasi Arai, setiap Sabtu malam, aktif mengajak para gadis yang duduk-duduk di tempat umum untuk berdiskusi. Pasalnya, banyak dari antara mereka yang dijerat untuk masuk ke bisnis JK.

Pemerintah di sejumlah perfektur pun sudah memperbarui regulasi untuk mengatur bisnis ini. Pada bulan Juli 2015 misalnya, pemerintah Perfektur Aichi melarang keras perekrutan perempuan berusia di bawah 18 tahun untuk bekerja di bisnis JK. Mereka yang melanggar diancam dengan denda dan hukuman penjara. (Asia One)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Aplikasi Hot 51 Dibongkar, Isinya Judi Online dan Live Streaming Pornografi

Aplikasi Hot 51 Dibongkar, Isinya Judi Online dan Live Streaming Pornografi

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:15 WIB

Siasat Licik Host Akun K Cari Cuan, Paksa Talent Live Vulgar Pakai Kedok Challenge

Siasat Licik Host Akun K Cari Cuan, Paksa Talent Live Vulgar Pakai Kedok Challenge

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:26 WIB

Darurat Tsunami Digital, KPAI: 5 Juta Anak RI Akses Pornografi, 80 Ribu Terjerat Judi Online!

Darurat Tsunami Digital, KPAI: 5 Juta Anak RI Akses Pornografi, 80 Ribu Terjerat Judi Online!

News | Rabu, 22 April 2026 | 09:22 WIB

Bos Aplikasi Dewasa Onlyfans Leonid Radvinsky Meninggal Dunia di Usia Muda

Bos Aplikasi Dewasa Onlyfans Leonid Radvinsky Meninggal Dunia di Usia Muda

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:02 WIB

Bejat, Eks Wasit Premier League David Coote Masuk Bui atas Kasus Pornografi Anak

Bejat, Eks Wasit Premier League David Coote Masuk Bui atas Kasus Pornografi Anak

Bola | Kamis, 08 Januari 2026 | 23:45 WIB

Kalahkan Google, Kini Onlyfans Jadi Perusahaan Paling Untung di Dunia Berdasarkan Gaji Karyawan

Kalahkan Google, Kini Onlyfans Jadi Perusahaan Paling Untung di Dunia Berdasarkan Gaji Karyawan

Tekno | Kamis, 23 Oktober 2025 | 19:05 WIB

Komdigi Denda Elon Musk Rp 78 Juta Gara-gara Konten Pornografi di X

Komdigi Denda Elon Musk Rp 78 Juta Gara-gara Konten Pornografi di X

Tekno | Kamis, 16 Oktober 2025 | 19:37 WIB

Pemerintah Yakin Pornografi dan Judol Akan Diberantas Jika Akses ke VPN Diperketat

Pemerintah Yakin Pornografi dan Judol Akan Diberantas Jika Akses ke VPN Diperketat

Tekno | Jum'at, 15 Agustus 2025 | 22:17 WIB

Waspada Jebakan Link Video Viral Andini Permata, Kenali 5 Bahaya Nonton Film Porno

Waspada Jebakan Link Video Viral Andini Permata, Kenali 5 Bahaya Nonton Film Porno

Lifestyle | Jum'at, 11 Juli 2025 | 15:55 WIB

Sewa Apartemen di Sentul City, 2 Mucikari Ini Suruh Anak-anak Live Adegan Dewasa di Aplikasi Hot51

Sewa Apartemen di Sentul City, 2 Mucikari Ini Suruh Anak-anak Live Adegan Dewasa di Aplikasi Hot51

News | Kamis, 12 Juni 2025 | 17:28 WIB

Terkini

3 Shio Paling Beruntung Pekan Ini, Ketiban Rezeki dan Kesuksesan Mulai 10 Agustus 2026

3 Shio Paling Beruntung Pekan Ini, Ketiban Rezeki dan Kesuksesan Mulai 10 Agustus 2026

Lifestyle | Senin, 10 Agustus 2026 | 06:35 WIB

Teks Dasa Darma dan Tri Satya Pramuka, Lengkap dengan Tips Mudah Menghafalnya

Teks Dasa Darma dan Tri Satya Pramuka, Lengkap dengan Tips Mudah Menghafalnya

Lifestyle | Senin, 10 Agustus 2026 | 06:30 WIB

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:56 WIB

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:38 WIB

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:06 WIB

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:39 WIB

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:11 WIB

×