Mantan Ketum GP Ansor: Ahok Tak Menghina Alquran

Tomi Tresnady

Jum'at, 07 Oktober 2016 | 11:53 WIB
Mantan Ketum GP Ansor: Ahok Tak Menghina Alquran
Gubernur Basuki Tjahaja Purnama saat sidang uji materi UU No. 10/2016 tentang cuti kampanye calon kepala daerah petahana saat Pilkada di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Senin (26/9). [Antara]

Suara.com - Mantan Ketua Umum GP Ansor, Nusron Wahid, menyatakan Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) tidak melakukan penistaan agama saat kunjungannya ke Kepulauan Seribu.

Nusron, di Jakarta, Jumat (7/10/2016), mengaku sudah melihat secara tuntas rekaman video selama kegiatan Ahok di Pulau Seribu yang berdurasi satu jam.

Dari rekaman utuh satu jam itu, tidak ada satu pun rangkaian kalimat di mana Ahok melakukan penistaan agama.

Menurut salah satu Ketua PBNU ini, yang ada justru calon petahana gubernur DKI Jakarta itu memberikan edukasi kepada rakyat agar memilih secara cerdas.

Ahok mengedukasi warga agar jangan mau dibohongi oleh orang yang mempolitisasi agama dalam hal ini dengan menggunakan ayat Al Quran surat Al Maidah.

"Jadi, yang dituju atau dimaksud Ahok adalah orang yang membohongi. Bukan berarti ayat Al Maidah yang bohong. Justru Ahok menempatkan ayat suci secara sakral. Bukan alat agitasi, dan kampanye yang mendeskreditkan," kata Nusron Wahid, seperti dilaporkan Antara.

Nusron berpendapat, video yang disebarkan dan menuduh Ahok telah menistakan Al Quran sengaja dipotong sehingga menimbulkan mispersepsi dan intepretasi yang bias dan dikembangkan di masyarakat.

"Cara-cara seperti ini sungguh picik, tidak 'fair', dan tidak beradab. Cara-cara ini sangat tidak sesuai akhlakul karimah," tegas mantan Ketua Umum PB PMII ini.

Menurut Nusron, kalau memang Ahok melakukan kesalahan dalam statemennya, di dalam acara tersebut dihadiri media massa yang luas. Logikanya, saat itu juga pasti sudah ada yang memberitakan dan mempersoalkan.

Bahkan, masyarakat Kepulauan Seribu yang hadir juga pasti komplain kalau memang betul Ahok melakukan seperti apa yang dituduhkan.

"Tapi ini sudah lebih dari seminggu berlalu, baru dimunculkan dengan dipotong secara tidak utuh. Jadi sungguh mengada-ada, dan ada unsur kesengajaan dengan memotong rekaman untuk dijadikan bahan menyerang Ahok," paparnya.

Jadi, menurut Nusron, orang yang menuduh Ahok ini dalam bahasa agama masuk kategori "kalimatu haqqin wa uridu biha al bathil" (ayat Al Quran benar, tapi digunakannya tidak benar karena jadikan alat politisasi). Sebab mereka menggunakannya untuk kepentingan menghasut agar tidak memilih Ahok.

"Padahal, 'asbabun nuzul' (sebab turunnya suatu ayat) tidak ada kaitan dengan kepemimpinan gubernur hari ini," tutur Nusron.

Nusron mengatakan, dalam Alquran yang dimaksud 'awliya' ini bukan pemimpin seperti gubernur. Awliya bermakna kedekatan sampai mengikuti imannya orang tersebut.

"Padahal, kita memilih Ahok jadi gubernur tidak ada kaitan dengan urusan agama dia. Tapi lebih karena kemampuan dalam membawa kemaslahatan," ungkap Nusron.

Namun, seandainya masalah tersebut masih dipersoalkan, apalagi ada yang menggugatnya, Nusron selaku Ketua Korbid Pemenangan Pemilu Partai Golkar Wilayah Indonesia I (Jawa dan Sumatera) menegaskan siap mendampingi Ahok.

"Faktanya sangat kuat kok. Yang hadir banyak dan menyaksikan. Konteksnya jelas, dan tidak ada unsur penistaan. Penggalan dan konteksnya juga relevan kok, jangan mau terjebak dengan politisasi pakai ayat," ucapnya, menegaskan.

Ahok sempat menemui warga di Pulau Pramuka dan memberi penekanan kepada warga Kepulauan Seribu bahwa program pemberdayaan pembudidaya kerapu yang saat itu tengah ditinjau, akan tetap dilanjutkan meski Ahok tak lagi terpilih menjadi gubernur DKI priode 2017-2022.

Ahok juga meminta warga tak harus memilihnya, semata-mata hanya ingin program tersebut terus dilanjutkan. Apalagi kata Ahok banyak pihak yang tidak suka dengan kepemimpinannya dua priode ini.

"Kan bisa saja dalam hati kecil bapak ibu, nggak pilih saya karena dibohongi (orang) dengan Surat Al Maidah (ayat) 51 macam-macam itu. Itu hak bapak ibu. Kalau bapak ibu merasa nggak bisa pilih karena takut masuk Neraka, oh nggak apa-apa," kata Ahok di Pulau Pramuka, Selasa, (27/9/2016).

"Karena ini panggilan bapak ibu. Program ini (pemberian modal bagi pembudidaya kerapu) jalan saja. Jadi bapak ibu nggak usah merasa nggak enak karena nuraninya nggak bisa pilih Ahok," Ahok menambahkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menyesalkan Ucapan Ahok yang Tak Konsisten, Sekarang Diserang

Menyesalkan Ucapan Ahok yang Tak Konsisten, Sekarang Diserang

News | Jum'at, 07 Oktober 2016 | 11:31 WIB

Dianggap Hina Muslim, Ahok akan Dilaporkan Muhammadiyah ke Polda

Dianggap Hina Muslim, Ahok akan Dilaporkan Muhammadiyah ke Polda

News | Jum'at, 07 Oktober 2016 | 11:03 WIB

Ahok Sebut Permendagri Kacau

Ahok Sebut Permendagri Kacau

News | Kamis, 06 Oktober 2016 | 19:52 WIB

APBD Perubahan DKI 2016 turun Rp4,25 Triliun

APBD Perubahan DKI 2016 turun Rp4,25 Triliun

News | Kamis, 06 Oktober 2016 | 17:40 WIB

Ahok Mau Bicara, Rapat Paripurna DPRD Kosong

Ahok Mau Bicara, Rapat Paripurna DPRD Kosong

News | Kamis, 06 Oktober 2016 | 16:59 WIB

Utusan Jokowi: Ahok Tak Bisa Urus Rakyat Kalau Bingung

Utusan Jokowi: Ahok Tak Bisa Urus Rakyat Kalau Bingung

News | Kamis, 06 Oktober 2016 | 15:48 WIB

Ini Penjelasan Kenapa Survei Ahok Tiap Lembaga Riset Beda

Ini Penjelasan Kenapa Survei Ahok Tiap Lembaga Riset Beda

News | Kamis, 06 Oktober 2016 | 15:47 WIB

Golkar Sarankan Ahok Kurangi Sifat Keras

Golkar Sarankan Ahok Kurangi Sifat Keras

News | Kamis, 06 Oktober 2016 | 15:34 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×