Lagi-lagi Isu SARA, Sayangnya Warga Jakarta Sudah Cerdas

Siswanto, Dwi Bowo Raharjo

Senin, 10 Oktober 2016 | 19:25 WIB
Lagi-lagi Isu SARA, Sayangnya Warga Jakarta Sudah Cerdas
KPUD DKI Jakarta di Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Isu agama dan etnis kembali didengungkan menjelang pilkada Jakarta. Apakah isu ini akan berpengaruh ke masyarakat Jakarta dalam menentukan pilihan?

Sebagian warga yang ditemui wartawan Suara.com mengaku sudah sadar bahwa isu tersebut dimunculkan hanya demi kepentingan politik sesaat. Sekarang, sebagian besar warga memilih pemimpin kategori pertamanya bukan latar belakang agama.

Seperti yang diungkapkan oleh Tarjono (55), warga Kampung Irian, Jakarta Pusat.

"Masyarakat seharusnya tidak terpengaruh terhadap isu SARA, karena itu hanya permainan politik dan persaingan antar calon gubernur," kata Tarjono.

Tarjono sadar bahwa Pancasila mengajarkan kepada masyarakat Indonesia untuk saling bertoleransi antara suku, agama dan ras. Dan keberhasilan memimpin daerah, kata dia, bukan diukur dari agama apa yang dianutnya, melainkan kinerja.

"Baik agama ataupun ras, kita tidak boleh membeda-bedakan karena Tuhan kita satu, mau pemimpin kita nanti beragama muslim ataupun non muslim yang pentingkan tujuannya, kinerjanya untuk membuat Jakarta lebih baik," katanya.

Senada dengan Tarjono, mahasiswa Universitas Bung Karno bernama Muhammad Novi Fediansyah (22) mengatakan bahwa masyarakat jangan lagi terpengeruh dengan isu SARA.

Bagi Ferdiansyah isu semacam merupakan salah satu wujud kampanye negatif atau black campaign. Dia mengingatkan masyarakat yang akan rugi sendiri jika ikut-ikutan mengobarkan isu SARA untuk

"Menurut saya penggunaan isu SARA merupakan salah satu bentuk black campaign. Indonesia itu negara berazaskan Pancasila yang di dalamnya tertuang persatuan dan kesatuan sebagai sebuah bangsa," kata Ferdiansyah.

Ferdiansyah juga mengingatkan kepada mereka yang mengangkat isu SARA untuk kepentingan politik agar sadar diri. Indonesia merupakan negara yang heterogen dan menunjung tinggi persatuan dan kesatuan.

"Seharusnya orang-orang yang memakai isu SARA sebagai black campaign melihat Indonesia sebagai negara multikultur yang menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan," katanya.

Tetapi diakui juga bahwa sebagian masyarakat Jakarta masih ada yang mengedepankan latar belakang agama untuk memilih seorang pemimpin.

Bagi pegawai swasta bernama Angga Wahyu Illahy (28) latar belakang agama merupakan pertimbangan nomor satu untuk memilih pemimpin.

"Ya karena faktor agama juga menentukan keperibadian seseorang, karena pemimpinlah nanti yang akan menuntun dan membimbing rakyatnya," kata Wahyu.

Walau latar belakang agama penting, Wahyu tetap menginginkan siapapun yang nanti terpilih di pilkada Jakarta pada 15 Februari 2017, merupakan pemimpin yang bisa membawa Ibu Kota ke arah yang lebih baik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bentrokan Matraman Jangan Dibawa ke Isu SARA, Pramono Anung: Jakarta Kota Terbuka!

Bentrokan Matraman Jangan Dibawa ke Isu SARA, Pramono Anung: Jakarta Kota Terbuka!

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 11:07 WIB

Kawasan Pemukiman Padat Menteng Tenggulun Akan Ditata Jadi Kampung Tematik

Kawasan Pemukiman Padat Menteng Tenggulun Akan Ditata Jadi Kampung Tematik

Foto | Rabu, 28 Januari 2026 | 18:57 WIB

Dedi Mulyadi Akui Marketnya Makin Luas Gara-Gara Sering Ngonten, Mau Nyapres?

Dedi Mulyadi Akui Marketnya Makin Luas Gara-Gara Sering Ngonten, Mau Nyapres?

Entertainment | Selasa, 05 Agustus 2025 | 21:36 WIB

Jatuh Bangun Nasib Ridwan Kamil: Gagal di Jakarta, Kini Terseret Isu Korupsi dan Perselingkuhan

Jatuh Bangun Nasib Ridwan Kamil: Gagal di Jakarta, Kini Terseret Isu Korupsi dan Perselingkuhan

Lifestyle | Kamis, 27 Maret 2025 | 16:36 WIB

Ashley Tanah Abang Jakarta: Hadirkan Kamar Tematik Keluarga untuk Liburan yang Lebih Seru

Ashley Tanah Abang Jakarta: Hadirkan Kamar Tematik Keluarga untuk Liburan yang Lebih Seru

Lifestyle | Jum'at, 21 Februari 2025 | 18:30 WIB

Tim RIDO Laporkan KPU ke DKPP dan Minta Pemungutan Suara Ulang, Anies: No Comment!

Tim RIDO Laporkan KPU ke DKPP dan Minta Pemungutan Suara Ulang, Anies: No Comment!

Kotak Suara | Sabtu, 07 Desember 2024 | 19:27 WIB

Pilkada DKI: El Rumi Pilih Dharma-Kun, Soroti Masalah Kabel Listrik

Pilkada DKI: El Rumi Pilih Dharma-Kun, Soroti Masalah Kabel Listrik

Video | Rabu, 27 November 2024 | 16:00 WIB

Cak Lontong 'Ronda' Amankan Suara Pramono-Rano di Masa Tenang Pilkada

Cak Lontong 'Ronda' Amankan Suara Pramono-Rano di Masa Tenang Pilkada

Kotak Suara | Minggu, 24 November 2024 | 16:10 WIB

Masa Tenang Pilkada DKI: Bawaslu Incar Pelaku Politik Uang Hingga Gang-gang Sempit!

Masa Tenang Pilkada DKI: Bawaslu Incar Pelaku Politik Uang Hingga Gang-gang Sempit!

Kotak Suara | Minggu, 24 November 2024 | 14:47 WIB

Endorse Prabowo ke RK Masih Abu-abu, Ini 'Daerah Kekuasaan' Anies-Ahok buat Menangkan Pramono di Jakarta

Endorse Prabowo ke RK Masih Abu-abu, Ini 'Daerah Kekuasaan' Anies-Ahok buat Menangkan Pramono di Jakarta

Kotak Suara | Minggu, 17 November 2024 | 14:46 WIB

Terkini

Raih Gelar di Olimpiade Catur 2026, Laysa Latifah Dapat Bonus Rp50 Juta dari Percasi Jakarta

Raih Gelar di Olimpiade Catur 2026, Laysa Latifah Dapat Bonus Rp50 Juta dari Percasi Jakarta

Sport | Minggu, 04 Oktober 2026 | 03:43 WIB

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:09 WIB

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Surakarta | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:05 WIB

×