Usai Debat ke-2 Capres AS, Dolar Menguat

Yazir Farouk

Selasa, 11 Oktober 2016 | 06:39 WIB
Usai Debat ke-2 Capres AS, Dolar Menguat
Ilustrasi dolar Amerika Serikat [pixabay]

Suara.com - Kurs dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama pada Senin atau Selasa pagi WIB. Penguatan ini disebabkan para investor mempertimbangkan informasi terbaru dari debat kedua calon presiden AS yang berlangsung Minggu.

Dalam debat kedua, Calon presiden AS Donald Trump dan Hillary Clinton saling menyerang satu sama lain dengan berbagai isu.

Kampanye Trump telah berada di bawah kecaman baru-baru ini. Sebuah rekaman video 2005 yang berisi komentar-komentar vulgarnya tentang wanita bocor sehingga menimbulkan kegemparan.

Dengan tidak ada data utama dari negara itu, para investor masih memilah-milah laporan penggajian (payroll) non pertanian terbaru AS.

Total penggajian pekerja non pertanian AS naik 156.000 pada September, lebih rendah dari perkiraan pasar 176.000. Tingkat pengangguran naik tipis menjadi 5,0 persen, menurut Departemen Tenaga Kerja, Jumat (7/10/2016).

Laporan penggajian non pertanian telah diawasi ketat oleh para investor untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut dari langkah-langkah selanjutnya Federal Reserve AS.

Meskipun angka terbaru di bawah harapan, Presiden Fed Cleveland, Loretta Mester, mengatakan bahwa laporan ketenagakerjaan itu "kuat," menambahkan saatnya bagi bank sentral AS untuk menaikkan suku bunga.

Beberapa pejabat Fed mengatakan awal pekan ini bahwa ada alasan yang kuat untuk menaikkan suku bunga, dan bank sentral tidak harus menunda kenaikan suku bunga.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,30 persen menjadi 96,921 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro jatuh ke 1,1139 dolar AS dari 1,1173 dolar AS, dan pound Inggris turun menjadi 1,2356 dolar AS dari 1,2441 dolar AS. Dolar Australia naik menjadi 0,7605 dolar AS dari 0,7577 dolar AS.

Dolar AS dibeli 103,69 yen Jepang, lebih tinggi dari 103,21 yen di sesi sebelumnya. Dolar naik tipis menjadi 0,9827 franc Swiss dari 0,9792 franc Swiss, dan jatuh menjadi 1,3170 dolar Kanada dari 1,3273 dolar Kanada. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Perindo Protes Gagasan Parpol Baru Dilarang Usung Capres-Cawapres

Perindo Protes Gagasan Parpol Baru Dilarang Usung Capres-Cawapres

News | Minggu, 09 Oktober 2016 | 01:23 WIB

Forextime: Pound dan Emas Tergelincir, Rupiah Bertahan

Forextime: Pound dan Emas Tergelincir, Rupiah Bertahan

Bisnis | Jum'at, 07 Oktober 2016 | 16:33 WIB

Partai Golkar Konsolidasi Nasional Buat Menangkan Jokowi di 2019

Partai Golkar Konsolidasi Nasional Buat Menangkan Jokowi di 2019

News | Senin, 26 September 2016 | 21:22 WIB

Terkini

Kebakaran TPA Jatiwaringin Ungkap Risiko Timbunan Sampah, Begini Penjelasan Peneliti BRIN

Kebakaran TPA Jatiwaringin Ungkap Risiko Timbunan Sampah, Begini Penjelasan Peneliti BRIN

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 13:07 WIB

DPR Warning Keras, Tak Boleh Ada Pihak Intervensi Kasus Korupsi Batu Bara

DPR Warning Keras, Tak Boleh Ada Pihak Intervensi Kasus Korupsi Batu Bara

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 12:57 WIB

Menag Perketat Syarat Jadi Kyai dan Pesantren Usai Marak Kasus Pelecehan

Menag Perketat Syarat Jadi Kyai dan Pesantren Usai Marak Kasus Pelecehan

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 12:48 WIB

Uang yang Disita KPK dari Bupati Kuansing Ternyata Bagian dari 'Kembalian' Menhut Raja Juli

Uang yang Disita KPK dari Bupati Kuansing Ternyata Bagian dari 'Kembalian' Menhut Raja Juli

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 12:38 WIB

TNI Jaga Rumah Jampidsus, Pengamat Nilai Batas Ranah Sipil dan Militer Mulai Kabur

TNI Jaga Rumah Jampidsus, Pengamat Nilai Batas Ranah Sipil dan Militer Mulai Kabur

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 12:27 WIB

Santri Korban Pembakaran di Ponpes Lombok Alami Trauma Berat, Sering Teriak dan Halusinasi

Santri Korban Pembakaran di Ponpes Lombok Alami Trauma Berat, Sering Teriak dan Halusinasi

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 12:26 WIB

Misteri Harta Jampidsus Febrie: LHKPN Rp18 M vs Temuan Emas 74 Kg di Rumah Sentul City

Misteri Harta Jampidsus Febrie: LHKPN Rp18 M vs Temuan Emas 74 Kg di Rumah Sentul City

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 12:19 WIB

Tak Lagi Berbasis Latihan Kemiliteran, Pelatihan SPPI Kini Lebih Humanis

Tak Lagi Berbasis Latihan Kemiliteran, Pelatihan SPPI Kini Lebih Humanis

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 12:13 WIB

Kesaksian Orang Dalam Cafe deClan: Ada Perdebatan Sebelum Polisi Bongkar Ruang Rahasia

Kesaksian Orang Dalam Cafe deClan: Ada Perdebatan Sebelum Polisi Bongkar Ruang Rahasia

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 12:08 WIB

Qodari: Tarif Listrik Harusnya Naik, tapi Pemerintah Menjaga Daya Beli Masyarakat

Qodari: Tarif Listrik Harusnya Naik, tapi Pemerintah Menjaga Daya Beli Masyarakat

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 12:07 WIB

×