Jokowi: Kenapa Konsentrasi Kita Habis di Jakarta?

Pebriansyah Ariefana, Erick Tanjung

Minggu, 13 November 2016 | 18:07 WIB
Jokowi: Kenapa Konsentrasi Kita Habis di Jakarta?
Presiden Joko Widodo didampingi Mensesneg Pratikno dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian memberikan arahan kepada jajaran Polri terkait pengamanan negara di Auditorium PTIK, Jakarta, Selasa (8/11). (Antara)

Suara.com - Presiden Joko Widodo mengaku heran dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2017, semua perhatian dan energi politik lebih banyak di Jakarta. Padahal daerah yang mengikuti Pilkada serentak pada Februari 2017 nanti tidak hanya Provinsi DKI Jakarta, namun ada 111 daerah di seluruh Indonesia, yang terdiri dari pemilihan calon Gubernur-Wakil Gubernur, Bupati-Wakil Bupati dan Wali Kota-Wakil Wali Kota.

"Tapi kenapa energi dan konsentrasi kita hanya habis di Jakarta? Apa hitung-hitungannya. Apa kalkulasinya?
Kalau ada masalah yang berkaitan dengan hukum (merujuk kasus penistaan agama oleh petahana cagub DKI Jakarta, Ahok), ya sudah serahkan pada proses hukum," kata Jokowi dalam pidato di Rapat Pimpinan Nasional Partai Amanat Nasional (PAN) di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (13/11/2016).

Dia menjelaskan, sebelum peristiwa demonstrasi pada 4 November lalu yang mendesak Pemerintah untuk mengusut kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok, pihak Kepolisian telah melakukan proses hukum seperti pemeriksaan sejumlah saksi dan meminta keterangan saksi ahli. Jokowi pun menegaskan dalam kasusus tersebut dirinya tidak akan melakukan intervensi.

"Sejak awal, sebelum demo sudah saya sampaikan, (kasus dugaan penistaan agama) silahkan diproses di wilayah hukum. Kalau saya disuruh intervensi, ya tidak lah. Begitu sekali saya intervensi proses hukum, yang lain-lain akan datang ke saya. Pak, itu intervensi pak, lalu datang lagi, pak itu intervensi, pak. Apa seperti itu yang kita mau? Dan saya tidak mau seperti itu," ujar dia.

Jokowi menambahkan, proses hukum dalam kasus Ahok mengenai dugaan penistaan agama masih berjalan. Penanganan kasus dugaan penistaan agama tersebut juga tidak mudah, maka dari itu ia meminta semua pihak untuk menyerahkan semuanya kepada pihak berwajib.

"Memang belum selesai, bahkan proses itu ada yang dua tahun, setahun ada, enam bulan ada. Tapi sudah saya sampaikan saat itu, proses ini akan cepat, tegas dan transparan. Mau ditambahi apa lagi kata-katanya kalau sudah seperti itu?" tutur dia.

Jokowi mengaku, yang membuat dia lebih heran adalah kenapa masalah Pilgub DKI tentang kasus Ahok, namun yang dituntut untuk bertanggung jawab dirinya selaku Presiden. Jokowi mengisyaratkan ada kekuatan atau aktor politik tertentu yang sengaja ingin menggoyang dirinya yang menjabat sebagai kepala negara saat ini. Namun Jokowi tak menjelaskan secara gamblang.

"yang lebih heran, ini kan masalah DKI, urusan DKI, lah kok urusannya digeser ke Presiden, ke saya. Coba kita pakai kalkulasi nalar saja, ini ada apa? Lah kalau saya sih senyam senyum saja," kata dia.

Oleh karena itu, Jokowi mengingatkan kepada semua pihak untuk tetap memegang teguh Pancasila sebagai ideologi bangsa dan sebagai alat pemersatu. Sebab, kata dia, ketatanegaraan Indonesia sangat menghargai kebhinekaan.

"Dan tugas kita adalah menjaga bersama. Saya sebagai Presiden, sebagi kepala negaraharus menjaga agar prinsip-prinsip dalam pancasila tetap utuh. Yang mayoritas saya ajak untuk melindungi minoritas, tetapi yang minor juga hargai yang mayoritas, ya sama-sama saling menghargai, saling menghormati," tandas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ketum PAN: Ahok yang Berulah, Jokowi Kena Getah

Ketum PAN: Ahok yang Berulah, Jokowi Kena Getah

News | Minggu, 13 November 2016 | 16:48 WIB

Jokowi Takut Hal Ini Terjadi Jika Intervensi Kasus Ahok

Jokowi Takut Hal Ini Terjadi Jika Intervensi Kasus Ahok

News | Minggu, 13 November 2016 | 16:12 WIB

PAN Puji Klaim Jokowi Tak Intervensi Kasus Ahok

PAN Puji Klaim Jokowi Tak Intervensi Kasus Ahok

News | Minggu, 13 November 2016 | 15:27 WIB

Prijanto Sindir Gelar Perkara Ahok Mirip Ajang Indonesia Idol

Prijanto Sindir Gelar Perkara Ahok Mirip Ajang Indonesia Idol

News | Kamis, 10 November 2016 | 15:57 WIB

Soal Bantahan Buni Yani, Ahok: Ditranskripnya Dia Nipu

Soal Bantahan Buni Yani, Ahok: Ditranskripnya Dia Nipu

News | Rabu, 09 November 2016 | 05:32 WIB

Mantan Biarawati Tolak Gelar Perkara Terbuka Kasus Ahok

Mantan Biarawati Tolak Gelar Perkara Terbuka Kasus Ahok

News | Selasa, 08 November 2016 | 23:07 WIB

Kata Anak SBY Soal Kasus Ahok

Kata Anak SBY Soal Kasus Ahok

News | Selasa, 08 November 2016 | 17:17 WIB

Dibantu 100 Pengacara, Ahok: Nggak Usah Terlalu Banyak

Dibantu 100 Pengacara, Ahok: Nggak Usah Terlalu Banyak

News | Selasa, 08 November 2016 | 17:04 WIB

Angkatan Muda Muhammadiyah: Ahok Tak Pantas Tasfirkan Al Maidah

Angkatan Muda Muhammadiyah: Ahok Tak Pantas Tasfirkan Al Maidah

News | Selasa, 08 November 2016 | 15:17 WIB

Di PP Muhammadiyah, Jokowi Tegaskan Tak Akan Lindungi Ahok

Di PP Muhammadiyah, Jokowi Tegaskan Tak Akan Lindungi Ahok

News | Selasa, 08 November 2016 | 12:48 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×