Gesekan Politik dengan Jokowi, SBY Ingin Tarik Perhatian Negara

Tomi Tresnady Suara.Com
Sabtu, 11 Februari 2017 | 22:16 WIB
Gesekan Politik dengan Jokowi, SBY Ingin Tarik Perhatian Negara
Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, saat menyampaikan pidato dalam dies natalis Partai Demokrat di JCC Senayan, Jakarta, Selasa (7/2/2017) malam [Suara.com/Dian Rosmala]

Suara.com - Pengamat politik Universitas Muhammadiyah Kupang Dr Ahmad Atang menilai, sikap mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang selalu bersinggungan politik dengan Presiden Joko Widodo sesunggunya bagian dari upaya menarik perhatian negara.

"SBY sebenarnya sedang membangun relasi konfliktual untuk menarik perhatian negara. Sebagai salah satu elit politik nasional, SBY tentu berharap tidak dimarginalkan oleh kekuasaan. SBY mengharapkan agar dirinya juga dipandang penting oleh Jokowi," kata Ahmad Atang di Kupang, Sabtu (11/2/2017).

Ia mengemukakan hal itu, dalam perbincangan dengan Antara seputar persinggungan politik antar mantan Presiden SBY dengan presiden yang sedang berkuasa Joko Widodo.

Di negara yang menganut sistem demokrasi, jarang terjadi persinggungan politik antar mantan presiden dan presiden yang berkuasa, tetapi SBY selalu bersinggungan dengan Jokowi.

"Cara seperti ini menurut saya tidak terlalu elegan. Bahwa dalam sebuah negara demokrasi selalu terbuka adanya perbedaan pendapat dan pandangan dalam melihat praktik kekuasaan, namun sebagai mantan presiden, SBY mesti memilih cara sebagai seorang negarawan bukan sebagai seorang politisi," katanya.

Ia mengatakan, jika pola relasi konfliktual ini dipertahankan sebagai bentuk komunikasi politik dalam merespon praktik kekuasaan Jokowi, maka dapat dipastikan tidak akan berhenti di sini tapi akan semakin memanaskan ke depannya menuju 2019.

Ketua partai Menurut dia, sebagai mantan presiden, SBY adalah ketua partai sehingga memang tidak terlalu mengherankan jika SBY selalu bersinggungan dengan kekuasaan dibawa kepemimpinan Jokowi.

"Ini bisa juga dimaknai sebagai rivalitas antarparpol antara PDIP dan demokrat dalam rana politik," katanya.

Kesan ini jika dirunut ke belakang memang ada pertarungan sesama mantan presiden antara Megawati Soekarnoputeri dengan SBY yang terus berlanjut ke Jokowi.

Sungguhpun begitu, SBY tidak boleh menggunakan kapasitas sebagai ketua partai untuk bersinggungan dengan Jokowi tetapi dalam kapasitas sebagai mantan presiden.

Dengan memposisikan diri sebagai mantan presiden, maka SBY akan mendapatkan perlindungan dari negara dibandingkan sebagai ketua partai yang lebih bernuasa politik, katanya

(Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI