Array

FPI Nyatakan Siap Salatkan Jenazah Pro Ahok yang Ditolak Masjid

Rabu, 15 Maret 2017 | 19:15 WIB
FPI Nyatakan Siap Salatkan Jenazah Pro Ahok yang Ditolak Masjid
Masjid Al Jihad, Gang BB, Kelurahan Karet, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (23/2/2017). [suara.com/Welly Hidayat]
Front Pembela Islam mengimbau umat muslim di Jakarta untuk membantu warga yang sedang berduka cita. Sikap FPI menyusul maraknya spanduk propaganda yang dipasang masjid untuk menolak mengurus jenazah pendukung calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.

"Kalau menurut kami, alangkah baiknya ini menjadi medan dakwah kami. Kami mengimbau kepada seluruh umat bahwa siapapun dia, masih saudara kami. Kami punya kewajiban untuk mengurus jenazahnya," kata juru bicara FPI Slamet Ma'arif kepada Suara.com, Rabu (15/3/2017).

Slamet mengatakan pimpinan FPI telah menginstruksikan kepada seluruh laskar untuk membantu mengurus jenazah yang ditolak masjid dan musala karena dianggap mendukung Ahok.

Tapi, FPI tetap setuju bahwa pemimpin Jakarta haruslah muslim. Itu sebabnya, kata Slamet, laskar akan mengunjungi keluarga jenazah yang ditolak pengurus masjid untuk menjadikan kasus tersebut sebagai pelajaran untuk memilih pemimpin yang benar.

"Jadi, FPI sendiri ke bawah mengimbau ini menjadi medan dakwah kami. Bagaimana yang kemarin salah jalan memimpin pemimpin kafir, kemudian meninggal, kami akan kunjungi keluarganya, tunjukkan Islam rahmatan lil alamin," kata dia.

FPI, kata Slamet, akan membimbing mereka agar jangan salah menggunakan hak pilih di pilkada Jakarta putaran kedua. Namun, dia tidak menyebut FPI akan mengarahkan pilihan ke calon gubernur yang mana.

"Kami urus jenazahnya, kalau perlu kami akan datangi tahlilannya. Supaya keluarganya tidak salah jalan di putaran kedua dan bisa memilih pemimpin muslim," kata Slamet.

Menjelang pilkada Jakarta putaran kedua, aparatur pemerintah giat menyingkirkan spanduk-spanduk bernuansa SARA. Front Pembela Islam mendukung tindakan penertiban tersebut.

"Kalau untuk pemasangan spanduk, sudah ada anjuran itu. Biarkan Satpol PP yang menertibkan. Kalau memang ditempatkan di tempat yang dilarang, melanggar aturan, silakan dicabut saja. Kan ada aturan pemasangan spanduk, kan. Itu pemerintah yang lebih tahulah," kata Slamet.

Tapi, Slamet berharap aparat tetap mengedepankan dialog dengan para pengurus masjid dan warga yang memasang spanduk-spanduk tersebut agar tak terjadi gesekan yang justru kontraproduktif dengan upaya menciptakan pilkada yang damai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI