Tolak Pemusnahan Kokain, Bekas Anggota FARC Sandera Pejabat PBB

Tomi Tresnady

Jum'at, 05 Mei 2017 | 03:15 WIB
Tolak Pemusnahan Kokain, Bekas Anggota FARC Sandera Pejabat PBB
Bendera Revolutionary Armed Forces of Colombia (FARC) atau Pasukan Bersenjata Revolusioner Kolombia. [shutterstock]

Suara.com - Seorang anggota tim Perserikatan Bangsa Bangsa yang mengerjakan proyek pengganti tanaman ilegal dengan pangan legal di Kolombia diculik oleh para pembangkang bekas kelompok pemberontak FARC penolak proses perdamaian, kata PBB dan pemerintah, Kamis (4/5/2017).

Pejabat PBB tersebut, warga negara Kolombia bernama Arley Lopez, diculik pada Rabu oleh sejumlah pria bersenjata di dekat Miraflores di provinsi Guaviare.

Di wilayah selatan itu, pembudidayaan tanaman bahan narkotika selama ini menjadi bagian besar produksi kokain di Kolombia.

Lopez dihentikan oleh para lelaki bersenjata ketika berada dalam iring-iringan kendaraan.

Pemerintah Kolombia sedang berupaya untuk mengganti lahan kokain menjadi lahan tanaman legal.

Penyanderaan berlangsung pada saat Dewan Keamanan PBB sedang berada di Kolombia untuk membahas kesepakatan perdamaian, yang ditandatangani tahun lalu, antara Pemerintah Kolombia dan Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) untuk mengakhiri konflik lebih dari lima puluh tahun di negara Andes tersebut.

PBB "mengutuk kejadian kemarin di Guaviare yang tidak menghormati integritas dan hak seorang rekan di Kantor PBB urusan Narkoba dan Kejahatan serta meminta agar (rekan) tersebut segera dibebaskan," kata PBB dalam pernyataannya.

Pemerintah Kolombia juga menentang penculikan itu, yang disebutnya sebagai tindakan "yang disesalkan."

Sekitar 7.000 tentara pemberontak menyetujui kesepakatan dan telah mulai menyerahkan senjata-senjata mereka kepada PBB. Namun, beberapa ratus anggota menolak.

baca juga

Para pembangkang telah membentuk suatu kelompok kejahatan baru dan melanjutkan bisnis perdagangan narkotika yang menggiurkan itu, yang dulu dijalankan FARC selama bertahun-tahun, kata militer.

Kepemimpinan FARC telah memecat para pembangkang tersebut.

FARC selama berpuluh-puluh tahun menggunakan perdagangan narkotika, penyanderaan dan penyiksaan untuk mendanai pemberontakan terhadap pemerintah.

Banyak kalangan rakyat Kolombia, termasuk para politisi penentang seperti mantan Presiden Alvaro Uribe, merasa marah karena kesepakatan perdamaian itu memberi peluang bagi para bekas tentara FARC terhindar hukuman penjara dan bahkan dapat memasuki dunia politik.

Kalangan tersebut mengatakan pemerintah belum berbuat banyak untuk menghentikan kelompok-kelompok kejahatan lainnya dan para pembangkang FARC mengisi kekosongan tersebut serta mengambil alih bisnis narkotika.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ribut dengan Suami, Perempuan Ini Telan Uang Tunai Rp93 Juta

Ribut dengan Suami, Perempuan Ini Telan Uang Tunai Rp93 Juta

News | Kamis, 04 Mei 2017 | 19:35 WIB

Pesawat Militer Kolombia Tabrak Bukit, 8 Tewas

Pesawat Militer Kolombia Tabrak Bukit, 8 Tewas

News | Selasa, 02 Mei 2017 | 07:26 WIB

Bertambah, Korban Tewas Tanah Longsor di Kolombia Jadi 206

Bertambah, Korban Tewas Tanah Longsor di Kolombia Jadi 206

News | Minggu, 02 April 2017 | 14:42 WIB

Nobel Perdamaian 2016 Dimenangkan Presiden Kolombia

Nobel Perdamaian 2016 Dimenangkan Presiden Kolombia

News | Jum'at, 07 Oktober 2016 | 16:37 WIB

Terkini

Olahraga Sambil Berburu Tiket Online Week 2026

Olahraga Sambil Berburu Tiket Online Week 2026

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

37.000 Pelari JRF 2026 Dapat Perlindungan Asuransi dari Generali Indonesia

37.000 Pelari JRF 2026 Dapat Perlindungan Asuransi dari Generali Indonesia

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Dari Lokal ke Global, Kemenekraf Luncurkan Creative by Indonesia

Dari Lokal ke Global, Kemenekraf Luncurkan Creative by Indonesia

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Usai KMP Batu Mandi Terbakar, BKI Telaah Aspek Teknis Kapal

Usai KMP Batu Mandi Terbakar, BKI Telaah Aspek Teknis Kapal

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Lampung | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:55 WIB

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa

Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Liga Catur Nasional Segera Digulirkan, Percasi Bidik April 2027

Liga Catur Nasional Segera Digulirkan, Percasi Bidik April 2027

Sport | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:05 WIB

×