Jelang Ramadan, DKI Tingkatkan Pengawasan Pangan Berbahaya

Ardi Mandiri | Suara.com

Senin, 15 Mei 2017 | 01:19 WIB
Jelang Ramadan, DKI Tingkatkan Pengawasan Pangan Berbahaya
Ilustrasi makanan kaleng. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta terus melakukan pengawasan secara intensif terhadap pangan berbahaya menjelang bulan suci Ramadan.

"Pengawasan itu tidak hanya kami lakukan di pasar-pasar tradisional, tetapi juga di pasar modern atau swalayan yang ada di Jakarta," kata Kepala Dinas KPKP DKI Darjamuni di Jakarta, Minggu.

Dalam pengawasan tersebut, menurut Darjamuni, pihaknya mengambil sampel atau contoh makanan di seluruh pasar, kemudian diperiksa. Dari pemeriksaan itu, dapat diketahui apakah makanan tersebut mengandung zat berbahaya atau tidak, misalnya rhodamin dan formalin.


"Terutama menjelang bulan suci Ramadhan, frekuensi pengawasan terhadap pangan berbahaya di Jakarta terus kami tingkatkan. Setiap hari kami terus melakukan pengawasan," ujar Darjamuni.

Sejauh ini, Darjamuni menuturkan berdasarkan temuan di lapangan, zat-zat berbahaya pada umumnya ditemukan di dalam sejumlah produk pangan, diantaranya mie kuning, tahu dan bakso.

"Apabila kami menemukan ada pedagang yang terbukti menjual makanan yang mengandung zat-zat berbahaya, kami langsung berikan sanksi kepada pedagang itu," tutur Darjamuni.

Dia mengungkapkan sanksi terberat yang dapat dijatuhkan terhadap para pedagang, yaitu dikeluarkan dari pasar. Sanksi tersebut dijatuhkan kepada pedagang yang sudah dua kali kedapatan menjual bahan pangan berbahaya.

"Kalau yang kedapatan itu merupakan pedagang pasar, maka kami bekerja sama dengan PD Pasar Jaya untuk segera mencabut izin usahanya di pasar tersebut," ungkap Darjamuni.

Lebih lanjut, dia menambahkan selama Ramadhan, pihaknya juga akan melakukan pengawasan terhadap jajanan takjil bersama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan (KUKMP) DKI Jakarta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Wah, Biji Nangka Bakal Jadi Pengganti Cokelat?

Wah, Biji Nangka Bakal Jadi Pengganti Cokelat?

Lifestyle | Minggu, 14 Mei 2017 | 08:00 WIB

Jelang Ramadan di Pasar Tanah Abang

Jelang Ramadan di Pasar Tanah Abang

Foto | Sabtu, 13 Mei 2017 | 16:25 WIB

Puasa Bikin Sakit Maag? Ini Penjelasan Dokter

Puasa Bikin Sakit Maag? Ini Penjelasan Dokter

Health | Kamis, 11 Mei 2017 | 06:30 WIB

Terkini

Babak Baru Korupsi Kuota Haji: KPK Tetapkan Petinggi Maktour dan Ketum Kesthuri Sebagai Tersangka

Babak Baru Korupsi Kuota Haji: KPK Tetapkan Petinggi Maktour dan Ketum Kesthuri Sebagai Tersangka

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 00:33 WIB

Usut Tuntas Kasus Aktivis KontraS, Ketua YLBHI Desak Polri Tangkap Otak di Balik Teror Air Keras

Usut Tuntas Kasus Aktivis KontraS, Ketua YLBHI Desak Polri Tangkap Otak di Balik Teror Air Keras

News | Senin, 30 Maret 2026 | 22:53 WIB

PDIP Kutuk Keras Penyerangan TNI di Lebanon, Megawati Beri Instruksi Khusus Ini ke Kader

PDIP Kutuk Keras Penyerangan TNI di Lebanon, Megawati Beri Instruksi Khusus Ini ke Kader

News | Senin, 30 Maret 2026 | 22:10 WIB

Negosiasi Selat Hormuz Berlanjut, Menlu Sugiono: Ada Sinyal Positif untuk Kapal RI

Negosiasi Selat Hormuz Berlanjut, Menlu Sugiono: Ada Sinyal Positif untuk Kapal RI

News | Senin, 30 Maret 2026 | 21:53 WIB

Minta Polisi Ungkap Pendana Isu Ijazah Palsu, Tim Hukum Jokowi: Saya Dengar Ada 'Charlie Chaplin'

Minta Polisi Ungkap Pendana Isu Ijazah Palsu, Tim Hukum Jokowi: Saya Dengar Ada 'Charlie Chaplin'

News | Senin, 30 Maret 2026 | 21:34 WIB

Mendagri Tito Apresiasi BSPS, Program Perumahan Bantu Warga Kurang Mampu

Mendagri Tito Apresiasi BSPS, Program Perumahan Bantu Warga Kurang Mampu

News | Senin, 30 Maret 2026 | 21:13 WIB

Mahfud MD Curhat di DPD: Laporan Reformasi Polri Rampung, Tapi Belum Diterima Presiden

Mahfud MD Curhat di DPD: Laporan Reformasi Polri Rampung, Tapi Belum Diterima Presiden

News | Senin, 30 Maret 2026 | 21:07 WIB

Imigrasi Ngurah Rai Amankan Buronan Interpol Asal Inggris

Imigrasi Ngurah Rai Amankan Buronan Interpol Asal Inggris

News | Senin, 30 Maret 2026 | 20:38 WIB

Geledah Kantor PT AKT, Kejagung Temukan Tumpukan Dolar Senilai Rp 1 Miliar!

Geledah Kantor PT AKT, Kejagung Temukan Tumpukan Dolar Senilai Rp 1 Miliar!

News | Senin, 30 Maret 2026 | 20:01 WIB

Menaker Dorong Layanan Kemnaker Lebih Responsif dan Mudah Diakses Masyarakat

Menaker Dorong Layanan Kemnaker Lebih Responsif dan Mudah Diakses Masyarakat

News | Senin, 30 Maret 2026 | 19:42 WIB